
Adriyan menatap sekeliling kamarnya dengan tatapan datar bersamaan dengan beberapa bodynya di belakang nya.
"Lalu kami harus apa tuan?" ucap salah satu bodyguard
"Jangan dulu, biarin gua yang bergerak" ucap Adriyan mengernyit.
"Sialan, Nana mulai curiga sama gua" Ketus Adriyan dalam hati
Adriyan mengepalkan tangannya mengingat pertanyaan Nana yang menyudutkan dirinya. menyoba menenangkan dirinya sejenak mencari mencari cara untuk melancarkan rencana nya.
"Suruh supir siapin gua mobil, gua mau keluar" ucap Adriyan menatap langit dari balik jendela
"Baik tuan"
Adriyan menerobos gelap nya malam ditengah hujan mendera, fikiran nya buyar memikirkan langkah selanjutnya yang akan dia lakukan sampai akhirnya dia melihat wanita yang sedang menunggu di sebuah halte bus.
Adriyan tersenyum tampak mengenali wanita tersebut, segera dia menghentikan mobil sedannya di depan halte tersebut.
Adriyan mengambil payung kemudian keluar kini tubuhnya tepat berada di hadapan wanita tersebut
"Tante kenapa ada disini?" ucapan Adriyan membuat Alisa menautkan alis, ia tidak mengenali pemuda yang berada di hadapan nya ini. namun wajahnya sungguh tidak asing untuk nya.
"Kamu..."
"Ohh maaf sebelumnya Tante" Sambil menyalami tangan Alisa, "Nama saya Adriyan, saya Kaka Kelas nya Aldan.."
ucap Adriyan membuat Alisa tersenyum lembut "Ohh Kaka kelas nya Aldan yaa"
Adriyan tersenyum sopan "Tante jam segini kok masih di halte? ini ujan lumayan awet loh"
Alisa menatap sekeliling "Iya ini Tante abis beli obat untuk adik nya Aldan, tapi pas di jalan tiba-tiba hujan" ucap Alisa menunjukkan barang bawaannya
"Ohh yaudah Tante bareng Adriyan aja, mumpung satu jalan" ucap Adriyan tersenyum ramah.
"Tidak perlu repot-repot tadi Tante sudah minta Aldan untuk jemput." tolak Alisa dengan lembut
"Gak papa Tan, daripada Tante lama-lama disini. nanti takutnya malah ada apa-apa, Tante telpon Aldan aja biar Adriyan yang antar" bujuk Adriyan
Alisa mengangguk tanda setuju, sebenarnya dia belum sempat menelepon putra nya karena ada gangguan sinyal.
keduanya masuk kedalam mobil, sempat terjadi keheningan. Alisa yang sedari tadi masih memikirkan wajah pemuda yang ada di sebelah entah mirip seperti orang yang dia kenali.
Langit bergemuruh Aldan Yang sedari tadi mondar-mandir karena khawatir akan keadaan ibu nya.
"Kakak.. Mama kok belum pulang? Violet takut" Aldan menundukan wajahnya memeluk hangat tubuh adik nya. rasa sangat menyesal yang seharusnya Aldan lah yang ke apotek untuk membelikan obat adiknya
"Sebentar lagi mama pulang, mama masih di jalan" Ucap Aldan lemah lembut Violet mengangguk memeluk boneka miliknya
Tok Tok Tok!!
suara ketukan terdengar dari luar, seketika wajah Violetha menjadi senang.
"Violet jangan lari, tunggu Kaka..." Ucap Aldan terhenti melihat ibunya. bukan.. tapi seseorang yang berada di belakang ibunya
"Adriyan.." ucap Aldan menautkan alis.
Aldan mempersilahkan Adriyan untuk duduk. Alisa menghidangkan 3 cangkir teh hangat kemudian duduk di sebelah Aldan
"Ayo diminum nak Adriyan.." ucap Alisa. Adriyan menyeruput secangkir teh hangat yang di hidang kan Alisa, kemudian tersenyum senang.
"Makasih.." Adriyan mendelikan wajah kini menatap Aldan.
"Makasih?" tanya Adriyan
"Makasih Lo udah mau nganterin nyokap gua pulang" ucap Aldan menatap Alisa.
Adriyan mengangguk kini mendekati Violetha yang sibuk menggambar di buku gambar miliknya
"Wahhh gambar Violet bagus banget" Puji Adriyan, yang membuat Violetha tersipu Malu "Terimakasih Kak Adriyan"
"Aldan.." Ucap Alisa melihat Adriyan, Aldan menatap ibunya "Adriyan itu pemuda yang sopan ya." Ucap Alisa yang Aldan tak bisa pungkiri Adriyan menang lah pemuda yang sangat sopan terlebih lagi kepada orang yang lebih tua daripada nya.
Aldan mengangguk pelan.
"Tapi... kenapa mama merasa wajah nya tidak asing ya?" Ucapan Alisa membuat Aldan sontak kaget, bukan hanya Nana dan dirinya yang berfikiran demikian. tapi kini ibunya pun berfikiran hal yang sama
"Mungkin hanya perasaan mama aja kali. Aldan yang anak nya aja gak terlalu mirip kan" Ucap Aldan mengalihkan pembicaraan.
Adriyan melihat jam tangan miliknya. kini sudah menunjukkan pukul 10 malam
"Hmm Tante, Adriyan izin pamit ya" ucap Adriyan berpamitan.
"Loh kok cepat sekali baru aja ngobrol ngobrol." Ucap Alisa
Adriyan tersenyum lembut "Iya Tan, udah malem soalnya. takut ganggu Istirahat nya Violet, lagi pula hujan nya juga udah berhenti kok" ucap Adriyan dengan sopan
Alisa tidak bisa mencegah dia hanya bisa mengangguk "Yaudah Tante dan Aldan antar keluar" ucap Alisa meletakkan tubuh Violet yang sudah tertidur lelap di sofa.
Sampai diluar Adriyan berpamitan sekali lagi ke Alisa
"Tante Adriyan pulang ya. Bro gua balik" Ucap Adriyan
"Terimakasih ya Adriyan udah repot-repot antar Tante pulang" ucap Alisa
"Sama sama Tante" Ucap Adriyan kemudian masuk ke mobil nya
Adriyan menatap Alisa dan Aldan dari kaca mobil nya kemudian tersenyum.
*Sebuah senyuman yang mengandung arti tersendiri.
🍃🍃🍃*