
Malam telah tiba, Clara, Stella, dan Luna telah sampai di sirkuit Sakura 09 dengan mobil mereka seperti biasa begitu juga dengan Felix, Vincent, dan Marcello.
“Kalian sudah siap Ladies? Jika kalian kalah, jangan menangis ya.” Luna mendecih.
“Kita lihat malam ini siapa yang akan menangisi kekalahannya dan menjadi pelayan bagi pemenangnya. Ingat jika kami menang kalian pun harus menyiapkan bekal untuk kami makan siang!” Ujar Stella ketus.
“Oh ayolah nona, jangan ketus begitu, kita langsung mulai saja dan lihat siapa yang akan menang dan siapa yang akan kalah.”
“Siapa takut?” Ketiga gadis itu berucap serentak dan tegas.
“Ayo semuanya kita kalahkan mereka.” Stella dan Luna mengangguk. Mereka semua pun masuk ke mobil mereka masing-masing dan menunggu aba-aba dari para gadis berpakaian kurang bahan itu.
Ketika melihat aba-aba menyatakan mulai, mereka pun menancap gas mereka dan berlomba menuju ke garis finish untuk menjadi pemenang. Tentu sebagai wanita, Clara, Stella, dan Luna merasa malu jika harus menyatakan perasaan mereka nantinya meskipun yakin mereka tidak akan jatuh cinta. Namun, siapa yang tahu apa yang akan terjadi di masa depan nanti?
Mereka awalnya memimpin jalan, namun tiba-tiba Felix telah memimpin jalan yang tentunya hal itu membuat mereka kesal setengah mati. Clara pun menancap gas lebih dalam untuk menyusul Felix, namun keberuntungan kali ini sepertinya berpihak kepada para pria karena Clara telah tertinggal jauh dari Felix. Sedangkan mobil Vincent berhasil memotong mobil Stella begitu juga dengan Marcello.
Ketiga gadis tersebut pun memukul setir mobil mereka untuk melampiaskan kekesalan mereka karena bisa-bisanya balap liar ini mengandalkan keberuntungan mereka. Setiap kali mereka mengikuti lomba, kemenangan mereka sangatlah selang-seling dan untungnya Clara, Stella, maupun Luna berhasil menghindari taruhan menjijikan dari ketiga pemuda itu.
Mereka keluar dari mobil dengan wajah kesal mereka dan itu dapat dilihat oleh ketiga pemuda yang ada dihadapan mereka.
“Wah, wah, wah, dimanakah kepercayaan dirimu tadi siang nona? Kami memenangkan lomba ini dan kalian harus melayani pemenang kali ini, lalu menyatakan cinta kepada kami para pemenang nantinya.” Ujar Felix menaik-naik turunkan alisnya.
“Cih, keberuntungan kalian saja malam ini. Bagaimana jika kita lomba lagi malam ini? Jika kalian kalah, maka kalianlah yang akan menyatakan cinta kepada para pemenang, itu jika kalian sudah yakin jatuh cinta kepada kami.”
“Setuju, sangat setuju, dan kami akan menunggu pelayanan dari kalian cantik. Oh iya, aku ingin kalian membawakan bekal yang sangat enak kepada kami besok dan pastikan kalian bertiga sendiri yang memasak.”
“Ayolah tuan Felix, jangan meremehkan kemampuan memasak kami. Kami sudah lama tinggal bertiga tanpa kedua orang tua kami, jadi tidak mungkin tidak bisa masak.” Felix menatap kagum kepada Clara.
“Wow, kalian memang sangat mandiri dibandingkan para gadis manja itu.” Puji Felix.
“Sudahlah jangan basa basi, kalian hanya ada maunya saja memuji kami. Kami para wanita sama saja jika kalian ingin tahu, hanya saja, kami kurang beruntung. Kami akan menerima kekalahan kami dan melayani kalian selagi masih berada dalam jangkauan kami. Permisi tuan, sampai ketemu besok, oh iya, aku akan memberikanmu bonus tuan Felix-“ Clara mendekati Felix lalu berbisik di telinga Felix yang membuat Felix
merinding.
