
Jika di hari pertama, Intan masih begitu kaku dalam bekerja. Di hari kedua, mungkin saja seorang Intan sudah tidak memiliki masalah yang berarti dalam bekerja. Intan sudah siap untuk bekerja seperti pekerja lainnya.
Walaupun sempat bangun telat dari biasanya, tapi itu tidak akan jadi hari yang buruk bagi seorang Intan. Mungkin hari ini akan jadi hari yang menyenangkan bagi seorang Intan. Hari kedua bekerja sebagai seorang pelayan.
Intan menyapa setiap orang yang dia temui di loker. Tak jarang banyak yang mengajak Intan berkenalan. Mereka menyukai senyum seorang Intan yang manis. Itu yang membuat mereka begitu ramah pada seorang Intan. Padahal Intan adalah anak baru di restoran.
Begitu Intan sudah siap, dia pun mulai memainkan perannya sebagai seorang pelayan. Merapikan semua hal yang harus di persiapkan. Begitu juga dengan hal lain yang harus di lakukan oleh Intan. Menata meja serta kursi, hingga melakukan hal yang sama sekali tidak pernah di lakukan oleh dirinya. Yakni membersihkan lampu-lampu yang ada di atas meja tamu. Ini pekerjaan yang begitu sulit bagi seorang Intan, namun dia harus bisa melakukan semua itu dengan baik.
Di pembersihan pertama, Intan tidak memiliki masalah sama sekali. Namun saat lampu kedua, Intan mulai ceroboh. Hingga akhirnya Intan pun menjatuhkan satu lampu kecil yang ada di meja tamu. Sontak suara pecahan lampu itu terdengar ke telinga semua orang. Mereka pun langsung melihat apa yang terjadi.
Untung hari ini bukan Captain Liam yang sedang melakukan shift. Hingga Intan tidak langsung di maki dengan kata-kata yang kasar. Hari ini menjadi tugas dari seorang Captain Harry. Dia lebih santai serta jauh lebih baik dalam menghadapi setiap masalah. Walaupun dia juga seorang yang tegas, namun Captain Harry masih bisa menolerir kesalahan dari anak buahnya.
Mengetahui Intan adalah anak baru, Captain Harry tidak memarahi Intan sama sekali. Bahkan dengan bijaksana, Captain Harry meminta semua orang untuk tidak melihat apa yang terjadi. Semuanya baik-baik saja, tidak ada yang harus di khawatirkan oleh semua orang. Jadi setiap orang tidak harus melihat apa yang terjadi. Fokus pada pekerjaan masing-masing.
Beberapa orang yang sudah berkumpul di lokasi jatuhnya lampu tersebut, seketika membubarkan diri. Vina yang merupakan seorang pelayan juga, sempat ingin memaki seorang Intan. Dia terkenal sebagai seorang yang sombong, tak heran dia selalu merasa sebagai seorang pelayan senior yang ingin mendapatkan perhatian dari setiap orang.
"Maafkan saya Captain." ucap Intan sambil menunduk.
"Ba-ba-baik Captain." ucap Intan semakin gugup.
Melihat Intan yang begitu gugup, Captain Harry meminta Intan untuk bisa lebih santai lagi. Bekerja di restoran tidak akan seperti bekerja di pabrik atau kantor. Setiap orang bisa menikmati perannya masing-masing, tidak ada yang harus di khawatirkan oleh seorang Intan. Jadi Intan harus bisa lebih baik lagi dalam menyikapi semuanya.
"Nama kamu siapa?" tanya Captain Harry.
"Nama saya Intan, Cap." jawab Intan terlihat masih gugup.
"Baik Intan, saya harap kamu tidak segugup ini. Sebab kamu harus bisa dengan tegas untuk menjelaskan setiap menu pada setiap pelanggan yang akan makan di sini. Jadi kamu harus pandai-pandai dalam menunjukkan jati diri kamu." pinta Captain Harry.
"Baik Cap. Saya akan berusaha merubah itu semua." ucap Intan.
Intan pun langsung membereskan sisa beling yang berceceran tersebut. Dia berusaha membuat semuanya menjadi lebih baik lagi. Sehingga tidak akan ada yang celaka dengan pecahan beling tersebut.