INFAMOUS

INFAMOUS
Pencarian



Akhirnya aku sudah sampai di kafe untuk bertemu yang lain. Aku kemari bersama Sagi menggunakan mobilku. Lalu aku ke lantai atas untuk bertemu dengan teman ku dari kelas C.


Setelah melihat mereka, aku langsung mendatanginya. "Maaf, apa aku telat?"


"Hai Nico, Sagi" mereka menyapa kami, "tidak, kalian tidak telat kok."


"Baiklah langsung saja kita mulai" aku langsung duduk di kursi depan mereka.


Setelah semuanya duduk, aku meminta teman-temanku untuk mendengarkan. "Oke, kalian pasti sudah tahu ini membahas tentang apa."


"Elsa kan? ya . . . . meski aku tidak mengenalnya, tapi sebisa mungkin kami akan bantu" semangat Touré.


"Baguslah jika kalian sudah paham."


"Jadi apa rencana mu Nico?" tanya V.


"Aku sudah bertanya kepada teman dekatnya Elsa, ia berasal dari kelas A juga. Aku bertanya alamat rumahnya."


"Apa hasilnya?" tanya Zico.


"Kita akan ke sana," aku memandang teman-temanku, "sekarang juga!"


...[Sementara itu]...


Bu Ellie masih berada di ruang guru sekolah. Ia sedang menunggu seseorang sembari merapihkan meja kerjanya. Semua guru sudah pulang semua, kecuali Bu Ellie yang masih menunggu seseorang.


...[TOK TOK TOK]...


Seseorang mengetuk pintu dari luar pintu. "Ibu, ini aku."


"Silahkan masuk" Bu Ellie mempersilahkannya.


...[SRRRTTTTT]...


Datanglah lelaki berambut merah yang menutupi matanya. Ia berjalan menghampiri Bu Ellie di mejanya.


Bu Ellie pun menyapanya. "Halo, akhirnya kau datang juga."


"Ibu memanggilku kemari ada apa? lagipula ibu tahu siapa aku?" tanya dia.


"Tentu saja ibu tahu," Bu Ellie memandang wajahnya. "Lóis Wayne, dari kelas B. Ibu ada keperluan denganmu sekarang."


"Apa yang ibu perlukan?" tanya Wayne.


Lalu Bu Ellie melihat sekitar ruangan dengan hening. "Wayne, tolong tutup pintunya."


"Eh . . .eh . . . o . . . oke" Wayne menutup pintunya.


"Huff," Bu Ellie menghela nafas. "Apa kamu tahu tentang OutFamous?"


"Tidak pernah dengar."


"Baguslah, ternyata masih belum bocor" senang Bu Ellie. "Kalau begitu biar ibu jelaskan mengenai OutFamous ini."


"Hmm" Wayne penasaran.


Setelah itu Bu Ellie menjelaskan keseluruhan tentang apa itu organisasi OutFamous. Wayne merasa tertarik dengan organisasi rahasia yang sedang dijalankan oleh Bu Ellie sekarang ini.


"Baiklah aku ikut" Wayne tertarik.


"Sudah kuduga kau pasti akan menyetujuinya. Tidak mungkin tidak ada yang tertarik dengan OutFamous ibu ini."


"Lalu kapan aku harus mengikuti rapat ini?" tanya Wayne yang masih ingin tahu banyak.


"Setiap Jumat selalu rapat."


"Terimakasih banyak Bu" Wayne tersenyum.


...[Kembali ke jalan]...


Aku, Sagi, V, Zico, dan Touré sedang menelusuri daerah dan arah pulang Elsa biasanya. Kami belum menemukan apapun yang menarik di trotoar jalan ini. Tentu saja memang rada mustahil jika ia meninggalkan jejak di sini.


"Kau yakin rencana ini akan berhasil?" tanya Sagi pada ku.


"Kau yakin ini rute Elsa biasa berjalan?" tanya V.


"Bisakah kalian semua diam? aku sedang sedetail mungkin mengamati dan menganalisis jalan ini" risih ku.


"Hei, apakah itu sebuah gang?" Zico menunjuk sebuah jalan di depan.


"Hmm?" semua orang melihat apa yang ditunjuk oleh Zico.


