
Clara yang tertidur di atas kursi merasakan seseorang berada di dekatnya. Ia membuka matanya dan mendapati ayahnya berdiri menutupinya.
Clara terbangun dan tersentak.
“Papa? Maaf Clara ketiduran disini. Karena Mama sudah bangun dan Claire sudah tenang, Clara pulang dulu. Permisi.” Clara hendak bangkit, namun ditahan oleh ayahnya sendiri.
“Kau mau ikut sarapan? Papa mau mengajakmu dan Claire sarapan di kantin rumah sakit sekalian membeli bubur untuk Mama.” Clara menaikkan sebelah alisnya.
“Maksud Papa?” Sang ayah berdeham.
“Papa ingin mengajakmu sarapan hari ini bersama Claire sekaligus merekatkan kembali hubungan kita yang telah Papa rusakkan dulu.” Clara mengangguk dan bangkit, lalu berjalan meninggalkan sang ayah.
Tak lama kemudian, ia berhenti dan berbalik.
“Papa masih diam saja disana? Katanya mau makan?” Sang ayah gelagapan.
“Baiklah tunggu disini.” Sang ayah masuk ke ruang perawatan untuk memanggil Claire.
“Tidak biasanya berbicara lembut seperti itu?” Clara berujar entah pada siapa.
“Kenapa tiba-tiba merinding ya?” Clara memegangi tengkuknya. Jika saja ada Felix di dekatnya, mungkin Felix akan menertawainya.
“Ayolah Clara, berpikirlah positif!” Clara mengacak rambutnya.
Skip Time
Clara memakan sarapannya dengan canggung setelah sekian lama tidak berjumpa.
“Clara, kau kenapa? Apa makanannya tidak enak? Kalau tidak enak Papa bisa memesan yang baru.” Clara
menggeleng.
“Tidak apa-apa Pa, hanya merasa aneh saja.” Clara melanjutkan kembali makannya.
“Aneh kenapa?” Clara menatap sang ayah.
“Hanya merasa tidak biasa saja. Tumben sekali Papa mengajakku sarapan?” Sang ayah tersenyum mendengar jawaban putrinya itu. Ia tahu jika selama ini ia tidak pernah mengajak Clara keluar karena ia memaksanya belajar di kamar.
“Papa ingin merekatkan kembali hubungan kita dan Papa ingin minta maaf kepada kalian karena selama ini Papa menuntut kalian untuk mendapat nilai sempurna di sekolah. Baru-baru ini juga Papa memaksa Claire belajar dengan keras setelah mendengar nilaimu meningkat lebih tinggi darinya. Papa hanya ingin kalian berdua sama-sama pintar dan kompak agar salah satu dari kalian tidak dicaci maki di luar sana. Sekali lagi maafkan Papa ya.” Clara dan Claire menatap sendu ayah mereka.
“Tidak apa-apa Pa, lagipula semuanya sudah berlalu. Clara juga sudah memaafkan Papa, maafkan Clara juga karena sering mengecewakan Papa dan Mama juga Claire.”
“Iya Pa, maafkan Claire juga karena selama ini sudah merepotkan Papa dan Mama. Claire juga ingin bilang, sejujurnya, Claire berbohong sama Papa. Claire selalu mencari masalah sama Papa. Claire juga yang membuat Clara terusir dari rumah saat itu Pa. Claire saat itu merasa malu karena saudara Claire mendapat nilai kecil
dibandingkan Claire. Claire sempat membenci Clara hingga saat ini Pa. Claire juga sering membullynya karena nilai pelajarannya selalu meningkat dibandingkan Claire. Clara tidak pernah mencari masalah sama Claire tapi Clara selalu dihukum atas kesalahan Claire...” Claire menghentikan ucapannya untuk mengambil napas lalu melanjutkan kembali ucapannya.
“Clara, maafkan aku ya. Aku janji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama terhadap kamu. Aku ingin kita kembali menjadi saudara seperti dulu lagi. Kamu pulang ke rumah ya.” Clara menahan air matanya keluar dari matanya.