“Daging tikusnya akan menjadi hidangan penutup untukmu.” Clara menjauhkan wajahnya dan terkikik melihat wajah Felix yang menegang.
“Kentara sekali ya ketakutanmu itu.” Felix mendengus.
“Sangat menyenangkan sekali lomba kali ini. Selamat bagi kalian yang menang dan selamat makan daging tikus. Bye.” Clara melambaikan tangannya dan memasukki mobil mereka masing-masing dan pulang menuju ke rumahnya.
“Disini rupanya kamu Clara? Setelah diusir bukannya merenungkan kesalahanmu tapi masih saja kamu berulah dan mengikuti balap liar lalu membuatku malu. Dasar anak kurang ajar!” Clara berbalik dan menatap datar kepada sang Ayah. Ia juga melihat Claire yang tersenyum remeh kepadanya.
“Maaf, bukankah anda dulu mengatakan kepada saya jika anda tidak peduli lagi apa yang akan saya lakukan? Anda juga sudah memutuskan hubungan kita antara ayah dan anak, jadi, tidak perlu lagi anda melarang saya untuk melakukan sesuatu yang saya sukai disini.” Jawab Clara santai.
“Sayang sekali, membiarkanmu pergi dari rumah tetap saja membuatku rugi. Untung saja Claire memberitahuku jika kamu mengikuti balap liar seminggu sekali disini. Jika tidak? Maka kami akan dicap lebih buruk lagi diluar sana karena kamu. Jadi, aku akan membawamu pulang ke rumah dan mengurungmu di gudang supaya tidak membuatku malu lebih jauh lagi. Kalian, bawa dia.” Kedua bodyguard itu bergerak mendekati Clara dan hendak menyeret Clara, namun sayangnya Clara lebih cepat menangkap tangan mereka dan mendorong kedua bodyguard itu hingga terjerembab ke tanah.
“Apa yang kalian lakukan?! Menangkap bocah itu saja kalian tidak bisa?! Percuma saja kalian aku pekerjakan jika tidak bisa bekerja dengan baik dan benar. Kalian akan kupecat sekarang juga! Cepat bangun dan seret gadis itu kemari!” Kedua bodyguard itu pun terbangun dan berlari hendak mendekati Clara, namun Felix dan Vincent
dengan sigap menendang kaki kedua bodyguard itu hingga mereka kembali terjatuh ke tanah memegangi kaki mereka yang sakit.
“Maaf tuan, kami tidak akan membiarkan kedua anak buah anda membawa Clara ke rumah anda. Lagipula, anda sudah mengusirnya dari rumah dan mencoreng namanya dari kartu keluarga kalian. Keikutsertaan Clara dalam balap liar ini tidak akan mengganggu anda jika anda tidak mempersulit keadaan seperti sekarang ini. Siapapun akan melihat jika andalah yang tidak bisa mendidik anak anda dengan baik. Contohnya adalah putri anda yang bernama Claire. Dia selalu menindas orang-orang yang lemah dan bahkan tidak mempunyai penampilan yang menarik. Karena apa? Itu semua karena anda yang tidak bisa mendidik anak anda sama sekali karena yang anda lakukan hanyalah menutup mata atas perbuatan anak anda sendiri.” Ayah Claire menggeram merasa tidak terima mendengar ucapan dari Felix yang sangat panjang kali lebar itu.
“Memangnya kamu siapa anak muda? Berani-beraninya kamu menceramahiku padahal kamu sama sekali masalah yang sebenarnya!” Bentak Ayah Claire.
“Justru andalah yang tidak pernah mengetahui kejadian yang sebenarnya tuan. Anda membela seseorang yang jelas-jelas bersalah atas perbuatannya selama ini. Anda selama ini mengetahui jika Clara berbuat masalah bukan? Terlebih di pesta yang pernah anda rayakan beberapa tahun yang lalu.
Flashback
5 tahun yang lalu....
Di mansion Clara dan Claire. Sebuah pesta digelar dengan mewah oleh kedua orang tua Clara dan Claire. Saat itu
Clara yang sedang menyendiri di pesta sambil meminum minumannya pun dihampiri oleh Claire dan teman-temannya.
