I'M Not Your Girl

I'M Not Your Girl
Episode 15 : Meet



Pagi-pagi sekali, Clara keluar rumah untuk berbelanja bahan makanan yang tinggal sedikit sekaligus


mencoba resep makanan untuk dimakan bersama kedua sahabatnya hari ini di


minimarket.


Seorang wanita paruh baya juga terlihat sedang memilah bahan makanan hingga mereka tanpa sengaja menubruk


satu sama lain.


“Aw kepalaku. Maafkan saya, tadi saya kurang fokus, apakah anda tidak apa-apa?” Tanya Clara mencoba membantu wanita yang tertubruk olehnya tadi untuk berdiri.


“Saya tidak apa-apa maafkan saya juga karena saya ceroboh.” Ketika wanita itu mendongak mereka


berdua saling membelalakkan mata mereka.


“Clara?” Panggil wanita itu.


“Mama? Tumben sekali ke minimarket?” Clara bertanya dan ia masih terkejut dengan situasi ini.


“Iya, mama ingin berbelanja disini, kebetulan sekali bahan makanan di rumah sudah menipis.” Wanita itu memeluk Clara untuk pertama kalinya setelah sekian lama tidak bertemu.


“Kamu apa kabar Clara? Selama ini Mama mencari kamu kemana-mana tapi tidak mendapatkan jawabannya sama sekali. Maafkan Mama karena Mama tidak bisa membantu kamu agar tidak diusir oleh Papa kamu. Mama percaya kalau kamu tidak bersalah. Selama ini Mama selalu berharap bisa bertemu dengan kamu dimana saja dan setelah sekian lama, akhirnya doa Mama dikabulkan.” Clara membalas pelukan sang Ibu untuk beberapa detik, lalu ia melepaskan pelukan itu dan matanya menatap sang Ibu dengan tatapan sendu.


“Maaf Ma, Clara tinggal di rumah teman Clara selama ini. Mama tidak perlu meminta maaf karena Clara juga merasa lebih baik setelah pergi dari rumah itu. Hanya saja Clara hanya meminta satu permintaan sama Mama, tolong awasi saja Claire dan jaga Claire agar ia tidak terjerumus karena kebiasaannya yang suka membully. Permisi.” Clara pun pergi meninggalkan sang Ibu menuju ke kasir untuk membayar semua belanjaannya disusul oleh sang Ibu. Ia hendak membayarnya namun sang Ibu menghentikannya dan ia mengeluarkan uang lebih untuk membayar sekaligus belanjaan Clara.


“Ma, Mama tidak perlu melakukan ini. Clara juga bisa membayar sendiri.” Ibu Clara dan Claire itu menggeleng.


“Tidak apa-apa, Mama ingin melakukannya untuk kamu.” Clara menghela napasnya.


“Kalau itu memang keinginan Mama, aku bisa apa?” Clara dan ibunya itu pun keluar dari minimarket.


“Terima kasih sayang, kamu memang selalu mengerti. Kamu sudah makan?” Tanya sang ibu.


“Sejujurnya aku mau sarapan sama temanku. Rencananya ingin mencoba resep baru pagi ini. Mama juga sudah makan?” Sang Ibu menggeleng.


“Kalau begitu, bagaimana kalau kita mencari makan terlebih dahulu di pinggir jalan?” Clara yang sudah tidak secanggung tadi pun berniat mengajak ibunya untuk makan berdua.


“Kamu yakin mau makan di pinggir jalan sama Mama? Bukankah tadi kamu bilang mau sarapan sama teman-teman kamu?”


“Nanti juga bisa sarapan lagi, lagipula makan dengan setengah piring nasi tidak akan cukup untuk Clara, Mama tahu kan?” Sang Ibu pun mengangguk, akhirnya mereka pun mencari rumah makan di pinggir jalan untuk mengisi perut mereka.


“Bagaimana kabarmu selama di sekolah Clara?” Clara mendongak sambil mengunyah makanannya.


“Biasa saja dan tidak ada yang spesial. Hanya saja, selama bersekolah disana, kesabaranku selalu diuji ketika berada di sekolah.” Ucap Clara.


“Apakah karena ada Claire disana?” Clara mengedikkan bahunya lalu melanjutkan lagi makannya.


“Apa kamu mau Mama membantumu mengubah sifat Claire?” Clara menggelengkan kepalanya.


