
01. Perkenalan Tokoh Perempuan
1. Clara
Clara seorang gadis bersurai berwarna pink dan mempunyai sahabat bernama
Stella dan juga Luna yang amat menyayanginya. Mereka bertiga adalah badgirl sekaligus goodgirl sejati mengingat mereka memiliki sifat liar diluar sekolah, namun didalam sekolah mereka menjadi murid teladan yang
rajin membaca buku di perpustakaan dan sangat pintar dalam mata pelajaran sekolah sehingga membuat siapapun iri dengan mereka. Meskipun seorang badgirl, Clara adalah gadis yang sangat keibuan karena setiap harinya ia selalu menyiapkan makan, membersihkan rumah, dan melakukan pekerjaan rumah tangga setiap harinya dibandingkan kedua sahabatnya yang seorang pemalas. Kedua orang tuanya merupakan seorang Chef terkenal, namun, karena saudara kembarnya yang bernama Claire, Clara diusir oleh Ayahnya dari rumah, dengan berbekal uang yang ia tabung dari hasil lomba mewakili sekolahnya itu dan bertemulah ia dengan sahabat yang bernama Stella, lalu ia diajak untuk tinggal bersama dengan Stella di rumahnya. Nama panggungnya saat balap liar adalah C.L. Sampai sekarang, ia berharap karma akan mendatangi saudara kembar juga Ayahnya yang tidak pernah mempedulikannya dan juga selalu membeda-bedakannya dengan saudara kembarnya itu.
2. Stella
Stella seorang gadis bersurai biru gelap berasal dari keluarga yang cukup kaya raya dan memiliki perusahaan yang memproduksi berbagai macam teh, meneliti, dan bahkan mempunyai kebun sendiri untuk menanam tumbuhan teh tersebut. Kedua orang tuanya sudah meninggal karena itu, perusahaan tersebut rencananya akan diberikan kepadanya setelah ia benar-benar siap untuk mengambil alih perusahaan tersebut. Saat ini yang memegang perusahaannya adalah pamannya. Ia memiliki beberapa hobi yaitu, balap liar pada malam hari. Meskipun di sekolah dia dikenal sebagai gadis culun yang tidak menarik sedikitpun, namun aslinya dia adalah seorang badgirl. Ia mempunyai 2 orang sahabat yang telah dianggapnya saudara bernama Luna dan juga Clara. Di usianya yang masih muda, ia sudah memiliki rumahnya sendiri meskipun tidak terlalu besar, namun, ruangan tersebut memiliki
fasilitas yang siapapun sangat ingin mempunyainya seperti, ruang latihan bela diri, lalu ada garasi mobil sport yang amat besar untuk menempati mobilnya juga mobil temannya. Mereka tinggal bertiga sejak mereka masih sekolah menengah pertama karena nasib mereka yang tidak jauh berbeda. Nama panggungnya saat balap liar adalah S.L.
3. Luna
Luna yaitu seorang gadis bersurai pirang, seorang badgirl yang menyamar menjadi gadis culun di sekolah dan sering mendapatkan masalah karena itu. Luna sangat pandai bela diri dan sering berlatih bersama kedua sahabatnya itu, serta balap liar bersama kedua sahabatnya. Mempunyai wajah yang sangat cantik dan elegan jika saja tidak menjadi gadis culun di sekolah. Ia juga pintar dalam mata pelajaran akademik sehingga amat disayangi oleh gurunya sekaligus dimusuhi oleh orang-orang sekelasnya. Namun, dibalik itu semua, Luna tidak pernah merasakan kasih sayang dari kedua orang tuanya karena kedua orang tuanya sama-sama tidak menginginkannya lahir di dunia sehingga ia diusir dari rumahnya sendiri dan bertemulah dengan sahabatnya yang bernama Stella. Ia tinggal bersama Stella dan Clara sejak SMP hingga sekarang. Nama panggungnya saat balap liar adalah L.N.
