I'M Not Your Girl

I'M Not Your Girl
Episode 8 : Suspension



“Boleh saya tahu alasan anda menghukum putri saya, Bu Anna?” Tanya Ayah Claire dengan penekanan pada


kata Bu Anna.


“Putri anda sudah melakukan kesalahan dengan mengotori properti sekolah lalu ia menuduh seseorang untuk menutupi kesalahannya.” Jawab Bu Anna dengan santai.


“Benarkah? Yang saya dengar properti sekolah itu bukan putri saya yang menggunakannya, jadi, bisakah anda katakan sejujurnya kenapa putri saya yang melakukannya? Putri saya tidak pernah berbuat nakal ataupun masalah di sekolah ini. Tidak seharusnya kalian menghukum putri saya yang baik ini atas hak milik orang lain. Jika memang properti sekolah itu digunakan oleh putri saya, maka saya tidak akan menyalahkan anda untuk menghukum putri saya.” Claire tersenyum penuh kemenangan ketika sang ayah membelanya.


‘Bagus pa, beri saja Bu Anna pelajaran kalau perlu cabut investasi papa untuk sekolah ini.’ Batin Claire.


“Baiklah kalau begitu, saya mengaku salah karena telah menghukum seorang anak yang menginvestasikan sejumlah uang besar kepada sekolah ini, tapi, apakah anda akan mengelak jika saya memberikan bukti putri anda merusak properti sekolah milik orang lain?” Ayah Claire terdiam. Ia menatap putrinya, namun putrinya menggeleng dan ia tetap kekeh untuk mempercayai putrinya. Namun, ia juga penasaran bukti apa yang dikatakan oleh


guru dihadapannya.


“Dimas, berikan ponsel ini kepada bapak dihadapan kita dan biarkan beliau melihat sendiri apa yang dilakukan oleh anaknya.” Dimas dengan rasa takut memberikan ponselnya kepada Ayah Claire. Sedangkan Claire menatap cemas kepada sang Ayah yang membuka ponsel Dimas sang ketua kelas. Ia saat ini sedang memikirkan alasan untuk


mengelak dan memanipulasi alasan kenapa ia melakukan itu.


“Apakah benar ini kamu Claire? Ini tidak mungkin kan? Pasti ada yang menjebak kamu untuk melakukan ini. Cerita sama papa, apa yang dilakukan teman sekelasmu sama kamu sayang?” Claire menyeringai ketika sang ayah tidak mempercayai bukti yang ada dihadapannya.


“Iya Pa. Itu memang aku. Tapi aku melakukannya karena aku merasa marah Pa. Clara selalu menggangguku, bahkan ia selalu menarik-narik rambutku di saat aku sudah memintanya untuk berhenti, Pa. Padahal aku tidak pernah mencari masalah dengannya, tapi dia selalu saja mencari masalah kepadaku.” Bu Anna menghela napasnya.


“Benarkah? Sudah papa duga kamu tidak akan melakukan hal itu jika tidak ada alasannya.” Ujar Ayah Claire dengan menangkup wajah Claire.


“Kenapa kamu tidak bilang sama Papa jika selama ini kamu selalu diganggu oleh Clara? Berarti Papa selama ini tidak pernah tahu jika rambutmu yang indah ini banyak rontok. Kalau begitu kau!” Tunjuk Ayah Claire kepada Bu Anna.


“Panggil Clara kemari. Biar aku yang bicara kepadanya dan memastikan sendiri ia akan dikeluarkan dari sekolah ini.” Claire menyeringai.


“Sebelum saya mencabut investasi saya terhadap sekolah ini dan membuat kalian tinggal di jalanan, sebaiknya kalian panggil Clara kemari.” Bu Anna menghela napas kasar. Ia mengambil microphone yang ada di sebelahnya lalu memanggil nama Clara.


“Kepada siswi kelas 10 IPA bernama Clara harap menuju ke ruang guru sekarang juga.” Ujarnya datar sambil menatap Ayah Claire.


‘Padahal investasimu tidak sebanding dengan perusahaan S.T Corps. Dasar Investor gadungan!’ Umpat Bu


Anna.


