
~True love that can't be owned ~
Hari ini adalah hari yang cerah, Nana menatap langit-langit kamarnya dengan tatapan dingin tak bermakna. dilirik nya jam dinding yang menunjukkan angka 10.
Dia mendesah, entah apa yang ada di fikiran nya, walaupun Nana sekarang bersama Adriyan namun perasaan nya jauh lebih besar terhadap Aldan.
sampai layar ponselnya berdering membuyarkan lamunannya.
"Lu nelpon siapa itu?" terdengar suara lirih dari kejauhan
"Halo.. kamu Diamana?" Tanya Nana penasaran
"Ini lagi prepare buat acara kekerabatan kakak kelas" ucap Adriyan terdengar begitu lembut.
"Disana rame banget yaa. kedengaran nih sampai sini" cibir Nana
Nana bangkit dari tempat tidur nya, dengan ponsel yang masih menempel di telinganya
"Kamu hari ini kemana? ada acara nggak?"
"Enggak, aku aja ini masih di rumah hehehe" tawa Nana begitu hambar.
Ting Tong Ting Tong
terdengar suara bel rumah
"Sebentar yaa, ada tamu kaya nya." Ucap Nana menatap pintu kemudian keluar untuk membukakan pintu.
dilihat nya seorang kurir membawa sekotak barang yang cukup besar.
"Atas nama Alice Aurdina" Ucap sang kurir.
"Oh iya pak" ucap Nana kemudian seorang kurir tersebut memberikan barang bawaan nya
"Tolong tanda tangan disini"
"Sudah"
"Terimakasih ya mba saya permisi"
"Iyaa terimakasih pak"
Nana masuk kedalam menaiki anak tangga dengan barang bawaan nya dibuka nya isi kotak tersebut.
terdapat gaun pesta yang menawan, dengan High Hells yang terlihat mahal dan juga beberapa perhiasan yang sederhana namun dengan kualitas yang tinggi. jelas sekali ini adalah barang-barang branded yang cukup mahal.
"Pasti ini kamu ya yang ngirim. ini terlalu bagus buat aku" Cibir Nana
Adriyan tersenyum mendengar kekasihnya menggerutu sambil mempersiapkan beberapa perlengkapan untuk pesta nanti malam
"Kamu udah lihat barang nya? nanti malam kamu pakai itu yaa. jam 8 aku jemput"
Nana mendesah sembari mencocokan gaun tersebut di depan kaca.
"Tapi ini"
"No tapi tapian. pokoknya kamu pakai gaun itu oke. aku tutup dulu telpon nya" ucapan Adriyan kini membuat Nana menyerah
Tok Tok Tok
"Nana, boleh mama masuk?" ucap Vira
"I-Iya maa" ucap Nana bersamaan dengan Vira yang membuka pintu. dia tersenyum melihat putri nya tersipu Malu dengan gaun yang sedang di pegangi nya
tanya Vira penasaran
"Iya ma, kak Adriyan nyuruh aku pakai gaun ini untuk pesta kekerabatan kakak kelas Ma"
Vira menatapi putri nya kemudian tersenyum lembut
"Enggak cocok ya ma?" tanya Nana
"Anak mama pakai apapun cocok, karena sudah cantik dari sana nya
Nana makin tersipu Malu, Vira memegangi pundak Nana, kini tubuhnya berada di belakang Nana sambil menghadap ke kaca
"Nanti malam mama yang makeupin kamu. pasti makin cantik." ujar Vira
ucapan Vira membuat Nana tersenyum manis
"Terimakasih Ma"
π π
Suasana malam yang indah dengan alunan musik nya yang harmoni membuat Nana terlihat seperti seorang putri kerajaan, dengan gaun nya yang indah membuat seluruh mata menjurus kepadanya.
Adriyan yang menyambut tangan Nana dengan hangat pun terlihat sangat tampan, membuat teman-teman nya iri dengan sepasang kekasih tersebut.
"Kak, Aku malu dilihat banyak orang" ucap Nana menundukkan wajahnya.
"Kenapa harus malu? mereka memperhatikan kamu karena kamu terlihat sangat cantik malam ini"
Nana menengadah kan kepala nya menatap kekasihnya yang menggandeng tangan nya dengan erat. Sampai akhirnya mereka berpapasan dengan Aldan dan Tania
"Nana, kamu cantik banget" Puji Tania membuat pipi Nana kemerahan.
"Terimakasih untuk pujiannya Tania, oh iya. Kamu kesini dengan Aldan?" Aldan hanya menatap Nana dan Adriyan tanpa berkata sepatah kata pun.
Tania menatap Aldan kemudian tersenyum kecil.
"Iya, Aldan memintaku untuk menjadi pasangannya dalam pesta ini." Ujar Tania sembari menggandeng tangan Aldan.
"Wahh kalian kelihatan serasi banget" Ujar Adriyan yang membuat raut wajah Nana berubah, entah mengapa rasa nya tidak nyaman melihat Tania bersama Aldan malam ini.
"Terimakasih" Ucap Aldan kini saling bertatapan wajah dengan Tania "Kami permisi ingin ke sana dahulu" Sambung Aldan.
"Ohh iya. Nanti kumpul sama Tim basket, kita mau ngucapin selamat kelulusan buat Anak basket yang lulus tahun ini" Ucap Adriyan dengan ramah, Aldan hanya mengangguk pelan dan menarik tangan Tania menjauh dari mereka berdua.
Nana menatap mereka, semakin menjauh hingga tak terlihat lagi karena tertutupi oleh banyak orang yang berdatangan.
"Apa yang kamu Lihat?" Ucap Adriyan membuyarkan lamunan Nana
"Bu-bukan apa-apa" ucap Nana dengan gugup.
"Kamu suka sama Aldan?" Ucap Adriyan. nana menundukkan wajahnya, kemudian menatap Adriyan.
Mata nya membelakak menatap Adriyan yang kini berada persis di samping nya, ekspresi yang dingin dan sulit di jelaskan. Nana melihat diri Adriyan seperti bukan biasanya.
"Ma-Maaf, aku sama Aldan gak ada apa-apa, kami sempat dekat karena Ibu nya Aldan itu teman lama Mama ku. selebihnya aku gak ada hubungan apapun"
Adriyan menghembuskan nafas berat, kemudian mendesah dan kembali tersenyum lembut kepada Nana.
βAku mengerti, ayo aku antar pulangβ
π₯π₯π₯π₯