02. Perkenalan laki-laki****
1. Felix
Felix seorang badboy yang selalu mencari masalah di sekolah, juga selalu bertengkar dengan beberapa anak laki-laki baik itu satu sekolah maupun sekolah lain. Sering mengikuti balap liar, tertarik dengan Clara, dan bahkan sering bertaruh dengan Clara ketika mengikuti lomba balap liar yang berakhir kalah dengan Clara. Meskipun seorang playboy, Felix bukanlah seorang playboy yang suka mempermainkan perasaan banyak gadis. Ia bahkan selalu mengabaikan para gadis yang menyatakan cinta kepadanya. Namun, dimatanya, Clara itu seorang gadis yang berbeda karena tidak menampakkan sama sekali ketertarikannya pada Felix membuat Felix kesal dan bersumpah akan membuat Clara bertekuk lutut kepadanya. Felix sangat pandai dalam olahraga, namun tidak pandai dalam pelajaran akademis yang terkadang membuat para guru geram karenanya. Ingin mengeluarkan, namun tidak bisa karena prestasi yang dicapainya dalam olahraga bela diri kejuaraan internasional. Bagi para guru, akan sangat rugi jika mengeluarkan siswa yang telah mengharumkan nama sekolah mengingat sekolah mereka menjadi terkenal berkat Felix.
2. Vincent
Vincent adalah seorang pemuda yang sangat dingin dan bahkan tidak dapat disentuh oleh siapapun kecuali kedua sahabatnya. Ia suka bermain musik dan juga selalu bertengkar dengan Felix hanya karena suatu masalah sepele. Mereka berdua terkenal sebagai rival abadi sementara Marcello bertindak sebagai seorang penengah yang berakhir menjadi korban pukulan dari kedua sahabatnya di wajahnya. Ia memiliki ketertarikan kepada satu orang gadis yang bernama Stella, seorang gadis culun namun misterius itu membuatnya penasaran akan penampilan sesungguhnya dibalik penampilannya yang amat tidak menarik itu. Orang-orang mungkin akan menganggap seleranya sangat rendah dalam menyukai seorang gadis, namun ia tidak peduli karena, baginya jika perhatiannya sudah teralihkan terhadap seorang gadis, maka tidak akan bisa yang menghalanginya termasuk kedua orang tuanya sendiri.
3. Marcello
Marcello seorang badboy yang mampu memikat para gadis hanya dengan senyumannya itu. Orang-orang menjulukinya dengan ‘Death Smile’. Seorang pemuda yang pandai melukis, namun kebanyakan dari lukisannya itu berada diluar nalar dan tidak dapat dimengerti oleh siapapun termasuk kedua sahabatnya sendiri. Meskipun terbilang badboy, ia sudah memiliki galerinya sendiri untuk melukis dan bahkan galeri miliknya sering kali menjadi tempat berkumpul untuknya dan juga kedua sahabatnya itu. Dikenal sering tersenyum, Marcello juga bisa merasa geram ketika ada seorang gadis yang berbeda dibandingkan gadis-gadis umumnya yaitu Luna tidak menunjukkan rasa tertarik sama sekali sehingga ia memiliki moto untuk membuat gadis itu bertekuk lutut kepadanya dan mengemis cinta kepadanya. Namun, ia tidak pernah tahu jika suatu saat nanti mungkin dialah yang akan mengemis cinta kepada Luna.
Salah satu gadis bersurai merah jambu sedang memasak sarapan berbagai macam lauk pauk sehat mengingat ia
dan kedua sahabatnya itu mengutamakan pola hidup sehat.
“Stella! Luna! Makanan sudah siap! Jika tidak segera kesini dalam 20 detik aku akan membuang makanan kalian!” Gadis yang bernama Clara ini berteriak memanggil kedua sahabatnya yang tidur seperti orang meninggal. Tidak ada jawaban yang menyambut suara Clara membuat Clara kesal sendiri. Ia pun pergi ke kamar Stella terlebih dahulu mengingat ia adalah pemilik rumah tempat mereka tinggal saat ini.
“Maling!!!!!!” Clara berteriak di dekat telinga Stella membuat Stella terbangun seketika.