Clara pun masuk bersama Stella ke ruangan guru. Ia dapat melihat ruangan guru yang cukup sepi saat ini. Clara dan Stella membungkuk kepada Bu Anna, sementara Stella tersenyum kepada Bu Anna dan dibalas dengan senyuman juga oleh Bu Anna.


“Ada apa Bu? Apakah Ibu memanggil saya mengenai masalah tadi yang terjadi di kelas?” Tanya Clara tenang.


“Oh jadi ini pemilik meja yang sudah membuat anak saya dihukum?” Clara berbalik dan menatap orang yang dengan seenak jidatnya menuduhnya sembarangan. Clara dan Ayah Claire saling bertatapan. Clara mendengus ketika menatap ayah kandung yang telah mengusirnya karena lebih mempercayai Claire.


“Maaf saja Ayah Claire yang terhormat, anda benar, saya adalah pemilik meja yang membuat anak anda dihukum. Saya akan menjelaskan kenapa bisa begitu. Karena putri primadona anda ini dengan seenak jidatnya mencoret-coret dan meletakkan sampah di laci meja saya. Jelas saja dia dihukum karena perbuatannya itu sangat tidak bisa


dimaafkan. Sebagai investor untuk sekolah ini anda pasti tahu peraturan sekolah ini, bukan?” Bu Anna tersenyum tipis melihat keberanian Clara melawan meskipun ia sendiri tidak tahu posisinya akan aman atau tidak.


“Putriku memang benar merusak mejamu tapi bukankah semua itu disebabkan karena kau yang mengganggunya duluan? Aku sudah menduganya sejak awal jika putriku tidak akan melakukan semua itu jika tidak ada alasannya. Cepat akui semua perbuatan jahatmu yang telah membuat putri cantikku ini menderita.” Clara menatap Claire yang menatap remeh kepadanya. Ia kembali menggerakkan tangannya menggunakan bahasa isyarat.


'Drop Out'


Itulah arti dari bahasa isyarat yang dikeluarkan oleh Clara dan membuat Claire merasa kesal.


“Lihat Pa, Clara malah menghinaku dan mengatakan jika aku akan dikeluarkan dari sekolah ini.” Adu Claire dengan manja sambil memeluk tangan sang Ayah.


“Aduh nona, anda tidak seharusnya menyalahartikan bahasa isyarat, saya hanya mengatakan anda adalah primadona terbaik disini. Anda sangat beruntung dilahirkan dari keluarga kaya raya dan merupakan investor di sekolah ini.”


“Tidak Pa, Clara bohong, aku sangat mengerti arti isyarat itu.” Clara menggeleng-gelengkan kepalanya.


“Maaf nona Claire sang primadona cantik yang disegani para pria, anda sepertinya harus belajar dengan baik bahasa isyarat sehingga tidak salah mengartikan yang sebenarnya.”


“Putriku benar nak, sebaiknya jangan mencari masalah karena saya bisa saja mencabut investasi saya dan kamu tidak akan pernah diterima di sekolah manapun.” Stella yang sedari diam pun menyela.


“Apakah anda yakin jika anda mencabut investasi untuk sekolah ini, maka sekolah ini akan langsung tutup?” Ayah Claire dan Clara itu pun menatap tajam kepada Stella.


“Apa maksud kamu? Jangan ikut campur kamu jika tidak ingin dikeluarkan juga dari sekolah ini.”


“Sepertinya sejak tadi anda selalu membicarakan mengenai investasi-investasi. Anda tahu S.T Corps?” Ayah


Claire terdiam.


“Perusahaan itu akan diambil alih olehku jika sudah lulus nantinya. Aku bisa saja menghubungi pamanku sekarang juga untuk mencabut kerja samanya dengan perusahaan anda dan otomatis, anda dan putri cantik anda inilah yang akan menggelandang di jalanan sana.”


DUAR...


“Khe, jangan bercanda! Saya tahu kamu berbohong dan berpura-pura mengenal S.T Corps. Memang benar Presdir perusahaan itu mengatakan jika akan ada orang yang mengambil alih perusahaan itu dan saya percaya bukan kamu orangnya.”


