INFAMOUS

INFAMOUS
Salam Kenal, OutFamous



Jam sudah menunjukkan pukul setengah enam. Aku dan beberapa murid dari kelas B sampai Z sedang dikumpulkan oleh Bu Ellie untuk suatu rapat dadakan. Rapat ini kupikir hanyalah sekedar bercanda atau tidak akan serius kedepannya.


Tetapi karena Bu Ellie bermain dengan ancaman, maka tidak ada pilihan lain selain terpaksa ikut dengan organisasi ini. Organisasi ini bernama OutFamous, yaitu sebuah organisasi yang muridnya akan menjadi penggerak festival 6 bulan menanti.


Kini sekarang kami masih ditahan oleh Bu Ellie sampai rapatnya selesai. Entah sampai kapan rapat ini selesai, tetapi aku sedang khawatir dengan Hana yang sedang pulang sendirian. Meski ia mungkin sekarang ditemani oleh Sagi dan Kiera, pasti beberapa blok ke depan mereka akan berpisah.


Tapi jika aku terlalu mengkhawatirkan Hana, aku tidak dapat fokus untuk menyimak pembahasan ini. Jadi maaf saja Hana, demi identitas ku yang masih terjaga, aku akan menuruti apa yang akan Bu Ellie katakan untuk beberapa waktu ke depan.


"Oiya btw, ibu belum mengenal kalian semua terkecuali Nico dari kelas ibu sendiri hehe. Bukan ibu sih, tapi kalian harus saling berkenalan satu sama lain agar saling mengakrabkan diri. Ayo, semuanya perkenalkan diri kalian" semangat Bu Ellie.


Semua orang saling melirik satu sama lain.


"Ouh iya maaf. Urutannya dari kelas 1-Z saja ya? ayo silahkan yang di sana perkenalkan dirimu" Bu Ellie mempersilahkan.


Murid lelaki kelas 1-Z berdiri dari kursinya. "Perkenalkan. Namaku Shane Deco, kalian bisa memanggilku Deco. Aku dari kelas 1-Z. Followers ku eum . . . ."


"Tidak tidak, itu tidak wajib untuk menyebutkan pengikut kamu" saran Bu Ellie.


"Tidak apa-apa Bu, aku terima apa adanya," beberapa murid menatap Deco, "followers ku 1307 sekarang haha. Memang dikit sekali ya?"


Deco kembali duduk. Beberapa murid tertawa kecil seperti meledeknya.


"Selanjutnya aku ya?" murid perempuan dari kelas 1-Y berdiri, "Perkenalkan. Namaku Hirokawa Warise, kalian bisa memanggilku Warise. Aku dari kelas 1-Y. Dan followers ku masih sedikit sekitar 12.460 hehe."


Murid perempuan dari kelas 1-X berdiri. "Perkenalkan. Namaku Diane Jesse, temanku biasa memanggilku Jesse. Aku dari kelas 1-X. Followers ku masih 21.619, aku harap aku bisa naik ke atas lagi."


"Bagus, kamu memiliki kepercayaan untuk mencapai level yang lebih tinggi lagi" puji Bu Ellie.


Selanjutnya murid lelaki dari kelas 1-W berdiri. "Perkenalkan. Namaku Elijah Nathanael . Panggil saja aku Nathan. Aku dari kelas 1-W. Followers ku masih sekitar 30k. Tidak banyak, terimakasih."


Murid perempuan dari kelas 1-V berdiri. "Perkenalkan. Namaku Tina Sakuragi. Panggilannya adalah Sakuragi boleh. Dan aku dari kelas 1-V. Followers ku sepertinya sekitar 42k."


"Hebat sekali mereka blak-blakan pamer pengikut mereka" heran ku.


Selanjutnya murid lelaki dari kelas 1-U berdiri. "Perkenalkan. Nama saya Suterisuno Arisu. Teman-teman saya biasa memanggilku Arisu. Saya dari kelas 1-U. Followers ku sepertinya sudah mencapai 55k."


Selanjutnya murid lelaki dari kelas 1-T berdiri. "Perkenalkan. Namaku Wendy Chess, panggil saja Chess. Aku dari kelas 1-T. Subscribers ku 61k."


