INFAMOUS

INFAMOUS
Ekslusif



...[KREEEEKKK]...


Aku baru saja membuka pintu apartemen ku setelah pulang dari TKP. Sebelum membahas hal sebelumnya, aku memiliki banyak pertanyaan dengan apa yang terjadi dengan apartemen ku saat ini.


"Kemana Hana? mengapa lampu apartemen mati?"


Awalnya aku berpikir kalau Hana sudah kembali ke apartemen nya. Tapi karena pintu tidak dikunci, aku yakin sekali ada yang aneh.


"Hana?" aku mencoba memanggil.


Awalnya juga, aku ingin menyalakan lampu. Tetapi karena aku suka kegelapan, sengaja aku tidak menyalakannya.


"Mungkin sudah pul--"


...[KREEEEKKK]...


Aku membuka pintu kamar. Betapa terkejutnya aku ketika melihat apa yang kulihat saat ini.


"Tarik kembali ucapan ku."


Sekarang aku sedang melihat Hana tertidur di kasur ku. Pikiran aneh mulai melintas di otakku. Tapi sekuat mungkin aku mencoba berfikir positif. Aku melihat sekitar kamar jika ada kamera yang sedang tersembunyi.


Dari sudut ke sudut sudah ku cari. Hasilnya tentu saja nihil. Ternyata ia memang benar-benar tidur di kasur ku.


Apakah kalian berpikir apa yang sedang kupikirkan sekarang? kurasa tidak. Kalian berpikir kalau aku akan tidur bareng dengannya?


Ya, itu benar.


Aku mengunci pintu apartemen. Kuncinya masih menggantung di balik pintu. Setelah menguncinya, aku masuk ke kamar untuk ganti baju.


Setelah ganti baju, aku langsung mengunci kamar. Lalu ikut bergabung dengan Hana untuk tidur bareng dengannya.


Aku ingin tahu apa ekspresi nya ketika ia bangun nanti.


...[Keesokan harinya]...


Hana bangun duluan. Ia melihat jam digital di mejaku yang sudah menunjukkan pukul 8:30, hari sabtu. Lalu ia baru sadar kalau sedang ada di kamar ku.


"Bagaimana aku bisa disini?" Hana mengingat-ingat tujuannya kemarin datang kemari. "Oh iya. Untuk mencari tahu foto yang Nico simpan itu."


Ia membuka selimut yang ada di kakinya. Tetapi tiba-tiba selimut itu tertarik dengan sesuatu di sebelahnya. Karena ia heran apa yang menariknya, Hana pun menoleh ke sebelahnya.


"Eh?"


Dari kesunyian di luar. Tiba-tiba . . . . .


"KYAAAAAAAAAAA!!!!!" Hana terkejut berat.


Aku yang sedang tertidur, reflek bangun oleh teriakan itu. "Huuu . . . . berisik!" aku menegurnya.


"A . . . apa yang kau lakukan disini?!" ekspresi Hana sangat kacau.


"Lah? apakah pertanyaannya tidak terbalik?" tanya ku balik menggunakan logis.


"Eum, ya itu benar" Hana berubah pikiran, "tapi . . . . "


...[BRUGGGG]...


Ia melempar bantal kepadaku. "MENGAPA KAU HARUS TIDUR DENGANKU? SETIDAKNYA BISAKAH KAU MEMBANGUNKAN KU TERLEBIH DAHULU?!"


"Hana, bisakah kau kecilkan suara mu? apa kau ingin membuat tetangga menegur kemari?" aku menenangkannya.


"Tapi . . . . eurgh!!!" ia masih kesal dicampur dengan rasa malu.


Bodohnya aku juga, mengapa aku tidak menggunakan baju. Untung saja badanku six pack. Terserah dia mau menyukainya atau tidak. Ini kamarku. Suka-suka diriku.


"Tapi, kamu tidak melakukan sesuatu denganku . . . . .kan?" wajah yang melirikku dengan ekspresi canggung itu, membuatku mereset pikiran kotorku di otak.


"Tidak mungkin lah. Lagipula," aku bangun dan duduk di ranjang ku, "untuk apa juga aku melakukan hal itu?"


"Mengapa juga . . . . aku harus melakukan hal itu ke pacar ku sendiri?" ucap ku.


Wajah Hana menjadi merah. Ia memalingkan wajahnya secepat mungkin. Kemudian dia berdiri berjalan meninggalkan ku.


"A . . . aku ingin mencari udara seg--"


...[BRUGGGG]...


Ia terbentur pintu ketika ingin membuka pintu.


"Hati-hati. Semalam aku menguncinya" cemas ku.


"D . . . dikunci?!!!!" Hana yang mendengar itu segera membuka kunci dan langsung bergegas pergi dari sana.


...[KREEEEKKK]...


Setelah ia pergi dan menutup pintu. Aku tidak tahu ia pergi kemana. Yang pasti aku juga akan beranjak dari ranjang ku.