“Wah, wah, wah, Clara, tumben sekali kamu berada di pesta seperti ini? Bukankah kamu seharusnya rajin belajar
karena kamu itu sangat bodoh sekali.” Clara tidak menghiraukan ucapan Claire yang menghina.
“Hei kamu tidak usah sombong ya Clara, kamu itu hanya anak bodoh yang tidak diharapkan disini.” Clara meminum kembali jusnya tanpa menghiraukan ucapan Claire sama sekali.
“Sudahlah Claire, tidak ada gunanya kamu memanggil anak bodoh ini. Sebaiknya kita pergi saja dan
menikmati pesta ini.”
“Tapi sepertinya aku ingin membuatnya dimarahi hari ini.” Claire menyeringai.
“Apa yang kamu lakukan Clara? Kenapa kamu menyiramku? Kamu tahu, gaun ini pemberian papa untukku sebagai hadiah karena aku sudah mendapatkan nilai besar dalam pelajaran hari ini! Kamu sudah merusaknya hari ini dan kamu sudah keterlaluan!!” Bentak Clairekepada Clara dan ditanggapi oleh Clara dengan memutar bola matanya bosan.
“Aku menyirammu? Yang benar saja? Jika aku mau menyirammu, maka gelasku pastinya sudah kosong dari tadi. Semua orang pasti akan tahu jika caramu ini sangat tidak masuk akal untuk menjatuhiku.”
“Itu benar Claire, kecuali, berpura-puralah terjatuh lalu menangislah, maka semua orang akan percaya kepadamu.” Ucapan teman Claire membuat Claire menyeringai. Ia pun menuruti perkataan temannya dan berpura-pura limbung.
Bruk
Claire terjatuh ke lantai dan berpura-pura pingsan dengan teriakan temannya membuat semua orang terkejut dan menatap Claire yang pingsan. Clara hanya menatap malas kepada Claire yang saat ini sedang bersandiwara sambil meminum kembali jus yang ada di tangannya.
“Ya ampun Claire, kamu kenapa? Ini semua karena kamu Clara, kupastikan kamu diusir dari rumah ini!” Bentak teman Claire lalu ia mengguncang-guncang tubuh Claire berusaha membangunkan Claire hingga kedua orang tua Claire datang menghampiri Claire yang saat ini sedang pingsan.
“Claire kamu kenapa nak? Ya ampun Pa, kenapa dia basah seperti ini? Ini sepertinya jus Pa.” Ucap Ibu Claire yang begitu panik.
“Iya Ma, sepertinya dia habis tersiram. Oh iya, Sarah, kamu tahu tidak kenapa Claire bisa pingsan
seperti ini?” Tanya Ayah Claire.
“Itu Om, Om bisa tanyakan sendiri kepada Clara.” Kedua orang tua Claire dan Clara itu pun menatap Clara yang menatap mereka datar. Clara sudah menduga hal ini akan terjadi dan ia pun tidak menghiraukan tatapan bertanya dari kedua orang tuanya.
“Clara, apa yang terjadi kepada adikmu?” Clara pun menghela napas.
“Dia hanya berpura-pura pingsan Pa, jangan percaya padanya. Oh iya, dia juga menyirami dirinya sendiri menggunakan minumannya sendiri lalu seperti itulah dia.” Clara tersenyum.
“Tidak. Itu bohong Om, saya adalah saksinya, saya melihat Clara menyiram Claire menggunakan jus lalu mendorong Claire hingga Claire pingsan seperti itu. Dia hanya tidak mau mengakui kesalahannya hingga berkata Claire berpura-pura pingsan Om.” Ayah Claire dan Clara itu pun menatap tajam kepada Clara.
“Kamu sungguh keterlaluan Clara. Kamu sudah mempermalukan kami semua dengan mengacaukan pesta ini dan kamu telah menyakiti adikmu sendiri hingga pingsan. Sebaiknya kamu pergi dari rumah ini dan jangan pernah menampakkan diri kamu lagi disini! Keterlaluan!”
