
Pagi yang cerah Nana sudah bersiap siap untuk pergi kesekolah, Nana menuruni anak tangga menuju ruang makan. dilihatnya Rivan yang sedang menyelesaikan pekerjaannya, sementara Aksal sibuk melahap roti di meja.
"Pah, aku mau tanya dong" Ucap Nana melahap roti yang disiapkan Vira.
Rivan menatap putrinya dengan lembut. "Kenapa sayang?" sembari menyeruput secangkir kopi.
"Kemarin Papa sama Mama pergi ke pesta kantor milik om Ardan kan?" ucap Nana serius.
"Iya, emangnya kenapa sayang?" tanya mama sembari duduk di samping Aksal.
"Papa sama Mama lihat anak nya om Ardan?"
"Emangnya kenapa sih" potong Aksal masih asik dengan roti miliknya.
"Enggak.. karena kemarin Papa sama Mama datang nya agak telat, dan ketika kami sampai hanya ada Ardan dan istrinya" Jelas papa kembali mengerjakan pekerjaan kantor nya.
"Oh iya, kamu mau di antar siapa sayang? Papa atau kak Aksal?" ucap mama melirik Aksal. "E-ehhh Aksal gak bisa ma"
"Kenapa?" Tanya Rivan penasaran
"Aksal hari ini harus datang agak cepat, ada tugas kelompok pah."
"Tugas kelompok apa mau bareng dengan Vita?" Tanya mama dengan senyum usil.
"Ohhhh... jadi sekarang Kaka sama kak Vita" Timpal Nana ikut menggoda Aksal.
"Vita? Vita siapa?" tanya Rivan penasaran.
"Bukan siapa siapa Pah" elak Aksal
"Kalau sudah punya pasangan bawa kerumah dong, kenalkan dengan Papa dan Mama" ucap Rivan membuat Aksal tersadar bahwa mereka sudah sekongkol menyudutkan Aksal.
"Papah..." ucap Aksal tak menghiraukan wajah usil mereka "Jadi lu mau bareng sama gua apa sama Papa?" tanya Aksal mengalihkan pambicaraan.
Nana menghentikan makannya menatap Aksal "Aku bareng sama Aldan" bersamaan dengan ucapan Nana suara bel rumah berbunyi.
"Sebentar.. Mungkin Itu Aldan.." ucap Vira membawa segelas susu dan roti ke ruang tamu membuat Nana melahap roti dengan cepat.
"Pelan pelan.. nanti tersedak" Ucap Rivan menatap Nana dengan lembut.
"Pah.. Aksal juga ikut keluar deh, mau langsung berangkat" ucap Aksal berpamitan.
"Kamu bener mau bareng sama Vita?" ucap Rivan kembali membuat Aksal salah tingkah.
"Assalamualaikum..." ucap Aksal tak menghiraukan.
Nana melihat Aldan di ruang tamu yang sedang di bujuki untuk memakan sepotong roti dan segelas susu oleh Mama.
ini adalah sebuah kebiasaan Mama, sejak Nana dan Aksal kecil mama selalu menyiapkan roti dan segelas susu untuk teman mereka yang ingin berangkat sekolah dengan putra putri nya.
yang Nana lihat tak seperti Adriyan yang sering menolak, Aldan justru menerima nya dengan ramah, padahal yang Nana ketahui Aldan agak kurang suka dengan susu apapun jenisnya.
setelah selesai makan, mereka berpamitan dan berangkat ke sekolah.
"Kamu bukannya gak suka susu ya?" tanya Nana di belakang Aldan.
"Hanya kurang, bukan enggak sama sekali" jawab Aldan fokus mengendarai motor nya.
"Terus kenapa kamu minum?" tanya Nana penasaran.
"Apa?" tanya Aldan merasa kurang jelas
"Terus kenapa kamu minum?" ulang Nana dengan nada agak meninggi.
"Oh, gua cuma menghargai pemberian orang.. lagi pula kalau gak gua minum, pasti nanti mubazir kan" jelas Aldan membuat Nana mengangguk.
💞
Sampai di kelas Nana merasa kesepian karena Tania yang berhalangan untuk masuk. Nana menatap papan tulis tapi tak fokus dengan apa yang di jelas kan oleh sang guru, sampai akhirnya lamunannya buyar.
"Belajar woyy"
Nana membelakak kan matanya menatap Aldan yang sudah duduk di sampingnya
"Hardi juga ikut Tania.. jadi gua disini dulu ya" ucap Aldan sembari menatap papan tulis.