Aku memakai baju dan melihat pemandangan di luar dari balik jendela. Sekarang, aku akan merekap apa yang terjadi dengan kejadian semalam. Dan mungkin juga setelahnya.


Oke.


Octo Bast. Umur 16 tahun. Murid kelas A di sekolah yang bernama Infamous. Nama channel di ZiuTube nya adalah Blast Racer, 4 juta subscribers. Ia membuat konten dengan cara merekam balapannya di sirkuit ilegal yang masih tersembunyi di kota.


Channel-nya sudah di nonaktifkan oleh pihak ZiuTube setelah ia diketahui telah melakukan kejahatan yang bersangkutan dengan kriminalitas.


Ia memanfaatkan korban pertamanya untuk dijadikan bahan keselamatannya dengan cara ancaman berupa pembakaran rumah korban, beserta korban di dalamnya.


Leo Messiah. 16 tahun. Korban pertama yang diteror oleh pelaku akibat iri dengan karirnya. Pelaku juga menginginkan kehidupan yang sama dengan Leo. Tapi halangan yang menurut sang pelaku katakan, Leo adalah batunya.


Sang korban dituduh sebagai pelaku dari penghantam korban kedua. Lokasi hantaman korban kedua berada di dekat rumah korban pertama.


Touré Gaia. 17 tahun. Sang mata-mata dan penyelidik dari kelas C. Sekolah Infamous. Ia menjadi korban setelah sang pelaku menyadari keberadaan korban kedua berada.


Situasi semakin gawat. Bast sebagai sang pelaku, membuat ancaman kepada Leo melalui surat yang ditempelkan di pintu kamarnya. Pelaku diam-diam masuk ke dalam rumah Leo dan memberikan surat ancaman.


Korban pun semakin dibuat panik. Ia pun terpaksa harus menuruti permintaan Bast, daripada harus dibakar rumahnya serta dirinya.


Leo pun diamankan oleh polisi setelah ia mengakui kejahatannya selama ini. Bast merasa kalau ini semua sudah selesai.


Beberapa minggu setelahnya. Pelaku kembali berulah. Ia ternyata diam-diam memiliki gudang dan basement penuh dengan narkoba jenis sabu-sabu. Penghasilannya selama ini ternyata berasal dari uang haramnya.


Orang tua si pelaku sudah lama meninggalkannya ketika ia masih kecil. Ia dibesarkan oleh panti asuhan yang mau mengasuhnya. Tapi ketika berumur 13 tahun, Bast melarikan diri dari tempat tinggalnya.


Ia menghasilkan uang dengan cara memperjualbelikan narkoba yang ia edarkan sendiri. Orang yang tidak sengaja menemukan gudang narkoba milik si pelaku adalah, si korban ketiga.


Sasha Mel. 16 tahun. Siswi pindahan dari kelas B ke kelas A. Ia menggantikan tempat duduk Leo sementara. Naas, ia memiliki nasib sial setelah korban ketiga pulang melalui jalur ia pulang biasanya. Yaitu gang kecil dimana tidak ada cahaya matahari yang menyinari.


Sehingga saat itu, ia tidak sengaja melihat sang pelaku sedang memindahkan barang ilegalnya ke mobilnya. Akhirnya, korban menjadi bahan penculikan selama 4 hari. Alasan pelaku menculiknya, agar ia menutup mulut.


Pelaku berkata kalau ia tetap memberinya makan. Ia juga tidak melakukan pelecehan kepada korban untuk itu. Beberapa hari sebelum ditemukan. Saksi mengaku kalau ia melihat korban sedang melarikan diri dari si pelaku.


Rhyme Dysa, 15 tahun. Ia adalah saksi langsung pada malam ketika ia sedang berbelanja di supermarket dekat apartemen nya.


Sampai akhirnya, sang pelaku tertangkap juga. Yang berhasil memecahkan kasus ini dan menemukan petunjuk untuk mengetahui semua hal yang dilakukan pelaku.


Mikhail Nico, 17 tahun. Sang detektif dadakan dari kelas A. Sekolah Infamous juga. Ia dinobatkan sebagai murid terpintar di sekolahnya.


Si pelaku, Bast. Ia dijebak oleh Nico dengan cara menjatuhkan barang bukti di tempat dimana ia menemukan barang itu sebelumnya. Kelengahan dari si pelaku adalah, ia tidak sengaja menjatuhkan barang bukti ketika sedang diam-diam mengambilnya.


Nama Mikhail Nico tersebar di sosial media dan berita di televisi.


Barusan aku telah merekap semua yang kutahu dari kejadian semalam. Aku tahu informasi ini setelah datang dan mendengarkan apa yang Bast katakan di ruang interogasi.


Selanjutnya, aku tidak tahu apa yang akan pengadilan lakukan dengannya. Yang pasti, Aku, Dysa, dan korban lainnya akan menghadiri pengadilan itu. Tentu saja teman-teman yang sudah ikut denganku selama ini juga akan menghadirinya nanti.