INFAMOUS

INFAMOUS
Nico & Zico (3)



"Tunggu dulu, bagaimana Zico itu adalah sepupuku? aku tidak pernah bertemu dengannya!" heran ku.


"Itu karena kau orang yang malas pada saat itu. Zico awalnya ingin bermain juga denganmu loh! ingat tidak sih?" ucap Akira dengan nada tinggi.


Zico kembali mengingat-ingat. "Tunggu . . . . sepertinya aku tidak tahu kalau kau punya adik deh. Sejak kapan aku mengaj--"


Akira langsung menutup mulut Zico dengan tatapan menyeramkan. Zico nurut saja apa yang Akira lakukan.


"O . . . oke . . . itu agak sedikit kasar terimakasih. Tetapi sekarang kembali ke sesi pertanyaan" alih ku.


"Dia adalah anaknya kakak ayah yang anaknya memiliki anak lagi!" Akira menjelaskan.


Aku terdiam sedikit, "eum . . . . o . . . okee?"


"Sudahlah sekarang aku bingung apa yang terjadi dengan kalian berdua. Sekarang jelaskan apa yang membuat kalian berdua bertengkar!" Akira melirik kepada kami berdua dengan tatapan tajam.


"Silahkan dia jelaskan" Zico menunjukku.


"Loh, aku sudah menceritakannya kepada kakakku. Harusnya kau sendiri yang menjelaskan bodoh!" aku menunjuk balik.


"Akan ku bunuh kalian berdua sekarang juga jika begini terus!" Akira menarik telinga kami berdua.


"Aahhhh oke-oke akan ku jelaskan!"


Selang beberapa keheningan waktu, aku mulai bicara. "Jadi begini . . . ." aku meletakkan gelas es kopi ku di meja.


"Dia tahu identitas ku! bagaimana ia bisa tahu? itu saja loh. Jika hal itu ter-bocorkan, maka tidak segan-segan untuk ku mutilasi sampai kau bereinkarnasi lagi!"


"Hei tenanglah Nico. Aku akan menjelaskan ini." Zico menenangkan ku.


Aku diam dan siap menanggapinya. Begitu juga dengan Akira yang tidak berhenti melirik ke wajah kami.


"Baiklah lupakan, bagaimana saja?" alih ku.


"Jadi dimulai ketika aku duduk di bangku SMP kelas 8/9. Tidak ku sangka aku akan menceritakan hal ini pada kalian. . . ."


"Tidak tidak," aku menepuk bahunya, "kami berdua akan serius mendengarkannya.",


"Hah? SMP? melihat sosmed ku? bagaimana ceritanya? memang kau sekelas denganku sebelumnya?"


"Kamu dulu masuk SMP Orion bukan? kita padahal dulu sekelas loh!'


"Oh sayang sekali. Aku tidak memperhatikan orang sekitar ku. Lagipula alasanku sering tidak ada di kelas, karena aku sering mencuri kesempatan untuk tidur di ruang komputer. Jika tidak mengantuk, maka aku akan bersembunyi di bilik kloset kamar mandi untuk bermain game tanpa ada yang ganggu."


"Ou . . . oke. Memang sebenarnya tidak ada yang berhubungan dengan ini juga. Lagipula yang tahu tentang akun mu itu siapa saja selain kita bertiga?" tanya Zico.


"Sudah pasti guru-guru dan kepala sekolah. Apalagi para sponsorship itu yang mencari cuan!" kesal ku dengan memukul meja dengan pelan.


"Sponsorship belum tentu peduli dengan orang-orang disini atau diluar sana. Seperti kamu" ucap Akira.


Zico mengangguk. "Itu benar. Meski aku tahu akun sosmed mu, tetapi aku tidak membocorkannya kan?"


"Itu bagus, kenapa kau tidak membocorkannya?" puji ku.


"Karena aku tahu jika kamu adalah sepupuku" jawab Zico.


"Tidak salah. Tetapi mengapa kau tidak pernah menyapaku sekalipun ketika masih SMP?"


"Loh, kamu sendiri yang sering menghilangkan diri di sekolah. Sulit untuk mencari mu dan sulit untuk menyapa mu karena sifat ku yang dulu pemalu."


"Sudahlah, sekarang kita punya rahasia masing-masing bukan? bagaimana jika kita nikmati hari ini dan membeli banyak es kopi kembali?" Akira mendinginkan suasana.


"Itu benar. Tunggu sebentar, aku akan membelinya." Aku menarik tangan Zico, "Ayo Zico, kita beli es untuk kakak kelas kita! secara tidak langsung kita sudah dimanipulasi olehnya."


"Itu benar, ayo" Zico beranjak dari bangkunya dan ikut denganku untuk membeli es kopi di lantai bawah.


Dari kejauhan, Akira nampak terlihat tersenyum melihat kami berdua menjadi akrab setelah bertengkar sebelumnya. Akira membuka tasnya dan mengambil ponsel untuk melihat sosmed nya.


Di beranda sosmed Akira, isinya banyak sekali postingan tentang Anime dan Memes yang membuat moodnya kembali.


"Tugasku sudah selesai mengakrabkan mereka," Akira mengetik di eksplorasi untuk mencari akun seseorang, "selanjutnya adalah, untuk mengakrabkan dengannya kembali."


Akira melihat akun sosmed yang isinya adalah postingan gadis yang ia ikuti di sosmed. Gadis itu masih misteri dan belum diketahui namanya, tetapi Akira seperti sudah mengenal gadis itu dan menginginkan ku untuk akrab dengannya di kemudian hari nanti.