“Aku sudah memaafkanmu Claire, aku akan kembali ke rumah tapi aku tidak tahu bagaimana dengan kedua sahabatku nanti. Walau bagaimanapun juga mereka selalu ada untukku di saat aku merasa susah maupun senang.” Claire dan ayahnya merasa tertohok mendengar ucapan Clara karena mereka tidak pernah ada di sisi Clara di saat ia terjatuh sekalipun.
“Maafkan Papa Clara, maafkan Papa karena tidak pernah berada di samping kamu untuk mendukung kamu. Maafkan Papa.” Sang ayah menunduk karena rasa bersalahnya.
“Papa, sudah, jangan merasa bersalah, lagipula semua manusia tidak pernah luput dari kesalahan. Ambil saja semua ini sebagai pelajaran agar menjadi lebih baik lagi di masa depan. Clara senang sejujurnya bisa sarapan dengan kalian berdua. Hanya saja, ada yang kurang...” Claire dan ayahnya saling menatap lalu menatap Clara,
menunggu Clara melanjutkan ucapannya.
“Mama tidak ada disini. Kalau Mama sudah sembuh nanti, aku ingin kita berempat menghabiskan waktu bersama. Aku ingin menyimpan semuanya menjadi kenang-kenangan hingga masa tuaku nanti.” Sang ayah dan Claire terharu mendengar Clara. Mereka bertiga berdiri dan saling berpelukan tanpa peduli tatapan semua orang tertuju kepada mereka.
“Papa beruntung memiliki anak yang baik seperti kalian. Kalian benar-benar mirip dengan Mama. Kenapa tidak mirip Papa, huh?”
“Itu karena kami anak Mama juga,” Jawab Clara dan Claire bersamaan.
“Yang benar Pa? Wah, tidak sabar sekali rasanya. Kami tunggu kalau begitu Pa.” Clara dan Claire terlihat seperti anak kecil saat ini membuat pria paruh baya itu tersenyum bahagia.
“Baiklah kalau begitu kita kembali ke rumah sakit ya.” Clara dan Claire mengangguk lalu mereka kembali ke rumah sakit untuk menjaga sang ibu.
Seminggu kemudian, sang ibu sudah menjadi lebih pulih. Stella dan Luna juga sering menjenguk membawakan oleh-oleh untuk ibu Clara dan Claire. Clara, Claire, Stella, dan Luna juga bekerja sama membuat kejutan, menyambut kepulangan ibu dan ayah di rumah sekaligus merayakan anniversary pernikahan mereka berdua.
Sepasang suami istri itu saling berangkul dan membuka pintu. Mereka terkejut ketika mendapati rumah yang gelap membuat mereka harus berhati-hati ketika melangkah.
“Aduh Pa, kenapa rumah jadi gelap begini ya?” Wanita itu terus melangkah mengikuti suami sambil berpegangan tangan.
“Papa juga tidak tahu Ma, mungkin saja semua orang sedang keluar rumah.”
“Tapi Pa, kalaupun mereka keluar rumah tidak akan segelap ini. Sepertinya mereka mau berbuat jahil sama
kita.”
“Sudahlah, kita berpikir positif saja Ma, siapa tahu saja Clara dan Claire ingin memberi kita kejutan.” Wanita itu mengangguk.
“Kemana mereka ya?” Saat ketegangan semakin melanda sepasang suami istri ini, satu persatu lampu terbuka
menampakkan pemandangan yang sangat indah.
Tulisan ‘Happy Anniversary To Mom and Dad’ terpampang jelas di mata suami istri itu. Air mata haru mengalir dari mata mereka dan merasakan kehangatan dalam hati mereka.
“Surprise!!!” Clara, Claire dan teman-teman Clara maupun Claire berucap serentak menyambut kedatangan suami istri itu.
“Happy Anniversary yang ke-20 tahun!” Mereka bertepuk tangan untuk merayakan hari pernikahan kedua orang tua Clara dan Claire.
“Terima kasih. Kok kalian bisa tahu?” Tanya sang ibu.
“Tentu saja kami tahu, diam-diam kami mencari akta pernikahan Mama dan tidak disangka jika hari pernikahan kalian hari ini. Kami ingin merayakan hari besar ini karena Papa dan Mama sudah menjadi orang tua yang baik untuk aku dan Claire sekaligus sebagai ucapan terima kasih kepada Papa dan Mama.” Suami istri itu semakin terharu mendengar ucapan Clara dan mereka berlari memeluk kedua putri mereka dengan penuh kasih
sayang.
