
Nana menghela nafas memperhatikan seluruh ruangan melihat kembali jam dinding di atas papan tulis menunggu kabar dari sang ketua OSIS.
"Permisi Bu..." Ucap Adriyan dengan sopan guru itu pun tersenyum merona merah. tak heran sampai guru pun tak tahan akan ketampanan Adriyan.. namun apa pedulinya, kini hati Adriyan pun hanya untuk Nana seorang.
"Ada apa Adriyan?" Tanya Bu Lastri penasaran. "Euhh.. saya mau minta izin membawa semua anak OSIS yang ada disini untuk pertemuan OSIS se Jakarta.." ucap Adriyan serius namun masih dengan tatapan yang hangat, Bu Lastri pun mengizin kan anak anak OSIS untuk izin tidak mengikuti pelajaran.
"Sudah izin Adriyan? memangnya sampai kapan?" Tanya nya sambil duduk di kursi miliknya. "Kemungkinan sampai jam pulang sekolah Bu, pertemuan nya di Gardsmall. saya sudah izin ke kepala sekolah jika nanti sempat kami akan kembali ke sekolah.." sang guru mengangguk tanda mengerti
"Yang anak OSIS disini siapa saja?" tanya Bu Lastri sambil menatap buku absen. Nana, Aldan, Tania dan Anna, oh ya berserta kedua teman se geng nya.
mereka izin pamit kemudian mengikuti Adriyan pergi..
"Aldan... kamu sama aku yaa..." ucap Anna dengan manja.. Aldan tak menggubrisnya walau wanita itu merangkul tangannya.
Nana menatap Tania melihat dahi nya yang berkerut sampai Nana pun tertawa kecil. "Kamu cemburu Tania?" tanya Nana penasaran.
Tania kaget menatap Nana kini wajahnya berubah menjadi wajah yang kebingungan.
"Lho. ku kira kamu yang cemburu..." ucap Tania yang membuat alis Nana bertaut
Nana tak merespon perkataan Tania. kemudian tersenyum manis "Aku ini pacar nya Adriyan, untuk apa aku cemburu.." ucap Nana yakin membuat Tania tersenyum.
"Oh iya juga ya.. tuh kak Adriyan di depan, deketin lah.." ucapan Tania membuat Nana sadar menatap ke arah depan dimana Adriyan di hadapan mereka, berjalan tanpa melihat kebelakang.
"A-Adriyann.." ucap Nana ragu, jantung nya berdebar kencang menatap pria yang di sukai nya. pria itu menghentikan langkahnya menatap orang yang memanggil nama nya.
"Apa?.." ucapan nya yang singkat membuat semua orang yang di koridor menatap mereka berdua, koridor yang hening karena masih di jam pelajaran membuat suasana semakin membuat Nana ragu, namun dia coba memberikan diri ini demi Tania dan Aldan.
"Aku mau bareng sama kamu..." ucap Nana menggunakan wajah imutnya membuat Aldan berubah ekspresi, wajahnya menjadi dingin dengan tatapan yang tak suka.
Adriyan terdiam sejenak menatap Aldan dengan tatapan menantang kemudian senyum terukir di wajahnya. "Boleh dong sayang.. ayo." ucap Adriyan menyodorkan tangannya untuk dirangkul.
Nana mendekati Adriyan kemudian merangkul tangannya membuat hati Aldan semakin sakit.. karena kesal Aldan menepis rangkulannya Anna tanpa berkata apapun.
"Aldannn kok kamu tinggalin aku sih.." ucap Anna semakin geram.
"Itu pasti ulah si cewe sialan itu Na. gua yakin pasti si Nana ngegoda si Aldan sama Adriyan, gak mungkin kan mereka kepincut gitu aja sama tingkah polos nya si Nana.." ucap Sinta memanas manaskan.
"Oh iya, benar juga. gak mungkin kan Adriyan suka sama Nana? beda jauh banget kali tampang nya sama kakak Lo" ucap Melani menambah kan
Anna mengepalkan tangannya dengan erat, Dengan wajah yang sangat kesal seperti ingin membalas..
"Ayo girls, kita liat sampai mana Nana bisa kaya gitu.." ucap Anna berjalan diikuti kedua teman nya.
😔
Nana bersama Adriyan menggunakan mobil nya bersama teman teman nya Adriyan Yaitu Ridwan dan Ariel. sementara Tania bersama dengan Aldan. mereka semua sampai agak bersamaan. kemudian berkumpul sebelum memasuki aula gradsmall.
"Kamu sama aku aja yaaa" ucap Tania menggandeng tangan Nana yang membuat Nana merasa heran. "Loh... bukannya kamu sama Aldan..?" tanya Nana dengan alis bertaut, sementara Tania menggeleng kan kepalanya.
"Enggak sebelum Anggota OSIS kumpul ketua sama wakil ketua OSIS dari beberapa sekolah kumpul dulu buat data Sekolah kita. abis itu baru kita masuk.." Nana mengangguk mendengar penjelasan Tania
"Kamu tunggu disini dulu ya.. aku sama Aldan ke dalem dulu.." ucap Adriyan lembut sambil mengusap kepala Nana.
"Iya.. aku tunggu sini sama Tania" ucap Nana tersenyum manis, Aldan menatap Nana dan Adriyan dengan tatapan dingin, kemudian Adriyan menorehkan wajah nya kepada aldan.
"Ayo bro, ke dalem dulu." Ucap Adriyan menepuk pundak Aldan kemudian masuk ke dalam aula diikuti dengan Aldan.
sempat terlintas di benak Nana, tapi apakah hanya perasaan nya atau memang benar?
bahwa Aldan dan Adriyan agak memiliki kepribadian yang sama bahkan wajahnya sepintas agak mirip.
👬