I'M Not A Mafia

I'M Not A Mafia
Bab 12. Mengerjai Balik



Belum sempat Drago memberikan syarat agar dia memaafkan gadis itu. Terdengar suara ketukan pintu yang cukup keras dari luar.


Selang beberapa detik, kemudian Pintu dibuka pelan. Memperlihatkan Pak Gun yang sedang berdiri di depan pintu kamar.


"Tuan muda, Nyonya Niki menunggu Anda di meja makan!" ucapnya kepada Drago.


Pak Gun melihat sekilas wajah Freya yang begitu ketakutan saat berhadapan dengan Drago, "Tuan muda, maaf saya baru memberitahukan kalau gadis ini adalah asisten pribadi Anda selama di rumah ini. Kalau ada perlu apa pun, Anda bisa menyuruhnya. Namanya Freya." Pak Gun memperkenalkan Freya kepada Drago.


Freya masih menunduk tak berani melihat wajah Drago yang masih mengamatinya dari atas sampai bawah.


Kelakuannya sekarang benar-benar berubah 180 derajat dengannya yang tadi siang, batin Drago tersenyum miring.


"Aku sudah tahu, Paman. Terima kasih infonya. Apa Bibi Niki sedang menungguku di ruang makan?" Drago mendekati Pak Gun yang akan mengajaknya makan malam.


"Iya, Tuan muda. Ikutlah sekarang denganku!" sahut Pak Gun berbalik badan mengajak Drago mengikuti langkahnya.


Sebelum pergi, Drago melihat sekilas Freya yang masih menunduk.


"Tuan, Apa Anda sudah memaafkanku?" tanya Freya pelan sebelum Drago pergi.


Mendengar raut muka ketakutan Freya, Drago tersenyum miring, "Tentu saja belum, tunggu sampai aku selesai makan!" Drago menjentikkan jarinya.


Tatapan mata Drago yang digunakan untuk melihatnya begitu menusuk, hingga jantung Freya berdebar sangat kencang. Tentu saja Drago adalah pria yang tampan menurutnya. Freya hanya mengagumi wajahnya tetapi tidak dengan sikapnya.


Drago meninggalkan Freya sendiri di dalam kamar, ia sekarang mengikuti langkah Pak Gun dibelakangnya.


Kenapa harus lelaki perusuh itu yang menjadi majikanku? Kalau bukan karena uang, mungkin aku sudah mengundurkan diri. batin Freya kesal.


***


"Paman, apa gadis itu sudah bekerja disini lama?" tanya Drago sambil berjalan di sebelah Pak Gun.


Pak Gun tersenyum sambil mengamati raut wajah Drago yang terlihat berbeda.


"Dia baru dua hari bekerja, Tuan muda. Sengaja diperkerjakan untuk menjadi asisten pribadi Anda di rumah ini. Kalau tuan muda tidak suka, paman bisa mencari pengganti yang lain," sahut Pak Gun.


Drago tersenyum menggeleng, "Tidak, Paman! Biarkan gadis itu saja yang bekerja di sini."


Mereka berdua berjalan mendekati meja makan yang tersedia di ruangan tengah. Di sana mereka sudah di tunggu Elard dan ibunya, Niki.


"Selamat datang Drago, maaf bibi baru menyambutmu sekarang," ucap Niki mempersilahkan Drago duduk di depannya, "Bibi sengaja memajukan makan malamnya karena sebentar lagi bibi akan keluar sebentar lagi."


"Terima kasih, Bibi."


Drago mengangguk tersenyum menanggapi bibinya, lalu mendudukkan dirinya di kursi makan sebelah Elard.


"Apa kamu betah tinggal di sini?" tanya Elard.


"Yah, aku betah, Bibi," sahut Drago pelan.


Acara makan malam di mulai, para pelayan rumah tangga memasuki ruang makan dengan membawa beraneka ragam makanan. Bahkan Freya ikut melayani menaruh beberapa makanan di meja dekat Drago dan Elard.


