I'M Not A Mafia

I'M Not A Mafia
Bab 27. Berseteru dengan El



Semalaman Drago dan El membicarakan banyak hal. Yang utamanya adalah tentang Calista. El menyarankan agar Drago sedikit meluangkan waktu bersama Calista agar bisa semakin dekat. Mengingat pernikahan mereka akan dilakukan beberapa bulan lagi setelah lulus sekolah nanti.


"Dekat atau tidak, tetap saja aku dan Cali akan menikah," sahut Drago. Dia kembali melihat layar laptop meneruskan pekerjaannya yang belum selesai.


"Yah, aku hanya memberikan saran. Sudahlah lupakan saja," ucap El. Dia tak ingin memperkeruh suasana dengan membicarakan, apalagi ikut campur dengan hubungan Drago bersama Calista, "Rion, apa gadis itu benar asisten rumah tanggamu? Bisa-bisanya Paman Gun memperkerjakan teman sekelas kita sendiri."


Elard tersenyum mendapati kenyataan tentang Freya. Apa mungkin Paman Gun sampai tidak tahu tentang Freya sampai dia memperkerjakan teman sekolah Drago sendiri sebagai asisten pribadinya.


"Kamu mengenalnya? Bagaimana kepribadiannya?" Mata Drago berbinar saat El membicarakan tentang Freya, dia juga langsung menghentikan aktifitasnya saat itu juga, seakan tanpa disadari kalau dia sangat ingin tahu tentang Freya.


Elard langsung kaget saat melihat ekspresi Drago saat bertanya tentang Freya. Keningnya mengernyit seakan sedang memikirkan sesuatu. Ekspresi yang ditunjukkan Drago saat membicarakan Freya begitu girang, berbanding terbalik sangat cuek saat membicarakan Calista.


"Maksudku, biar aku tahu bagaimana cara berbicara dengan dia agar cepat paham. Tanpa harus mengulangi perintah yang sama," ucap Drago berusaha menyembunyikan perasaan ingin tahunya terhadap Freya.


"Kau tidak menyukainya' kan?" tanya El.


"Tentu saja tidak. Dia terlalu menyebalkan sebagai seorang cewek."


"Ha, ha." El tertawa pelan, "dia gadis yang cantik menurutku. Seandainya saja dia mau menjadi pacarku, aku akan menyuruhnya berhenti bekerja sekarang juga. Ha, ha."


"Aku tak yakin kamu menyukai gadis seperti Freya," ucap Drago seperti menyindir.


"Memangnya kenapa? Aku belum memiliki pacar, aku bisa bebas memacari siapa pun yang mau menjadi pasanganku nanti. Aku sedang mencari pasangan agar tidak sendiri di hari pernikahanmu nanti," balas El sambil tersenyum tipis.


Ucapan El tak didengar bulat-bulat oleh Drago. Dia tahu seperti apa selera El sesungguhnya. Dia seorang fotografer, Drago sudah sering melihat hasil jepretan beberapa model di konten milik Elard. Semua yang dia foto rata-rata adalah artis muda, dengan postur tubuh tinggi putih dan cantik tentunya. Lebih tepatnya menurut Drago, perempuan tipe seperti Calista lah yang menjadi idaman El selama ini.


"Aku tidak yakin Freya adalah cewek sesuai kriteriamu. Bagaimana kalau ada cowok yang menyukainya?"


El berdiri dan berjalan pelan mendekati Drago. "Memangnya siapa cowok yang menyukainya? Setahuku dia masih jomblo. Ha, ha, aku sangat menyukai wanita imut seperti dia. Sudah bosan aku melihat wanita yang tinggi semampai. Kecantikannya alami tidak membosankan. Apalagi saat dia tersenyum, dia benar-benar sangat manis seperti pie karamel. Apa kamu keberatan aku berpacaran dengan pembantumu?"


Drago terkekeh, pertanyaan El sangat ambigu. Mana bisa dia melarang El, sedangkan tunangannya saja tak dia larang saat berjalan dengan El.


"Tentu saja boleh. Aku tak pernah melarang selama kalian saling mencintai. Lakukan saja semau kalian. Pergi ke mana pun, termasuk check in ke kamar hotel hanya berdua," kata Drago pelan. Entah kenapa dia sampai bisa mengeluarkan kata-kata itu. Yah, ucapan yang sudah lama dia pendam selama ini agar tidak keluar dari mulutnya kepada El.


Sementara Elard tampak tertegun sejenak. Sebenarnya siapa yang Drago bicarakan? Bukankah mereka sedang membicarakan Freya? Tapi kenapa dia menyindir hotel? Elard mengembuskan napas pelan. Dalam pikirannya pasti ada salah paham diantara mereka bertiga.


"Rion," panggil El pelan. Kali ini ekspresinya benar-benar serius.


Keduanya berdiri sejajar saling bersitatap.


"Apa kamu mencintai Cali?" tanya El dengan ekspresi yang sulit diartikan. Dia sepertinya tahu kalau Drago sedang menyindir dirinya dengan Calista.


"Haruskah aku menjawab?" Drago balik bertanya, kali ini sikapnya begitu dingin terhadap El.


Elard memegang pundak Drago pelan sebelum dia pergi dari kamar. El tak mau terlalu lama berdebat dengan saudaranya itu. Dia sempat melihat Drago sekilas, menatapnya dengan penuh arti seakan menyembunyikan suatu rahasia. "Jauhi dia kalau kamu tak benar mencintainya."


Kemudian Elard pergi meninggalkan Drago yang diam terpaku di kamarnya. Drago tidak terkejut sama sekali. Dia sudah tahu dari dulu. Mungkin dugaannya benar. Dari dulu dia sudah menyangka kalau Elard dan Calista saling mencintai dan sering pergi berkencan. Tepatnya ketika dia memergoki mereka keluar dari kamar hotel berdua. Beberapa waktu yang lalu ketika Calista berulang tahun. Drago tadinya ingin memberikan kejutan tak memberitahukan kedatanganya kepada Calista.


Sayangnya sebelum dia memberikan kejutan pada gadis itu, dia lebih dulu diberi kejutan. Sebuah kenyataan yang menyakitkan saat dia melihat El dan Calista keluar dari kamar hotel hanya berdua. Dari situlah perasaan cinta Drago langsung hilang untuk Calista.


Drago berusaha menyembunyikan kekecewaannya kepada siapa pun, termasuk kepada ibunya sendiri. Drago yakin ibunya tak akan percaya karena dia belum memiliki bukti.


Aku akan meninggalkannya setelah mendapatkan bukti perselingkuhan kalian berdua, batin Drago sambil mengepalkan tangannya keras.