“Maling? Dimana malingnya? Biar kuhajar mereka jika berani masuk ke rumah ini.” Stella terbangun dan berdiri di ranjangnya dengan memasang kuda-kuda, bersiap untuk menghajar seseorang. Clara memutar bola matanya bosan dan menatap malas Stella.
“Ini malingnya, yang teriak maling.” Jawab Clara datar membuat Stella menghentikan kegiatan memalukannya tersebut.
“Untung saja aku masih sadar diri untuk tidak menghajarmu Clara.” Stella duduk kembali di kasur.
“Bersiap sekarang juga, atau...” Clara terlihat mengeluarkan pisau dapur yang sempat ia gunakan untuk memasak tadi.
“Atau ucapkan selamat tinggal pada dunia dan tinggalkanlah nama yang baik di dunia ini untuk selama-lamanya kawan.” Clara menyeringai membuat Stella merinding.
“Baik, baik. Aku akan turun sekarang juga, berikan aku waktu 4 menit.” Ucap Stella.
“Baguslah, sepertinya mulai besok aku akan membangunkan kalian dengan cara seperti ini.” Ucap Clara dengan senyuman iblisnya tersebut membuat Stella meneguk salivanya berat.
“Jangan begitu Clara, nanti kau pasti kesepian jika aku tidak ada disini.” Clara pun memasang pose berpikir.
“Iya juga ya, ya sudah sana bersiap.” Clara pun keluar dari kamar Stella membuat Stella menghembuskan napas lega.
“Hah, selamat nyawaku.” Ucap Stella mengelus dadanya. Ia pun segera ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Clara pun memasukki kamar Luna dan terlihatlah gadis bersurai pirang itu masih mendengkur dengan tidak elitnya. Kasurnya pun sudah seperti kapal pecah.
“Bersiap sekarang juga. Aku tunggu 4 menit lalu turunlah ke bawah.” Clara pun berbalik dan menghentikan sebentar langkahnya dan berbalik menatap Luna.
“Jangan lupa rapikan tempat tidurmu. Jika tidak, maka siap-siap saja kasurmu akan kuhancurkan.” Luna pun langsung berdiri dan merapikan kasurnya dengan sangat rapi dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Dibandingkan kedua sahabatnya, Clara adalah gadis yang paling rajin meskipun hampir tidak ada sama sekali sisi femininnya itu. Sebenarnya Clara adalah tipikal gadis pemalas, namun setelah ia pikir-pikir kembali, jika ia dan juga kedua sahabatnya malas, maka, entah apa yang akan terjadi pada seisi rumah tersebut, dan mungkin juga mereka akan tidur sangat panjang atau bisa disebut hibernasi.
Clara pun telah menyelesaikan masakannya, tak lupa ia menjemur pakaian mereka di balkon atas, lalu bersiap-siap untuk membersihkan dirinya.
4 menit kemudian...
Ketiga gadis dengan warna surai yang berbeda kini berpenampilan sangat berbeda dibandingkan dengan yang tadi. Tidak akan ada yang percaya mereka adalah seorang badgirl dengan penampilan yang seperti ini.
Stella dan Luna makan dengan wajah yang ditekuk membuat Clara menahan tawa melihatnya.
“Astaga, kenapa wajah kalian berdua ditekuk seperti itu? Kalian terlalu lucu sekali.” Stella dan Luna mendengus mendengar ucapan Clara yang terdengar seperti menghina mereka meskipun itu hanyalah gurauan semata.
“Ya sudah maaf ya aku mengancam kalian tadi, kaliannya juga sih yang menyebalkan. Tidur seperti orang mati membuatku lelah membangunkan kalian yang terkadang harus mengeluarkan tenaga ekstra.” Keduanya mendecih mendengar pernyataan Clara yang terdengar berlebihan.
“Sudahlah jangan dilebih-lebihkan, kami akan memakai alarm besok, lagipula kami sudah membeli alarm secara online.” Ucap Luna.
“Iya itu benar, jadi, besok kau tidak perlu repot lagi mengancam kami agar kami bangun besok.” Sambung Stella.