Kami mendatangi gang itu. Sebuah gang kecil yang lumayan gelap. Karena di dalamnya tidak ada lampu satupun. Alasan mengapa gelap, karena sinar matahari atau bulan tertutup oleh bangunan gedung yang tinggi ini, sehingga ini membuat kami semua curiga oleh lokasi yang satu ini.


"Gelap, tidak ada lampu" aku menyalakan senter hp untuk menerangi jalan.


"Kurasa aku mulai percaya kalau Elsa pasti diculik" Zico mulai ikut curiga.


"Hei hei, coba lihat ini!" V menunjukkan sesuatu yang ia terangkan menggunakan senter ponselnya.


Semua orang menghampiri V untuk melihat apa yang dilihatnya.


"I . . .itu . . ."


"Anting?" Sagi memungutnya. "Kurasa ini anting wanita."


"Anting itu . . . . kurasa aku pernah melihatnya" aku kembali mengingat-ingat.


"Memang kau pikir anting itu untuk pria? ada-ada saja beliau yang satu ini" Touré menepuk jidatnya dengan sedikit tertawa.


"Ada saja. Tapi mungkin itu teruntuk orang homo" elak Zico.


"Sudahlah lupakan," aku menerangi dari lantai ke atas perlahan, "Eh, pintu?" aku terkejut.


Ketika aku memegang kenop pintunya, ternyata tidak dikunci. "Hei teman-teman, kalian lihat ini kan?" aku menoleh ke yang lain.


Mereka semua terkejut setelah melihat ternyata ada pintu tersembunyi yang sangat gelap sehingga seperti kamuflase dengan kegelapan.


"Apa yang kau tunggu Nico? cepat buka pintunya" suruh Sagi.


...[KREETTTTT]...


Pintu sudah kubuka sedikig. Aku mengintip untuk melihat apa yang ada di dalam dengan hati-hati.


"Apa yang ada di sana Nico?" V penasaran.


Aku merasa seperti ada yang janggal dengan sesuatu yang ada di dalam sini. Lalu aku membuka pintunya dengan terbuka.


"Wew" semua orang terkejut.


Ternyata ada sebuah ruangan gelap yang seperti ruangan yang tidak terpakai. "Di dalamnya masih banyak pintu lagi, namun apakah harus di cek satu-satu?" tanya ku pada yang lain.


"Apa kau yakin tidak ingin meminta polisi saja untuk memeriksa tempat ini?" V sedikit gemetar.


"Kita sudah sejauh ini," aku menoleh ke wajah V. "Kamu bisa tunggu disini bila mau. Aku dan yang lain akan menelusuri ke dalam sini."


"B . . .b . . .baik" karena V merasa tidak enak, ia setuju untuk menunggu diluar.


Sebelum semua masuk, aku meminta V sesuatu. "V, lihat waktunya" aku menyuruhnya untuk mengecek jam di ponselnya.


"Kenapa memangnya?" tanya V.


"Sekarang jam 5 lewat. Jika sudah 2 jam lebih kami tidak kembali," aku menepuk bahu V. "Tolong segera telepon polisi, ok?"


"Hei hei, kalian akan kembali kan? iya kan?" V khawatir.


"Berharap saja" senyumku dengan memejamkan mata.


Setelah itu, aku dan yang lain melangkah memasuki ke dalam ruangan yang gelap itu. Yang menerangkan tempat ini hanyalah senter dari ponsel kami masing-masing.


Kami sudah yakin 99% jika Elsa benar-benar diculik saat ini. Tidak ku sangka ternyata ada tempat seperti ini disini. Sudah sejauh ini kami menelusuri jalan hanya demi mencari Elsa yang menghilang saat ini.


Dan yang pasti, aku tidak akan pulang sebelum menemukannya. Mungkin menurut orang lain, ini sangatlah kurang penting. Tetapi menurutku, aku merasa bersalah juga soal ini. Aku berpikir sebelumnya bahwa akulah yang membuat ia kecewa dan membuatnya menghilangkan diri.


Tapi tidak. Aku akan membuktikan kalau aku itu benar. Ternyata seleb seperti aku bisa khawatir dengan orang sepertinya. Aku tidak ingin kehilangan seseorang lagi.