I'M Not A Mafia

I'M Not A Mafia
Bab 9. Membalas Drago



“Siapa pun kamu aku tidak peduli. Kalau tidak mau dipukul seharusnya jangan menggangguku!” Freya tidak terima mengerucutkan bibirnya ke arah Drago. Dia berusaha menyembunyikan keterkejutannya.


Drago tetap tak menggubris kembali pada pendiriannya dan memundurkan kursi lagi, karena ia masih belum merasa nyaman saat duduk di tempat itu.


“Kau sulit sekali diberitahu.” Freya semakin geram kesabarannya sudah habis lalu mengangkat tinggi bolpoin ditangannya hendak menusukkan ke bahu Drago, “Aku bilang jangan ganggu a—“


Belum sempat membalas, sorang guru perempuan yang dipanggil 'Miss Risa' memberi salam memasuki kelas mereka, “Selamat pagi.”


Tangan Freya langsung berhenti seketika. Diurungkannya niatnya untuk membalas Drago.


“Kali ini aku memaafkanmu!” gumam Freya masih kesal.


Kalau tidak ada guru yang masuk di kelas mereka, sudah pasti Freya akan terus berseteru dengan Drago bahkan akan menusukkan bahunya dengan bolpoin tersebut.


Freya baru tahu kalau lelaki yang yang menjengkelkan itu adalah anak baru di kelasnya setelah guru memperkenalkan Drago di depan kelas barusan.


“Nama aku Orion Drago, panggil saja Drago. Aku tak suka berbasa-basi. Jadi tak usah berkenalan apalagi coba deketin aku!”


Baru memperkenalkan diri, Drago sudah menunjukkan sikap angkuh. Untungnya hampir semua murid tahu kalau Drago adalah murid istimewa yang direkomendasikan kepala sekolah langsung. Mereka tak berani mencibir, justru para siswi merasa terpesona dengan sikap dingin Drago.


“Sombong sekali cowok itu!” gumam Freya mendengkus kesal.


“Siena, masuklah. Segera perkenalkan diri,” ucap guru tersebut lagi setelah Drago sudah kembali ke tempat duduknya.


Selang beberapa detik seorang siswi baru lainnya memasuki kelas. Perempuan dengan rambut pendek diatas bahu itu masuk ke kelas dengan tampang cupu dan lugu.


"Selain Drago. Ada siswi baru satu lagi, namanya Siena. Segera perkenalkan dirimu Siena," ucap Miss Rida.


“Perkenalkan nama aku Siena,” ucap siswi baru menunduk.


Siena memperkenalkan dirinya di depan kelas. Awal kali masuk ke kelas dia banyak diremehkan, mereka bahkan tidak menyukai tampang Siena yang cupu. Karena tidak suka dengan penampilannya, tidak ada yang mau bersebelahan dengannya. Akhirnya guru tersebut menyuruh Siena duduk di sebelah Freya.


“Siena, kamu duduk saja di sebelah Freya,” kata guru perempuan itu lagi, dibalas anggukan oleh Siena.


“Perkenalkan nama aku Freya,” kata Freya mengulurkan tangannya kepada Siena ketika gadis itu sudah duduk di bangku sebelahnya.


***


Seusai pulang sekolah karena saking hausnya, Freya membeli satu gelas air mineral untuk menyejukkan tenggorokannya. Gadis itu berjalan ke arah pintu luar melewati parkirkan motor.


Tanpa sengaja matanya tertuju ke sebuah motor, Freya sangat kaget begitu mengetahui kalau nomor plat motor yang tadi membuat ia basah kuyup adalah milik Drago. Akibatnya, teman-temannya membully-nya lagi.


Ternyata cowok itu sangat menyebalkan. Bisa-bisanya aku memberikan ciuman pertamaku untuknya, huaaaa, batin Freya sambil mengusap kasar bibirnya.


Freya mengepalkan tangan, begitu geram berjalan mendekati Drago. "Jadi kamu juga yang tadi membuat bajuku basah?" Freya menatap sinis ke arah Drago yang hendak memakai helm.


"Kamu lagi." Drago mencoba tak memperdulikan Freya.


"Apa kamu tak tahu kata maaf sudah membuat bajuku kotor tadi pagi? Dua kali kamu membuat masalah denganku hari ini!" Freya begitu marah.


Drago tak peduli sedikit pun. Masih memakaikan helm di kepalanya, ingin segera pergi dari tempat itu.


"Apa kamu tidak bisa mendengar ucapan ku? Setidaknya ucapkan kata maaf!" Freya semakin marah.


Drago semakin mengacuhkan Freya, "Kamu sudah membuang waktuku!" ucapnya ketus mendorong tubuh Freya dan membuatnya hampir terjatuh.


Freya menggenggam tangan marah, meminum sedikit air mineral ditangannya, setelah dirasa sudah tak kehausan Freya mendekati Drago kembali.


“Rasakan ini cowok angkuh!” Freya tersenyum puas setelah menyiramkan air tersebut ke baju Drago.


“Beraninya kamu menyiramku?” bentak Drago terkaget.


***


Di tempat lain, di sebuah mobil. Seorang perempuan berambut pendek memasang earphone di telinganya. Terlihat dia sedang menelepon seseorang.


"Aku sedang memantaunya dari sini. Tenang saja, untuk sementara semuanya masih aman. Aku akan terus mengirimkan informasi kelanjutannya, Pak."


Perempuan itu adalah Siena.