LDR

LDR
kesetiaan.



Pagi ini Nana berangkat ke sekolah dengan wajah lesu dan Mata yang sembab.


sampai akhirnya sampai di kelas.


"Waaaahhh Nana selamat yaaaa" ucap para gadis di kelas yang mendekat ke tempat duduk Nana. "U-untuk apa??" ucap Nana gugup.


"Gimana sih. masa jadian sama kak Adriyan gak ngomong ngomong?" ucap Silvia membuat mata Nana membelakak ternyata anak anak di kelas sudah mengetahui nya.


"I-Iyaaa.. k-kalian semua su-sudah tahu ya?" ucap Nana menundukkan wajahnya. "Bukan hanya satu kelas Nana bahkan satu sekolah.." ucap Tania membuat Nana gelisah. dia tidak berani melihat kebelakang karena sudah jelas pasti Aldan juga mengetahuinya.


sampai akhirnya bel istirahat berbunyi Nana yang sedari tadi merasa semakin tidak nyaman menolak ajakan Tania untuk ke kantin karena tidak siap untuk bertemu dengan yang lainnya selain teman kelas nya terutama Lusiana kakak Anna sekaligus teman satu kelas Adriyan yang tergila gila dengannya.


"Selamat ya" ucap Aldan dari belakang tak di sadari hanya ada dirinya dengan Aldan di ruangan ini. suasana hening tak ada suara apa pun. "Terima kasih..."


"Nanti pulang sekolah bisa ikut gua?" tanya Aldan membuat Nana memalingkan wajahnya kebelakang.. "Kamu mau apa?" tanya Nana dengan alis bertaut. jika Aldan teman masa kecil Nana kenapa Aldan tidak bicara kepadanya? apakah Aldan tidak tahu Nana pernah lupa ingatan.


Nana terdiam menatap Aldan " Violet hari ini pulang dari rumah sakit... nanti sore pengen gua jemput, tapi dia mau nya di jemput sama lu juga.."


Nana tak menjawab apa apa yang ada di fikiran nya hanya mengapa Aldan tidak mau berbicara yang sesungguhnya.. sampai pesan singkat muncul di ponsel Nana


"T-Tunggu sebentar" ucap Nana melihat pesan dari Adriyan.


"kamu gak istirahat sayang? lagi diet kah?"


Nana menatap kedepan rasa nya tidak ingin dia membalasnya nya namun..


"Iyaaaa... lagi males makan aja hehehe"


dengan cepat balasan datang.


'"setelah pulang sekolah mau makan diluar gak?


Nana diam menatap Aldan.. "Jemput aku jam 4 sore.." ucap Nana. Aldan pun tersenyum dan mengangguk sembari pesan terkirim


"Maaf Adriyan.. aku ada urusan mendadak"


rumah terlihat hening. Nana teriam duduk di sofa menunggu Aldan.. tatapan nya datar tak berarti apa apa..


"Kamu kenapa sayang?" tanya Vira mengusap-usap kepala Nana.. tak lama air mata Nana menetes..


"Ma... hiks hiks.. kalau Aldan dekat dengan aku kenapa dia gak berkata yang sebenarnya.. Kenapa dia hanya diam ma?.. hiks hiks.." isak tangis Nana sembari bersandar di pundak Vira.


"Aldan itu anak yang baik sayang.. mama yakin.. Aldan pasti punya alasan mengapa dia tidak membicarakan yang sejujurnya..." ucap Vira menghibur Nana.


"Nanti kamu pergi dengan Aldan bukan? mungkin inilah waktunya yang tepat untuk kalian membangun kembali masa lalu kalian.."


Bel berbunyi Vira keluar diikuti dengan Nana yang Nana yakini itu adalah Aldan. tepat sekali Nana tersenyum melihat Aldan sama seperti Aldan melihat Nana...


"Tante." ucap Aldan Saliman ke Vira


"Salam Tante ke Alisa ya.." ucap Vira kemudian Nana dan Aldan meluncur menuju rumah sakit.


sampai di rumah sakit Nana dan Aldan menunggu di ruang tunggu. Nana menatap pemandangan dari atas rumah sakit melalui kaca sangat indah hingga Nana ingin mengabadikan nya lewat foto.


"Aldann... " ucap Nana. Aldan yang bersandar menorehkan wajah nya.. "Apa?" tanya nya singkat.


"Kita foto bareng yaa... ayooo wajah kamu kesini dong.." ucap Nana mengeluarkan ponsel.



Nana menatap ponsel miliknya Aldan hanya menatap dengan tatapan yang datar.. senyum terukir di wajahnya.


"baiklah.. kalau kamu tidak mau membuka masalalu kita... biar aku yang membuka nya..." ucap Nana dalam hati.


"Ayoo..." ucap Aldan sambil berjalan ke kamar Violet. dilihatnya Violet dengan wajah yang ceria sudah siap untuk pulang.


"Akhirnya.... Violet bisa pulang juga..." ucap Violet kegirangan.. Nana yang membawa pakaian Violet dengan tatapan hangat..


Aldan sudah memesan kan taxsi online kemudian memasukkan barang barang Violet ke bagasi, Alisa dan Violet masuk ke dalam.


"Nanti kakak ikutin kamu dari belakang yaa..." ucap Aldan mengusap-usap kepala Violet.


sampai di rumah Alisa dan Violet sampai duluan.. Nana dan Aldan langsung membantu supir taksi untuk memindahkan barang barang yang ada di bagasi.


kring... pesan singkat muncul di ponsel Nana


"Kamu lagi apa sayang?”


Nana terdiam kemudian menatap Aldan dan Violet yang sedang bercanda ria.


"Aku lagi di rumah.. lagi ngerjain tugas..."


ucap Nana singkat..


"Nana... giamana keadaan nya Vira?" tanya Alisa menghidangkan secangkir teh hangat.


"Baik Tante.. oh iya.. Tante ternyata kenal dengan nama ya..." ucap Nana tersenyum kemudian menatap Aldan..


entah kenapa Aldan yang tadinya sedang bercanda dengan Violet kini berfokus kepada Nana.