"Akhirnya ada yang berasal dari ZiuTube. Itu benar Chess, buatlah konten dari ZiuTube bersama denganku." baru kali ini aku merasa bangga.


Murid perempuan dari kelas 1-S berdiri. "Perkenalkan. Namaku Misaki Mikasa, panggil saja Mikasa. Aku dari kelas 1-S. Followers ku 74k."


"Wew, seksi sekali dia. Aura onee-san nya berasa banget" naluri bejat ku tiba-tiba keluar.


Murid lelaki dari kelas 1-R berdiri. "Perkenalkan. Namaku Rikudou Finn, panggil saja Finn. Aku dari kelas 1-R. Subscribers ku 83k."


"Orang-orang yang menggunakan ZiuTube akan ku subscribe mereka, meski menggunakan akun ke 2" banggaku.


Dari yang kulihat, sepertinya Bu Ellie mencatat nama mereka satu-persatu. Niat sekali guru ini.


Selanjutnya murid perempuan dari kelas 1-Q berdiri. "Perkenalkan. Namaku Kim Han-Su, biasanya teman memanggilku Han-Su. Aku dari kelas 1-Q. Subscribers ku sebentar lagi menyentuh 100k, sekarang masih 97k."


"Gas, bakal ku subscribe gadis ini. Aku bangga kau menggunakan ZiuTube."


Prinsip ku adalah, orang yang platform sosmed nya adalah ZiuTube, akan ku dambakan mereka. Karena aku juga menggunakan ZiuTube. Meski aku memiliki platform sosmed lain seperti Knock Knock, Rain, ShotGram, dan TwiBook, aku tetap memprioritaskan ZiuTube sebagai platform mayoritas ku untuk membuat konten. Sisanya hanyalah clip yang ku upload di platform lain untuk mempromosikan channel ZiuTube ku.


Selanjutnya murid perempuan dari kelas 1-P berdiri. "Perkenalkan. Namaku Tiana Lee, panggilannya adalah Lee. Aku dari kelas 1-P. Subscribers ku sudah mencapai 113k."


Entah aku senyum-senyum sendiri mendengar kata "subscribers."


Lalu murid lelaki dari kelas 1-O berdiri. "Perkenalkan. Namaku Zero One,"


"Nama yang keren" puji ku dalam hati.


"Panggil saja aku Wawan,"


"Tarik kembali ucapan ku. Ga nyambung banget nama panggilannya." kecewa ku.


"Aku dari kelas 1-O. Subscribers ku 246k."


"Beruntung platform mu ZiuTube" lega ku.


Selanjutnya murid perempuan dari kelas 1-N berdiri. "Perkenalkan. Namaku Sia Neyya, panggil saja Neyya. Aku dari kelas 1-N. Followers ku eum 311k kalau tidak salah."


Murid perempuan dari kelas 1-M berdiri. "Perkenalkan. Namaku Yeizu Emuzu, aku senang dipanggil Emu. Aku dari kelas 1-M. Subscribers ku 404k."


Murid lelaki dari kelas 1-L berdiri. "Perkenalkan. Namaku King Trent, panggilannya Trent. Kelas 1-L. Subscribers ku 505k."


Murid lelaki dari kelas 1-K berdiri. "Perkenalkan. Namaku Kudo Rey, panggilannya Rey. Kelas 1-K. followers ku? rahasia."


"Tidak Rey, yang kau lakukan itu benar. Akhirnya aku memiliki partner yang merahasiakan pengikutnya."


"Kalian dengar kata Bu Ellie kan? beliau tidak memaksa juga" gumam Rey.


"Sudah waktunya," murid lelaki dari kelas 1-J berdiri. "Perkenalkan. Namaku Fleck Arthur, panggilannya Arthur. Kelas J. Followers ku rahasia juga. Ayo berikutnya."


"Ternyata tidak berdua saja" girang ku.


"Ouh aku ya?" murid lelaki dari kelas 1-I berdiri, "Cosmo Nexus, panggil saja Nexus. Kelas I. Followers ku rahasia deh. Aku tidak suka waktu yang lama, ayo berikutnya."


"Ya, teruslah simpan identitas kalian!" banggaku.


