I'M Not A Mafia

I'M Not A Mafia
Bab 15. Bermain Game



Di dalam permainan game. Robin dan Hyuna sedang melakukan roaming, bersama-sama melawan Baron dan sekutunya. Robin sudah membeli item amunisi yang tepat. Tinggal mereka bisa mengatur strategi agar tidak dikalahkan musuh, apalagi sampai turun level. Lewat fitur pesan di aplikasi tersebut, sambil memainkan game melakukan percakapan.


[Robin: Hyuna, kita abaikan saja orang yang di belakang Baron. Dia seorang Noob, kita fokus saja melawan Baron.]


[Hyuna: Yah, dia sepertinya memang pemain baru. Tetapi tidak salahnya kalau kita tembak dia dahulu, agar bisa mendapatkan lebih banyak bintang.]


Bintang bagi pemain MS bisa digunakan untuk menaikkan level, dan dalam jumlah tertentu bisa ditukarkan dengan senjata gratis. Tujuan permainan tersebut adalah merebut hasil jarahan lawan, seperti emas, dan uang dan menjadi mafia level satu yang tak terkalahkan.


Tak jarang para player menyebut Hyuna sebagai Hode, karena dia sangat ahli dalam menembak dan sikapnya yang tomboi seperti lelaki. Karakter Hyuna sangat kuat. Sangat susah sekali dikalahkan, bahkan oleh Baron sekali pun yang sudah pernah menjadi king mafia sebelum Robin ikut bergabung. Dulu Baron sempat ditolak menjadi pasangan Hyuna, dan kini karena marah dia menyebut Hyuna sebagai Hode.


[Baron: Dasar banci, kau itu sebenarnya cowok, kenapa memakai karakter cewek? Kirimkan wajah aslimu kalau memang benar cewek.]


[Hyuna: Jangan percaya! Aku bukan cowok, Robin.] Freya mengirimkan pesan pribadi kepada Drago.


[Robin: Yah aku percaya. Jangan pedulikan Baron.]


Robin dan Hyuna sudah berjanji untuk tidak menunjukkan wajah asli di aplikasi. Mereka takut sama-sama kecewa setelah melihat wajah masing-masing. Lagipula menurut keduanya, toh mereka hanya berpacaran di game MS, tidak untuk meneruskan ke dunia nyata.


Permainan berlangsung sekitar dua jam lamanya sampai tengah malam. Player satu persatu menghentikan permainan, termasuk Freya. Dia sudah mengantuk dan harus bangun pagi-pagi. Sedangkan Drago, insomnianya kembali kambuh. Daripada bosan, seperti biasa Drago meneruskan membuat konten permainan game barusan di media sosial. Konten yang dia buat saat bermain bersama Hyuna sedang tranding di media sosial sebagai sepasang mafia romantis di game MS. Drago memanfaatkan kesempatan itu untuk mencari uang.


[Hyuna: Sampai jumpa lagi besok Robin. I love you.]


[Robin: Love you too. Semoga mimpi indah Queen Hyuna.]


Keduanya mengakhiri permainan dengan pesan berisi emoji love dan beberapa pesan romantis lainnya.


"Kenapa malam ini aku benar-benar sangat lelah!" seru Freya sambil menguap. Ditaruhnya laptop ke atas nakas. Mulai merebahkan diri di ranjang.


***


Triing! Bunyi Alarm di handphonenya sangat nyaring terdengar, membangunkan Freya yang masih tertidur lelap.


Freya baru ingat kalau pagi ini ia harus membangunkan bos barunya. Ia tidak ingin dipecat, mengingat hanya dari pekerjaan itulah ia mendapatkan uang.


"Aku harus ke rumah tuan muda menyebalkan itu dulu. Hoaem! Kalau tidak karena uang, aku tidak mau bangun sepagi ini."


Dengan mulut yang masih terus menguap, Freya menyeret kakinya agar terus berjalan menuju halte bus. Ya, jarak rumah dengan tempat kerja lumayan jauh memakan waktu sekitar empat puluh menit untuk sampai ke tempatnya.


Pukul empat pagi Freya berjalan sendirian, ia sengaja datang lebih pagi agar tidak terburu-buru. Keadaan jalan yang masih sepi, hanya ada satu dua kendaraan yang melewatinya. Lingkungan rumah Freya memang jauh dari pemukiman penduduk, ia tinggal berdekatan dengan beberapa pabrik dan beberapa gudang-gudang kosong lainnya. Ia sendiri tak tahu mengapa ayahnya lebih memilih tinggal di tempat jauh dari warga.


"Mantel ini sepertinya kurang tebal," kata Freya sambil mengusap lengannya karena dingin.


Saat berjalan menuju halte bus, pandangan mata Freya teralihkan oleh beberapa orang lelaki yang bertubuh tinggi kekar, berlalu lalang di depan. Mereka menggunakan topi dengan jaket yang menutupi sebagian tubuhnya. Terlihat mencurigakan memang, terlebih saat Freya melewatinya, orang-orang itu langsung berpindah ke tempat yang lain. Di antara mereka, Freya tak begitu jelas melihat wajahnya karena tertutupi masker.


"Kenapa busnya lama sekali datang?" gerutu Freya berdiri di depan bahu jalan. Ia sedikit takut ketika salah satu dari mereka hendak mendekatinya.


Freya mengedarkan pandangannya ke penjuru arah, hendak mencari tempat yang aman apabila orang yang berjalan ke arahnya ingin berbuat jahat. Ya, kakinya sedikit gemetar rasanya ingin sekali berlari secepat mungkin. Dalam hatinya ia terus berdoa agar tak terjadi sesuatu di pagi buta ini. Dia sangat hebat di dunia game, tetapi tidak di dunia nyata.


"Untunglah dia segera pergi." Freya menghembuskan kasar napasnya ketika salah satu teman pria misterius itu menyuruhnya agar pergi meninggalkan tempat itu.


Selang beberapa menit kepergian mereka, bus yang ditunggu Freya akhirnya datang juga. Dengan cepat Freya langsung menaiki bus, duduk di barisan bangku belakang sambil terus memperhatikan kemana beberapa orang itu pergi.


Sepertinya aku mengenal salah satu dari mereka, batin Freya tidak yakin.


***


Catatan:


Noob: Seseorang yang bermain buruk saat memainkan game.


Hode: Pemain lelaki yang menyebutkan dirinya sebagai perempuan di dunia game.