“Tidak usah Ma, jangan membuang-buang waktu Mama untuk sesuatu yang seperti itu. Dia hanya belum pernah merasakan saja bagaimana diabaikan.” Sang Ibu pun menatap sendu mendengar ucapan Clara. Clara sejak kecil yang kekurangan kasih sayang dari mereka dan membuatnya merasa bersalah hingga kini.


“Oh iya Ma, semalam aku makan di restoran Mama, dan aku suka sekali dengan masakan Mama. Karena tadi Mama sudah membayar, sekarang giliran aku yang membayar makanan ini. Aku juga mau pamit terlebih pulang karena mereka pasti akan mencariku kemana-mana.” Sang Ibu pun mengangguk.


“Hati-hati ya sayang. Mama pasti akan berusaha yang terbaik untuk mengubah kepribadian Claire menjadi lebih baik lagi, karena itu adalah tugas seorang Ibu.” Clara yang mendengar itu pun tersenyum tipis.


“Hm, terima kasih Ma, aku pergi dulu. Sampai jumpa.” Clara beranjak dari tempat duduknya dan membayar makan mereka lalu pulang menuju ke rumah membawa barang belanjaan. Clara pun berjalan pulang ke rumah, namun, seseorang yang menaiki mobil pun berhenti di sampingnya membuat Clara mengernyitkan dahinya.


Kaca mobil itu terbuka, menampakkan Felix yang sedang tersenyum berniat untuk menggoda Clara.


“Hai, mau diantar pulang nona?” Clara semakin mengernyitkan dahinya membuat Felix menghilangkan senyumannya.


“Itu wajah bisakah di kondisikan? Anak kecil sekalipun pasti akan takut jika bertemu dengan kamu. Wajah kamu itu seperti monster.” Clara menghela napasnya untuk menahan emosinya. Ia pun tersenyum palsu membuat Felix merinding karena senyuman itu terlihat mengerikan di matanya.


“Jadi, ada apa Tuan Felix yang terhormat menghentikan mobilnya disini?” Tanya Clara dengan senyuman mengerikannya itu.


“Tidak apa-apa, aku hanya ingin mengingatkan besok kamu harus membawakan bekal makan siangku di sekolah. Letakkan di dalam laci dan pastikan belum ada orang-orang sama sekali yang datang ke kelas itu.” Clara mendecih.


“Belanjaanmu banyak sekali, sepertinya akan berat sekali jika membawanya sambil berjalan. Ikut aku, aku akan mengantarmu pulang ke rumah hari ini.” Clara menghentikan langkahnya.


“Tidak perlu. Melihat wajahmu saja membuatku muak.” Clara kembali melanjutkan langkahnya. Felix yang melihat itu pun berinisiatif untuk turun dari mobilnya lalu menarik tangan Clara membuat Clara mengadu kesakitan.


“Hei ini sakit!! Lepaskan! Kau kasar sekali jadi pria!” Clara berujar ketus sembari meronta namun Felix sama sekali tidak menghiraukannya.


“Apa kau tuli?! Aku akan berteriak jika kau tidak melepaskan tanganku sekarang juga! Tolong!!!!!” Clara berteriak namun, sedetik kemudian ia terdiam karena Felix mendekatkan wajahnya.


“Berteriaklah, akan ku curi ciuman pertamamu.” Bisik Felix di telinga Clara membuat Clara merinding.


“Kau lebih manis jika diam seperti ini. Ikut denganku maka kau tidak akan kesakitan.” Clara merasa wajahnya panas karena perbuatan Felix. Ia hanya pasrah ketika Felix menggenggam tangannya ke mobil.


“Kau sangat cantik sekali jika dilihat dari samping.” Clara mendelik tajam kepada


Felix.


“Sepertinya kau sangat tidak suka dipuji sama sekali ya, oh iya, apa kau sudah selesai makan?” Tanya Felix.


“Aku berencana makan bersama kedua sahabatku karena aku ingin mencoba resep baru.” Felix mengangguk.


“Sepertinya kau pandai sekali memasak. Aku jadi tidak sabar untuk mencoba masakanmu besok.” Clara menghela napas.


“Kupastikan kau suka karena daging tikus memang paling spesial untuk seorang pemenang balapliar sepertimu.” Ucap Clara datar membuat Felix mendengus.


