INFAMOUS

INFAMOUS
Investigasi



"Kalau tidak salah . . . . kau dari . . . ." aku mengingat-ingat wajah wanita ini.


Lalu datanglah 2 temannya yang mendatanginya, "ada apa Ellé?"


Lalu datang juga Zico, Touré, dan Sagi yang keluar dari persembunyiannya, "siapa mereka Nico?" tanya Touré.


Zico melihat ke 3 orang itu. Ia merasa kalau wajah ini familiar. "Loh, kau kan perwakilan kelas D kan?"


"Kau kenal dengannya?" tanya ku pada Zico.


"Jelas lah! dia kan dari OutFa--"


Tiba-tiba Ellé menutup mulut Zico. "Ssshhhtttt, jangan bicara itu disini."


Zico baru sadar kalau disekitarnya ada orang dari luar OutFamous. Ia mengangguk dan menurunkan tangannya Ellé.


"Ellé, kamu mengenalnya?" tanya lelaki di sebelahnya.


"Ya, aku mengenal 2 orang ini kok" Ellé menunjuk kami berdua dengan kedua jarinya, terkecuali Touré.


"Syukurlah aku tidak dikenal" tawa Touré.


"Tidak ada yang ingin mengenalmu juga" canda Sagi.


"Maaf, kalau boleh sekali lagi, bolehkah kau perkenalkan dirimu kembali?" permintaan ku pada Ellé.


"Tentu, tetapi setelah ini kalian berdua ya?"


Kami berdua mengangguk.


"Baiklah, namaku Fiona Ellé dari kelas D. Teman-teman ku biasanya memanggilku Ellé."


"Aku Kel Zico, dari kelas C. Dan ini temanku dari kelas A, Mikhail Nico" Zico memperkenalkan kami berdua.


"Oke oke, kurasa aku ingat dengan kalian. Terutama Nico ini" Ellé mendekatiku untuk melihat wajahku lebih dekat.


"Oiya, ini Touré teman sekelas ku. Maaf lupa mengenalkannya" Zico menunjuk Touré.


"Dan ini teman sekelas ku Sagi dari kelas A." Aku memperkenalkan Sagi juga.


"Hai" Sagi menyapa.


"Baiklah. Ini teman-teman sekelas ku," Ellé menunjuk teman lelaki disebelahnya, "dia Xenon."


"Yo" Xenon menyapa.


Lalu Ellé menunjuk teman perempuan di sebelahnya, "dan ini Yoka."


"Halo" Yoka juga menyapa.


"Senang bertemu kalian. Baiklah kembali ke pertanyaan." Sagi mengalihkan pembicaraan.


"Ya, apa yang kalian lakukan disini?" tanya ku pada Ellé.


"Mungkin jawabannya sama dengan kalian."


Aku dan temanku yang lain saling menatap satu sama lain. "Mencari Elsa?"


"Exactly!"


"Jadi kau mengenalnya?" tanya Zico.


"Oh jelas, dia adalah teman kami sedari SMP" jawab Xenon.


"Begitulah jawabannya. Bagaimana dengan kalian sendiri?" Ellé berbalik bertanya.


"Kurasa . . . . . ini salahku" aku menundukkan kepala.


Xenon mendatangiku. Lalu ia menarik kerah baju ku dengan wajah amarah. "Apa yang kau lakukan padanya?!"


Lalu Touré melepaskan genggamannya Xenon, "apakah harus dengan memulai ribut di sini?"


"Selama hal itu sampai menyakiti Elsa, Ya! aku berani menantang kalian semua!" amarah Xenon.


"Sudah-sudah," aku membelakangi Xenon untuk menahan Touré, "lebih baik kita bahas ini terlebih dahulu bukan?"


Xenon yang melihat kesempatan itu, ia mencoba memukul kepala ku dari belakang. Dengan cepat, aku menoleh dengan tatapan tajam. Aku menghindari pukulan itu, lalu menarik lengannya, kemudian ku banting dia sampai terjatuh.


...[BRUGGGG]...


"Ahh!" ia kesakitan.


"Maaf, tidak bermaksud untuk melakukan itu. Tetapi jangan lakukan hal itu lain kali, ok?" aku membersihkan debu di pakaianku.


"Ribut saja terus!" kesal Ellé.


"Hehe, maaf maaf. Aku tidak ada niatan untuk seperti ini kok." Kemudian aku mengulurkan tanganku pada Xenon. "Bagaimana jika kita sama-sama mencarinya? pasti akan lebih cepat pencariannya kok."


Xenon memandang tanganku, lalu ia menggapai tanganku untuk kembali berdiri. "Avec plaisir" ucap Xenon.


"s'il vous plaît aider à l'avenir, d'accord?" kata ku.


"Aku tidak menyangka kau bisa berbahasa Spanyol!" Touré terpukau.


"Spanyol darimana? jelas-jelas itu Perancis bodoh!" sela Zico.


"Ouh, iya kah? hehe aku tidak tahu" Touré memegang kepalanya.


"Baiklah Ellé. Mulai dari mana kita?" aku mengulurkan tanganku padanya.


"Dari sekarang!" Ellé mau bersalaman denganku.


...[Sementara itu diluar bangunan]...


V yang bosan sedari tadi mondar-mandir untuk menjaga pintu, ia merasa ada sesuatu yang aneh.


"Perasaanku buruk" perasaan V.


Lalu ketika V sedang melihat ke kiri dan kanan, ia terkejut karena seperti melihat ada seseorang yang mengintip kepadanya.


"Eh? perasaanku saja atau memang barusan ada yang mengintip?"


V mencoba mendatangi orang yang mengintipnya itu, tapi ada seseorang yang menepuk pundaknya. "WAAAAAAAA!" V terkejut hebat.


"Hah? ada apa denganmu V?" tanya ku.


Kami semua baru keluar dari bangunan yang gelap itu. Aku bingung dengan V yang sikapnya tiba-tiba jadi aneh. "Apa kau baik-baik saja?"


"Aku ingin cerita, tapi jangan disini" V memegang kedua pundak ku, "Tapi . . . . siapa mereka?" V malah teralih dengan orang-orang yang baru dilihatnya.


"Jangan disini, ayo cerita terlebih dahulu nanti!" aku mendorong V ke depan untuk menyuruhnya keluar dari gang yang gelap ini.


"Ou . . . oke . . ." V berbalik dan berjalan keluar gang.


Lalu orang yang sebelumnya mengintip V, ia langsung pergi dari tempat itu tanpa kami ketahui keberadaannya.