“Anda tidak percaya itu terserah yang pasti saya ingin mengatakan jika sekolah ini tidak akan miskin hanya karena anda mencabut investasi anda. Saya bisa menjamin hal itu, benar kan Bu Anna?” Bu Anna yang sedari tadi diam pun menyeringai.


“Itu benar sekali.” Jawab Bu Anna.


“Oh iya, Clara juga membawa hadiah disini, tunjukkan hadiahnya Clara. Bukankah kau ingin memberikan semua bukti kejahatan yang dilakukan Claire disini?” Clara pun mengeluarkan ponselnya dan memutar video tersebut. Ia mendekatkan ponselnya ke proyektor hingga menampilkan semua rekaman yang dilakukan oleh Claire dan juga teman-temannya.


Ayah Claire terdiam melihat itu semua. Lalu, ponsel orang-orang yang ada di dalam ruang guru tersebut berbunyi. Terdapat banyak video disana dan mereka pun membuka semuanya satu persatu. Clara dan Stella menyeringai melihat video-video itu, video-video dimana semua perbuatan jahat Claire beserta teman-temannya yang selalu


mengganggu orang-orang lemah ada di video itu. Tidak hanya Clara, Stella, dan Luna, ada gadis-gadis culun lain yang mereka perlakukan dengan amat kasar.


Tidak hanya di ruang guru, pesan-pesan berisi video-video itu juga tersebar di satu sekolah.


“Wah, hebat, siapa yang menyebarkan video-video ini ya? Bahkan kepala sekolah pun tidak berani untuk menegur apalagi menyebarkan video-video ini.” Ucap salah satu murid di sekolah itu.


Bu Anna berdiri dari duduknya.


“Bagaimana pak? Anda masih tidak mempercayai kejelekan putri anda selama ini? Bahkan anda mengusir putri anda yang tidak bersalah sedikitpun. Jika saja Kepala Sekolah ada disini, maka saya pastikan beliau akan memberikan skors kepada putri anda juga teman-temannya.” Ayah Claire menatap tajam kepada Bu Anna.


“Tidak perlu. Saya sendiri yang akan memastikan putri saya diskors. Saya akan membawa pulang putri saya dan mendidiknya dengan lebih baik dan benar agar tidak mencari masalah lagi di sekolah ini. Ayo pulang sekarang Claire.” Ayah Claire menarik tangan Claire dan segera pulang ke rumah.


“Ternyata keputusanku untuk membuat Ibu Anna bekerja disini sangatlah tepat.” Clara menatap bingung


kepada Stella.


“Maksudmu apa Stella?” Tanya Clara.


“Jika tidak ada Ibu Anna, maka sekolah ini akan menjadi lebih bobrok lagi. Ia bahkan mengancam kepala sekolah agar tidak bersikap lembut kepada anak seorang investor.” Clara ber oh ria.


“Untuk sementara tidak ada pengganggu yang akan mengganggu kita sekarang karena mereka akan di skors selama 10 hari.” Ujar Stella.


“Oh iya Ibu Sarankan kalian sebaiknya mengubah penampilan kalian yang seperti biasanya agar tidak ada lagi pengganggu disini.” Stella dan Clara mengangguk.


“Sepertinya harus begitu, tapi kalau boleh bu. Bisakah Ibu mengatakan kepada Kepala Sekolah untuk membuat kami bertiga berada dalam satu kelas saja? Terpisah seperti ini sangatlah merepotkan.”


“Akan ibu lakukan. Setidaknya sesekali gunakanlah sedikit kekuasaanmu. Ibu akan pastikan kalian bertiga besok sekelas. Jika sudah ada kabar ibu akan kabari kalian melalui email kalian.” Stella dan Clara menatap satu sama lain dan tersenyum senang.


“Baiklah kalau begitu saya keluar dulu ya bu, dan pastikan dua orang gadis lainnya yang senang mengganggu kami dikeluarkan dari sini agar Claire tidak bisa melakukan apapun lagi untuk membuat kekacauan.” Ibu Anna mengangguk dan Clara juga Stella pun keluar dari ruang guru tersebut lalu kembali ke kelas untuk memulai pelajaran selanjutnya.


TBC