LDR

LDR
Mengungkit kembali.



Tak terasa matahari sudah terbenam, malam pun tiba.


"E-ehhh gak terasa sudah jam 8 malam.. Tante Nana izin pulang ya" ucap Nana kemudian Violet menarik narik pakaian Nana "Kak Nana pulang nya nanti saja. Violet masih ingin main".


Nana tersenyum kemudian membelai lembut rambut Violet "Sayang... besok kak Nana main lagi kok. dia kan harus bangun pagi untuk sekolah.. nanti kalau kemalaman kak Nana bisa ngantuk besok pagi nya.." ucap Alisa.


"Iyaaa.. besok kakak main lagi dehhh" ucap Nana yang membuat Violet menyerah.


"Ayo naek.." ucap Aldan memberikan helm.


Kryukkkk!!!


Nana Terdiam merasa perutnya berbunyi


"Duhhh tadi Aldan dengar gak yaa... jadi malu." ucap Nana dalam hati kemudian naik ke belakang jok Aldan.


mereka menyusuri jalan kemudian berhentilah mereka di sebuah kedai makanan malam.


"E-ehhhhh kok berhenti disini?" tanya Nana kebingungan.. Aldan melepas helm miliknya.


"Gua tau lu laper kan? kita makan dulu" ucap Aldan masuk kedalam kemudian diikuti Nana


Aldan memesan dua mangkuk mie dengan potongan daging dan dua gelas teh hangat.


"Ini pesanan nya kak Aldan" ucap pelayan memberikan pesanan sambil tersipu malu.


"Kamu kenal dia?" tanya Nana penasaran.


Aldan memakan mie tersebut tak menghiraukan. kemudian berhenti.


"Kenapa gak di makan?" tanya Aldan dengan alis bertaut.


Nana hanya diam, membuat Aldan semakin gemas "Ayo dimakan.. nanti gak enak kalo udah dingin." ucap Aldan menggeser mangkuk Nana kehadapan Nana.


"Lagian aku tanya kamu diem aja" gerutu Nana membuat Aldan tersenyum kecil.


"Yaa kalo gua males masak suka makan disini. udah lu makan.." ucap Aldan sambil memakan makannya


"Woaaaaaaaaa enaaaakkk" ucap Nana sambil melahap makanannya.


"He'em" lirik Aldan ketika Nana memberikan daging miliknya ke mangkuk Aldan sambil tersenyum.



"Kelihatannya kamu lapar banget" ucap Nana tersenyum.


Aldan terdiam menghentikan Makanan nya kemudian menatap Nana yang sedang tersenyum riang.


"Ya.. memang harus seperti ini Aldan aku yang harus lebih dulu mengungkit masa lalu kita" ucap Nana dalam hati.


"Makasih" ucap Aldan kembali makan. "lu makan juga" terangnya.


Sampai dirumah Nana turun kemudian membuka pintu gerbang.


"Om Rivan sama Aksal belom pulanh?" tanya Aldan melihat rumah yang sepi.


Nana menatap apa yang di tatap Aldan. "Mmmm iya.. Kak Aksal masih ngerjain tugas di kantor, Mungkin Papa juga lembur, tadi sih katanya perusahaan Andromeda lagi banyak tender..." ucap Nana sambil tersenyum. kemudian Aldan terdiam.


"Ohhh iya aku lupa.. perusahaan itu kan perusahaan bersama milik papa dan om Ardan" ucap Nana dalam hati


"Mmmmm Makasih Aldan... mau mampir dulu?" tanya Nana kemudian Aldan menggelengkan kepalanya.


"Violet sama mama nunggu dirumah.. gua pulang ya." ucap nya sambil menyalakan mesin motor kemudian pergi meninggalkan Nana.


Nana membuka pintu dilihatnya Vira yang menorehkan wajah nya ke arah putri nya berdiri. Nana berjalan mendekati Vira Kemudian duduk di sampingnya.


"Gimana jadinya?" tanya Vira menyodorkan beberapa cemilan. "Aku tau mah. Aldan pasti ingin menyembunyikan semuanya dari aku." ucap Nana menatap televisi namun pikiran nya entah kemana.


"Emangnya tadi ngapain aja?" tanya Vira penasaran. "Tadi abis jemput Violet., Tante bilang Mama sama Tante teman dekat..." ucap Nana dengan alis bertaut.


"lalu.." ujar Vira "Aldan cuma diem.. dan di jalan dia cuma bilang kalo aku bakal tau tapi gak sekarang.." ucap Nana mengingat nya.


Vira terdiam sambil mengusap kepala putri nya. "Berarti kamu harus tunggu sampai Aldan bilang yang sejujurnya.. saat ini kamu hanya bisa menunggu.. mungkin sambil mengulang masa lalu kalian.. seperti jalan jalan. makan es krim atau... pergi ke taman hiburan.." ucap Vira. Nana hanya terdiam.


Kring!.


Pesan dari Adriyan muncul di ponsel Nana.


"Besok kita pulang pergi bareng ya.. pokoknya pagi aku jemput. oke"


Nana hanya tertawaan kecil melihat tingkah Adriyan yang manja.


"Siapa sayang?" tanya Vira ikut melirik ke layar ponsel Nana. Nana menorehkan wajah nya ke Vira sambil menggaruk kepalanya. "A-Ahhh ini kak Adriyan. besok mau jemput sama anter aku pulang, Ma" terang Nana.


Mama tersenyum riang "Ya wajar dong.. kalian kan sudah pacaran.. " ucap mama membuat Nana malu malu. kemudian menjawab pesan Adriyan.


"Iyaaa aku tunggu dirumah ya, besok pagi.. good night." balas Nana.


Nana kemudian pergi ke kamar dan beristirahat...


💘


"Heh... gadis ini......" Ucap Adriyan tersenyum.. entah makna apa yang tersirat dari senyumannya..


"Kamu beneran jadian sama dia?" Tanya Lusia.


"Iyaaa... ucap Ardiyan menatap langit malam lewat jendela kamarnya.


🍃🍃🍃🍃