LDR

LDR
Dimas Mengajak Intan Berangkat Bareng



Ah... Intan dan Fitri yang semalaman menonton drama Korea di handphone Fitri. Harus menelan pil pahit, keduanya bangun kesiangan di hari ini. Padahal keduanya memiliki jadwal masuk pagi di hari ini.


Intan dan Fitri berebut untuk jadi yang pertama masuk ke dalam kamar mandi. Intan terpaksa mengalah pada seorang Fitri, saat Fitri yang sudah tidak bisa menahan lagi panggilan alam yang harus di lakukan oleh dirinya. Intan pun akhirnya lebih memilih untuk mengalah.


Intan yang juga sudah tidak sabar untuk buang air besar, terlihat harus berjalan ke sana kemari untuk meredakan rasa ingin buang air kecilnya tersebut. Hingga Intan terlihat seperti orang gila yang tidak memiliki arah dan tujuan.


Intan kembali mengetuk pintu kamar mandi, berharap Fitri akan segera mengakhiri mandi paginya. Namun Fitri belum juga menyelesaikan mandi paginya ini, hingga Intan terpaksa harus menunggu Fitri dalam beberapa menit lagi.


Setelah Intan sudah hampir mengeluarkan cairan di atas kasurnya. Baru Fitri menyelesaikan ritual mandi paginya yang begitu lama. Dengan segera Intan beranjak dari kasurnya tersebut. Hingga Intan berlari menuju kamar mandi.


Lega rasanya bagi seorang Intan, saat dia bisa membuang semuanya. Kini Intan pun harus bertarung dengan waktu pagi yang semakin sempit. Waktu yang mengharuskan seorang Intan untuk segera mandi. Demi tidak datang terlambat ke outlet.


Intan mandi dengan cara yang tidak biasa. Dia begitu banyak membuang air, tapi Intan sama sekali tidak membersihkan kulitnya dengan sabun. Mungkin ini tidak akan jadi masalah berarti bagi seorang Intan. Sebab ini hanya akan jadi sebuah persoalan yang mudah saja bagi Intan.


Saat Intan akan mengganti pakaiannya, Intan pun terkejut. Sudah tidak ada seorang Fitri di kamar. Hanya ada handuk bekas Fitri yang dia taruh di atas kasur. Handuk basah itu pun seketika membuat sprei itu menjadi basah. Intan kurang menyukai hal itu, namun dia harus tetap menerima semuanya. Sebab status Intan yang masih dalam keadaan menumpang di kontrakan seorang Fitri.


Intan pun akhirnya mengambil handuk Fitri tersebut. Dia menaruh handuk basah milik Fitri itu di atas sebuah paku. Mungkin ini tempat yang baik untuk handuk basah. Jadi tidak akan membuat kasur yang Intan jadikan tempat tidur basah kembali.


Intan segera mengganti pakaiannya. Intan yang masih berstatus pegawai baru, hanya menggunakan seragam hitam putih. Dia terlihat begitu gembira dengan apa yang di gunakan di tubuhnya. Bagi seorang Intan, ini adalah penampilan terbaiknya yang bisa di tunjukkan pada seluruh pegawai lainnya. Intan siap membuat semua pegawai bisa menerima keberadaan dirinya yang terus menjadi pertanyaan bagi yang lainnya.


Begitu Intan sudah mengenakan seragam kerja. Dia yang hanya memiliki waktu 20 menit lagi untuk berangkat menuju restoran. Harus segera pergi bersiap untuk membeli sarapan yang akan membuat perutnya terisi. Mungkin dengan sarapan tersebut, Intan akan bisa lebih kuat lagi. Sehingga Intan tidak akan merasakan letih saat bekerja nantinya. Ini benar-benar harus di lakukan oleh Intan. Sebab dengan begitu, Intan akan bekerja secara optimal.


Intan membuka pintu kontrakan, namun saat pintu itu terbuka. Intan terkejut dengan kehadiran seorang Dimas yang sudah duduk di kursi teras kontrakan. Sontak Intan terkejut dengan keberadaan dari Dimas tersebut.