“Terima kasih sayang, kalian baik sekali. Bahkan Papa dan Mama tidak ingat sama sekali jika hari ini adalah hari pernikahan kalian.”
“Iya, terima kasih ya sudah memberikan kejutan indah dan menyenangkan hari ini. Kami tidak akan pernah melupakan hari bahagia ini. Padahal kami tidak pernah berbuat banyak untuk membantu kalian melangkah menuju masa depan.” Clara dan Claire saling menatap lalu tersenyum.
“Siapa bilang kalian tidak banyak berbuat apapun? Papa dan Mama sudah melakukan yang terbaik untuk membimbing kami dalam belajar, bahkan menghibur kami, menenangkan kami di saat kami sedang mental breakdown, dan lain sebagainya. Jadi, kalian tidak perlu minta maaf. Kamilah yang harus minta maaf sama Papa dan Mama karena selama ini telah banyak merepotkan kalian.” Mereka kembali berpelukan lagi melepaskan rasa
rindu, sedih, dan senang satu sama lain. Stella, Luna, Raina, dan Daisy tersenyum melihat adegan itu sambil mengusap air mata mereka.
“Nah sekarang Papa dan Mama sarapan ya, berdua, kami akan menghabiskan waktu berenam agar Papa dan Mama bisa menghabiskan waktu berdua. Lagipula, sudah lama juga kan, Papa dan Mama tidak makan berdua. Kami memasak semuanya sendiri lho, semoga bisa dinikmati berdua ya. Oh iya Pa, jangan lupa janji Papa ya memberikan kami adik.” Suami istri itu merona mendengar ucapan Claire.
“Astaga lucu sekali wajah merona Papa dan Mama. Seperti anak muda saja. Baiklah kami pergi dulu ya, bye.” Clara, Claire beserta teman-teman mereka meninggalkan rumah untuk menghabiskan waktu bersama-sama tanpa mengganggu kegiatan kencan kedua orang tua mereka di rumah.
“Kamu pasti bilang ingin memberi adik pada Clara dan Claire, kan? Dasar mesum!” Sang suami meringis.
“Tapi kamu juga mau kan tambah anak lagi? Mumpung mereka tidak ada di rumah. Kita juga sudah lama sekali tidak melakukan itu.” Sang suami menyeringai.
“Dasar, pikiran mesummu itu kelewatan sekali ya. Untung saja Clara dan Claire tidak ada yang terwarisi darimu. Bisa bahaya ini.” Sang suami tertawa mendengar ucapan sang istri. Mereka pun saling menyuapi makanan ke mulut mereka dan sesekali mereka membersihkan mulut satu sama lain akibat noda makanan yang menempel. Setelah seminggu dari rumah sakit, mereka saling berdamai, Clara mulai sering tinggal di rumah meskipun ingin menetap tinggal di rumah sahabatnya dengan alasan ingin lebih mandiri lagi. Claire juga telah meminta maaf kepada kedua sahabat yang sempat ia buang dulu dan lebih sering berpenampilan sederhana dibandingkan yang
sebelumnya.
Officially End
Okay guys, maafin ya endingnya kacau berikut dengan jalan ceritanya. Sebenarnya ini karya gagal ya menurutku. Aku berencana nyelesaiin cerita ini karena akan ku rubah total jalan ceritanya juga updatenya kalau bisa seminggu sekali atau dua minggu sekali mungkin akan update 10 chapter. Karena jalan ceritaku yang ini tanggung, aku tamatin langsung aja mengingat cerita ini gk bisa dihapus seperti di ******* agar bisa di rombak ceritanya. Juga, draft ini yang akan kugunakan untuk cerita rombakkanku nanti. Alurnya akan berbeda sekali dari yang ada di cerita ini. Maaf ya guys aku mengecewakan kalian karena endingnya yang gk jelas dan maksa, aku juga akan update cerita-cerita baru nantinya agar bisa menghibur dan menyapa kalian semua. Terima kasih bagi yang sudah baca, like dan komen, saya harap cerita baru saya nanti dapat lebih menghibur lagi juga kalian lebih fresh membacanya. Bye-bye and see you in the next story.