Sambil terus menunduk, gadis muda itu menaruh beberapa makanan ke meja. Freya melirik sebentar ke arah Drago. Setelah selesai menaruh makanan, sesuai peraturan rumah, setiap pelayan akan berdiri tidak jauh di belakang mereka ketika acara makan berlangsung.


"Bagaimana sekolahmu hari ini Drago? Apa kamu senang pindah ke sini?" tanya Niki ketika mereka mulai makan.


"Kamu juga pasti betah Drago, apalagi di sana ada Calista. Kalian pasti akan sering bertemu di sekolah," ucap Niki.


Saat ibunya membicarakan Calista, Elard tampak tidak senang mendengarnya. Ia terlihat tak berselera saat makan. El melirik Drago yang terlihat menanggapi biasa saja.


Drago diam sejenak, sambil mengipas-kipas bibirnya karena kepedasan. Ternyata Drago tak sengaja mengunyah cabe yang ada di piringnya. Kebetulan chef di rumah itu juga tak mengetahui kalau Drago tak menyukai makanan pedas.


"Kenapa denganmu, Drago? Minumlah air ini." Niki terlihat panik diberikannya air minum agar Drago tak kepedasan lagi.


"Terima kasih, Bibi. Sepertinya aku butuh minuman manis agar rasa pedasku hilang," sahut Drago.


Melihat Drago yang masih kepedasan, Niki menyuruh Freya agar membawakan minuman manis untuk Drago. Gadis itu lalu mengiyakan bergegas ke pantry membuatkan minuman untuk Drago.


Selang beberapa menit, Freya sudah datang membawakan minuman manis untuk Drago. Menaruhnya langsung ke meja depan Drago.


Karena masih kepedasan, Drago langsung meminumnya. Baru beberapa teguk, sepertinya lidah Drago merasakan rasa yang lain. Bukan rasa manis melainkan rasa asin yang terasa tajam di mulutnya. Seketika rasa pedas itu langsung hilang digantikan rasa asin.


Drago diam sejenak, dilihatnya tajam wajah Freya yang masih berdiri di belakangnya.


Sepertinya dia sedang balas dendam kepadaku! gumam Drago di dalam hati.


"Apa rasa pedasnya sudah hilang?" tanya Elard.


Drago mengangguk pelan. Tentu saja ia sedang menutupi kesalahan Freya di depan bibinya. Ia tahu kalau sampai bibinya tahu Freya melakukan kesalahan sudah pasti gadis itu akan dipecat hari itu juga.


Acara makan berlangsung selama dua puluh menit. Mereka makan sambil sesekali membicarakan masa kecil El dan Drago dulu ketika Drago belum tinggal di luar negeri.


***


"Apa tuan muda memanggilku?" tanya Freya mendekati Drago.


Seorang pelayan menyuruhnya menemui Drago malam ini di kamarnya. Freya tak tahu kalau sudah melakukan kesalahan, dan akan dihukum malam ini.


"Minum air itu!" tegas Drago menunjuk minuman yang tadi dibuat Freya.


Freya meminum seteguk, ia merasakan rasa asin di mulutnya.


"Apa kamu sengaja ingin balas dendam denganku dengan memberiku minuman dengan rasa aneh ini!" ketus Drago kesal.


Freya tersenyum merasa bersalah berusaha menahan tawanya, "Maafkan aku, Tuan! Aku tidak sengaja!" ucap Freya.


"Jadi kamu senang mengerjaiku?"


"Tentu saja tidak, Tuan!"


Drago melihat Freya sekilas memikirkan hukuman apa yang akan gadis itu dapatkan. Namun, semakin ia berpikir kepalanya mendadak pusing kembali.


"Kerjakan PR ini! Aku akan istirahat sebentar," ucap Drago menyerahkan buku pelajaran kepada Freya.


Sebenarnya ia bisa menyelesaikan pekerjaan rumah itu sendiri, sayangnya kepalanya mendadak pusing kembali. Mungkin dipikiran Drago, itu gara-gara ia kurang istirahat.


Apa? Ada apa dengannya? Kenapa dia tiba-tiba saja berubah? batin Freya dalam hati.