"Ayo jangan lama-lama," murid lelaki dari kelas 1-H berdiri. "Diamond Max, panggil saja Max. Kelas H. Subscribers ku tebak saja sendiri. Next!"


Murid perempuan dari kelas 1-G berdiri. "Kanaeru Moona, panggil saja Moona. Kelas G. Followers ku rahasia."


"Aku tidak suka lama-lama," murid lelaki dari kelas 1-F berdiri. "Reef Fay, panggil saja Fay. Kelas F. Subscribers ku 654k. Selanjutnya!"


Murid perempuan dari kelas 1-E berdiri. "Ikki Viola, panggil saja aku Violet. Kelas E. Subscribers ku masih rahasia."


Murid perempuan dari kelas 1-D berdiri. "Fiona Ellé, panggil saja Ellé. Kelas D. Subscribers ku 776k."


Murid lelaki dari kelas 1-C berdiri. "Perkenalkan. Namaku Kel Zico, panggilannya Zico. Aku dari kelas C. Subscribers ku rahasia. No offense, thanks."


"Wah sudah sampai sini saja ya?" setelah Zico duduk, akhirnya murid perempuan dari kelas B berdiri. "Perkenalkan. Namaku Sasha Mel, panggil saja Elsa. Aku dari kelas B. Followers ku rahasia. Lanjut."


Setelah Elsa duduk kembali. Sudah waktunya untuk berdiri dan memperkenalkan diri. Aku memperhatikan sekitar, mereka sudah menungguku untuk berbicara.


Lalu aku menghela nafas, "Perkenalkan. Namaku Mikhail Nico, temanku memanggilku Nico. Aku dari kelas A, atau kelasnya Bu Ellie. subscribers ku? aku tidak akan pernah menyebutkannya sampai waktunya tiba."


Kemudian aku kembali duduk dan menunggu Bu Ellie kembali bicara. Ia sepertinya sudah selesai menulis nama kami satu-persatu. Setelah selesai menulis, ia berdiri ke depan.


"Jadi bagaimana? apa kalian sudah hafal nama teman baru kalian?"


Kami semua melirik satu sama lain, "beberapa ada yang kuingat" kata beberapa murid.


"Bagus. Sebuah kemajuan untuk organisasi ini." Senang Bu Ellie, "oiya jika kalian bertanya-tanya apakah organisasi ini resmi, ya ini organisasi resmi yang kepala sekolah resmikan untuk festival nanti."


"Penjelasan yang bagus. Tidak ku sangka aku akan mendapatkan informasi yang sangat bErGuNa itu" hina ku.


"Sudah jam 6 lewat. Ibu juga sudah menghubungi orang tua kalian, maupun itu keluarga jauh ataupun dekat."


Aku berdiri dan panik, "apa orang tuaku tau soal ini?!" tanyaku.


"Eh i . . .i . . iya kenapa memangnya?"


"Sial, ini akan sangat memalukan sekali dihadapan mereka!" pikirku.


"Tenang saja Nico. Ibu hanya memberitahu kalau kalian akan pulang telat. Bukan tentang organisasi ini." gumam Bu Ellie.


"Huh syukurlah" aku kembali duduk dan lega.


"Ayo, apa kalian tidak ingin pulang?" tawar Bu Ellie.


Semua murid langsung mengambil tasnya dan meninggalkan ruangan.


Sebelum itu Elsa sempat berbicara padaku, "apa kau pulang sendiri Nico?"


"Keren bisa mengenal ku, eum Elsa ya?" aku memastikan.


"Daya ingat ku sangatlah tinggi, haha" sombong Elsa.


"Itu hebat" aku memujinya.


Setelah semua orang keluar ruangan, aku dan Elsa keluar paling belakang. Tetapi sebelum itu dia bertanya yang membuatku tegang.


"Nico . . . "


"Hmm?" aku meliriknya.


Elsa tersenyum kepadaku, "Apa kau masih jomblo?"


Tidak ku sangka dia akan bertanya hal itu. "Apa yang harus ku jawab?" pikiranku mendadak kacau.


Sial, dia terlalu lancang untuk menanyakan hal ini. Aku juga belum siap untuk ditanya seperti itu. Memang sepele, tetapi pertanyaan ini jelas dapat membuat orang salah paham.