Plak
Wajah Clara tertoleh ke samping dengan bekas merah di wajahnya. Ibu Clara dan Claire menatap terkejut perbuatan suaminya yang menampar putrinya sendiri.
“Pa, kenapa kamu menampar Clara? Bukankah semuanya bisa dibicarakan dengan baik?” Tanya Ibu Claire dan Clara.
“Ini semua karena kamu Ma, kamu selalu memanjakan anak ini. Inilah puncak dari didikanmu itu Ma, dia menyakiti adiknya sendiri! Apakah itu yang dilakukan seorang kakak terhadap adiknya?!” Bentak Ayah Clara dan Claire.
“Tapi kenapa harus menamparnya Pa?! Mama tidak masalah jika kamu mau memarahi Clara atau apa, tapi tidak dengan menamparnya!” Bentak sang ibu.
“Lalu membiarkannya menyakiti adiknya lebih dalam lagi?! Tidak akan, hari ini juga Papa akan mengusir anak ini dari rumah dan biarkan dia hidup di jalan! Kamu ikut Papa sekarang juga!” Pria itu pun menyeret Clara yang terlihat pasrah itu menuju pintu belakang lalu mendorong Clara ke tanah. Clara bangkit berdiri dan menatap kosong kepada sang Ayah.
“Kamu memang anak yang tidak tahu diuntung! Sudah bodoh, kasar, berbohong lagi! Mulai sekarang pergilah sejauh mungkin dan kamu bukan lagi anakku sekarang!” Pria yang merupakan ayah dari Clara dan Claire itu pun masuk ke dalam rumah meninggalkan Clara sendirian di rumah.
Flashback Off
“Kamu tahu dari mana semua itu Felix?” Tanya Clara.
“Aku tahu semua mengenai kamu.” Clara menatap heran kepada Felix yang hanya tersenyum.
“Dan untuk anda tuan, sebaiknya pulang saja ke rumah anda dan rawatlah anak anda sebaik mungkin sebelum membuat keonaran lebih besar lagi dan saya pastikan tidak akan ada yang menyentuh Clara seujung jari pun termasuk anda.” Ayah Claire menatap tajam kepada Felix.
“Heh, besar sekali bicaramu bocah. Apakah kamu kekasih Clara?”
“Iya, saya adalah kekasih Clara dan saya akan melindungi Clara dari anda.” Ayah Claire mendengus dan tersenyum remeh sementara Clara terkejut mendengar itu begitu juga dengan yang lain. Claire yang berdiri di samping ayahnya membelalak mendengar ucapan Felix.
“Terserah kamu saja. Kupastikan kamu akan menyesal memilih Clara menjadi kekasihmu. Ayo Claire kita pergi dari sini. Papa sudah tidak peduli lagi dengan mereka.” Claire hanya pasrah saja ketika ia dibawa ayahnya pergi meninggalkan sirkuit Sakura 09 itu.
“Felix, apa maksud kamu mengatakan kepada ayahku jika kamu adalah kekasihku?” Tanya Clara.
“Aku melakukannya agar tidak ada lagi gadis-gadis berisik mendekatiku terutama saudara kembarmu itu.” Clara mendengus.
“Cih mau memanfaatkanku rupanya.”
“Karena kamu pelayanku, tidak ada salahnya bukan aku memanfaatkanmu?” Clara menatap tajam kepada Felix.
“Mau memanfaatkanku? Maaf saja, kupastikan kepalamu terpisah dari tubuhmu. Ayo kita pulang teman-teman.” Clara masuk ke mobilnya diikuti Stella dan Luna yang masuk ke mobil mereka masing-masing lalu pulang ke rumah mereka.
“Ancaman yang sangat mengerikan Felix. Kuharap kamu tidak akan terlalu berterus terang seperti itu kepada singa betina jika tidak ingin kepalamu dilahap olehnya.” Felix mengedikkan bahunya mengabaikan ucapan Marcello.
“Aku hanya mengingatkanmu saja bung.” Felix tersenyum miring.
“Kita pulang sekarang.” Mereka bertiga masuk ke mobil masing-masing dan pulang menuju ke rumah.
TBC