“Baiklah, kupegang ucapan kalian. Jika tidak, maka akan kucincang kalian dan akan kujual daging kalian ke pasar gelap. Lumayan kan, dapat uang banyak.” Stella dan Luna menegang mendengar ancaman Clara.
“Iya, iya, kami berjanji akan bangun tanpa kau yang harus membangunkan.” Ucap Luna.
“Baiklah kalau begitu, setelah ini kita berangkat sekolah dan bersiap-siap untuk mendapatkan masalah baru di sekolah.” Clara membawa piring-piring bekas mereka makan dan mencucinya.
Setelah selesai, mereka pun memakai kacamata bulat itu, lalu keluar dari rumah menuju ke garasi untuk mengambil sepeda kesayangan mereka yang biasa digunakan untuk pergi ke sekolah. Tidak hanya ada sepeda, mereka juga memiliki mobil sport kesayangan mereka yang sering mereka gunakan untuk balap liar.
“Malam ini seperti biasa ya, kita balap.” Ucap Stella.
“Tentu saja.” Jawab Luna dan Clara.
“Kita akan mengalahkan ketiga pemuda itu.” Luna dan Clara mengangguk menanggapi Stella.
“Kali ini kita harus melawan ketiga gadis murahan itu. Mereka harus merasakan rasanya dipermalukan didepan semua orang. Sudah saatnya karma berlaku untuk mereka.” Luna dan Stella bergidik ketika mendapati aura Clara yang gelap tersebut.
“Oh iya, firasatku mengatakan hari ini akan ada suatu kejadian yang menyenangkan.” Ucap Luna. Saat ini mereka sedang dalam perjalanan menuju sekolah dan mereka menggunakan alat komunikasi yang menutupi telinga sebelah mereka untuk berbicara.
“Benarkah? Aku penasaran kejadian menyenangkan apa yang benar-benar terjadi?” Luna mengedikkan bahunya menjawab pertanyaan dari Stella.
“Kalau begitu, kita akan lihat kejutan seperti apa yang akan diberikan kepada kita. Bukankah tidak akan menyenangkan jika kita tahu duluan kejadian menyenangkan itu sedangkan kejadian menyebalkan selalu diketahui diawal-awal. Heh, hidup ini benar-benar merepotkan sekali.” Clara mendengus setelah mengatakan itu.
“Benar juga ya. Jika dipikir-pikir sejak kita bersekolah disana, kita tidak pernah mengalami kejadian yang sangat menyenangkan, melainkan kesialan yang selalu menghampiri kita. Ini sungguh tidak adil, bahkan guru-guru tidak ada sedikitpun rasa peduli mereka terhadap murid yang dibully oleh teman sekelas mereka sendiri. Andai bisa, aku ingin membuat sekolah itu jelek namanya dihadapan semua orang.” Ujar Stella berapi-api.
“Yang sabar Stella, bukankah kau pintar? Kau bisa saja mengambil perusahaan itu dan menghancurkan sekolah itu dibalik layar. Maka, mereka akan jatuh setidaknya secara perlahan.” Luna menimpali.
“Tapi sayangnya aku belum berniat untuk mengambil perusahaan itu Luna, kau tahu kan betapa merepotkannya sekolah ini ditambah lagi aku harus menangani perusahaan? Akan sangat melelahkan jika aku harus menjalankan dua peran sekaligus. Tunggu saja sampai kita lulus sekolah nanti.” Clara dan Luna mengangguk.
“Kalian juga bisa bekerja bersamaku nantinya kalau kalian mau.”
“Benarkah?” Stella mengangguk.
“Tentu saja, setelah aku lulus nanti, kita pasti bisa membuat perusahaanku itu maju lebih pesat lagi.”
“Kalau begitu, berdoalah semoga kita semua tidak terpisah setelah lulus nanti.” Stella dan Luna mengangguk menanggapi ucapan Clara. Persahabatan yang begitu indah, hingga membuat mereka terlihat layaknya kakak beradik yang sangat kompak, membuat orang-orang iri hati dengan kedekatan mereka karena pasalnya, banyak persahabatan yang harus putus karena suatu hal.
TBC