“Jangan coba-coba memberikanku daging tikus itu jika tidak ingin kuambil ciuman pertamamu itu.” Clara terdiam.


“Ini pertama kalinya aku menaikki mobil bersama orang lain. Ternyata semenyenangkan ini ya.” Clara menghirup udara mobil itu dan terciumlah sebuah aroma pewangi mobil yang sangat sedap di mobil tersebut.


“Mobilmu wangi sekali untuk ukuran laki-laki. Kupikir laki-laki hanya tahu memakai saja dibandingkan merawat.” Clara mencoba memancing Felix untuk membuatnya kesal.


“Kau pikir aku laki-laki seperti diluar sana? Jorok dan tidak tahu cara merawat? Kau tahu, aku dibesarkan dari keluarga yang terhormat dan pastinya sangat menjaga kebersihan. Mereka juga selalu mengajarkan kepadaku setelah memakai benda, harus dikembalikan seperti semula. Itu artinya jika benda itu kotor maka aku harus membersihkannya seperti semula, paham?” Clara terkikik mendengar jawaban Felix.


“Kau lucu sekali, aku hanya ingin menggodamu saja. Oh iya, kau tidak bertanya alamat rumahku, apa kau sudah tahu?” Tanya Clara.


“Tentu saja. Aku adalah seorang Felix, apa saja yang berhubungan dengan seseorang yang kusukai pasti aku tahu.” Clara yang mendengar itu merasakan kupu-kupu terbang di perutnya.


“Maksudmu?” Tanya Clara.


“Aku menyukaimu karena itulah aku tahu semuanya tentangmu.” Clara merasa hatinya menghangat mendengar pernyataan suka dari Felix.


“Terima kasih sudah menyukaiku tapi aku merasa tidak pantas mendapatkannya.” Felix yang mendengar itu entah kenapa ia benci dengan ucapan itu.


“Semua orang pantas mendapatkannya dan kau tidak seharusnya mengucapkan itu. Kita sama-sama manusia, jadi jangan pernah berkata jika kau merasa tidak pantas mendapatkannya.” Ucapan Felix terasa menghinoptis Clara dan membuat Clara menatap Felix dengan tatapan yang berbeda dari biasanya.


“Hm.” Jawab Clara dengan gumaman. Ia tidak menyadari jika mereka sudah sampai di rumah karena terlalu lama menatap Felix.


“Aku tahu aku terlalu tampan tapi apa kau tidak mau masuk ke rumahmu dan mencoba resep baru yang kau katakan itu? Kurasa temanmu sudah seperti cacing kepanasan di dalam sana.” Clara gelagapan dan memalingkan wajahnya.


“Terima kasih sudah mengantarku.” Ucap Clara dan dijawab senyuman manis oleh Felix membuat Clara berdebar.


“Sama-sama. Jangan lupa bekalnya ya besok.” Clara mengangguk dan ia pun keluar dari mobil.


“Sampai jumpa besok.” Clara kembali mengangguk.


Setelah mobil Felix pergi, Clara memegangi dada kirinya.


“Apa yang terjadi denganku? Astaga, berhadapan dengannya sangat buruk bagi jantungku, sepertinya aku harus memeriksakan dadaku ke dokter besok.” Clara pun berjalan masuk ke rumah, namun ia melihat dua orang gadis yang amat dikenalinya berada didepan pintu.


“Kalian berdua?” Dua orang gadis itu menoleh menatap Clara lalu memandang Clara dari atas ke bawah.


“Kau siapa?”


TBC


Halo semuanya, sepertinya saya sudah cukup lama tidak update nih, kebetulan saya sedang sibuk dengan persiapan yang menguras tenaga, jadi, hari ini saya update karena kebetulan saya sedang tidak ada kerjaan, semoga masih ada yang menunggu untuk membaca cerita ini ya. Terima kasih bagi yang sudah like, komen, dan lain sebagainya, saya harap kalian selalu sehat dimanapun kalian berada dan jangan lupa juga untuk membaca cerita saya yang satunya berjudul Grudge De Himawari ya. Di cerita itu aku pakai karakter canon dengan pemeran utamanya Himawari ya. Rencananya nanti saya berencana mempublish cerita disini selang-seling. Karakter original, lalu ada canon, begitu juga seterusnya. See you guys, semoga ceritaku bisa menghibur kalian semua.