
Drago merasakan lagi migren di kepalanya. Dia masih merebahkan diri di kasur. Sambil sesekali melihat ponselnya, memainkan game mafia simulator (MS). Dilihatnya lagi dan lagi, apakah Hyuna sedang online sekarang.
Kenapa seharian ini dia belum online? Tak seperti biasanya, gumam Drago.
Drago lebih senang bermain MS bersama Hyuna, menurutnya lebih menyenangkan melawan para mafia bersamanya. Hyuna terkenal ahli strategi meskipun terkadang bertindak ceroboh saat bermain.
Drago mengirimkan pesan kepada Hyuna, mengajaknya bermain lewat aplikasi game MS. Mereka sengaja tak bertukar nomor ponsel hanya bisa berhubungan lewat aplikasi MS.
[Bagaimana kabarmu hari ini, Hyuna? Kirim undangan permainan ke aku kalau kamu sudah siap bermain.]
Drago menaruh kembali ponselnya di atas kasur. Sambil memijat kening, dia berusaha memejamkan mata agar bisa tidur cepat. Namun, untuk kesekian kalinya tetap saja tak bisa.
Argh' kenapa susah sekali terlelap! Gerutu Drago di dalam hatinya.
Freya duduk di meja belajar Drago yang ada di sudut kamarnya, gadis itu tengah sibuk mengerjakan PR matematika Drago. Sesekali Freya menoleh ke arah Drago, yang dia pikir sedang tidur tidak jauh darinya.
Baiklah jangan salahkan aku kalau hasilnya tidak memuaskan, batin Freya.
Ya, Freya bukanlah siswi yang pintar. Freya di juluki miss remedial oleh teman-teman sekelasnya. Suatu keberuntungan bagi Freya sekolah di GIS, meskipun otaknya kurang, Freya tak pernah sekalipun tidak naik kelas.
Bodoh! Mana bisa aku tidur kalau ada cewek di kamarku.
Jari jemari Freya mulai mengerjakan satu demi satu soal yang begitu sangat sulit menurutnya. Drago bahkan tidak tahu kalau Freya merupakan siswi kurang pintar di kelas, ia membiarkan gadis itu mengerjakan tugas yang diberikan guru.
Jangan salahkan aku kalau besok kamu akan mendapatkan nilai yang buruk, batin Freya tersenyum tipis.
Drago di seberang sana, di atas tempat tidur yang tidak jauh darinya sedang mencoba memejamkan mata. Padahal niatnya ingin sekali ia beristirahat kali ini, sayangnya niat itu berubah beralih memperhatikan Freya dari jauh. Ya, gadis itu mencuri perhatiannya karena sikap konyolnya saat mengerjakan tugas sekolah.
Freya tampak sedang berpikir, sebelah tangannya terangkat lalu memijat kepalanya yang mendadak semakin berat. Ya, Freya sedang memutar otaknya agar cepat menyelesaikan tugas yang dia kerjakan.
Kenapa dia memukuli kepalanya? Sangat lucu! Bahkan ekspresi wajahnya benar-benar terlihat konyol, batin Drago menyipitkan matanya.
Merasa ada yang memperhatikan, Freya menoleh kebelakang. Mengedarkan pandangannya ke arah Drago yang terbaring menghadapnya. Walaupun Drago dalam keadaan terpejam, gadis itu masih merasa canggung. Freya tak biasa dengan seorang pria dalam satu kamar, seperti sekarang.
Sepertinya dia sedang mengawasiku?
Di saat Freya menoleh, Drago kembali memejamkan matanya rapat. Dia tak mau Freya sampai tahu dia diam-diam memperhatikannya.
Kau pikir aku tak tahu kamu sedang memperhatikanku, batin Freya.
Drago memperhatikan tingkah laku Freya dengan mata menyipit. Sebelum menyelesaikan PR-nya, Freya melakukan ritual dahulu dengan menekan keningnya kencang menggunakan ke dua jari.
Bisa-bisanya aku mendapatkan asisten rumah tangga yang seusia, apalagi yang bertingkah aneh seperti dia.
"Akhirnya selesai juga," ucap Freya keras.
Walaupun tidak terlalu puas dengan jawaban yang ia kerjakan, Freya merasa cukup lega karena pekerjaannya selesai. Freya masih memikirkan ingin menambah pekerjaan paruh waktu lainnya agar cepat mengumpulkan uang untuk menebus ayahnya.
"Mau kemana kamu." Suara Drago terdengar sangat pelan menghentikan langkah Freya yang beberapa langkah lagi akan keluar dari kamarnya.
Freya menghentikan langkahnya, menghela napasnya panjang, membiarkan oksigen masuk mengenai rongga dadanya, sebelum kembali menghembuskan dengan perlahan.
"Aku sudah selesai mengerjakan PR Anda, Tuan." Freya menjawab pelan.
Drago bangun dari tidurnya, menyilangkan tangannya duduk di tepi tempat tidur, "Sepertinya, insomniaku sedang kambuh, Aku ingin kamu lembur malam ini!" Drago berbicara tampa menoleh kepada gadis itu.
Apa? Imsomnia? Kerja lembur? Apa yang ia maksud? batin Freya ketakutan.
Drago belum memberitahukan apa pekerjaannya, Freya sudah lebih dulu berpikiran buruk. Ya, menurut Freya apa pun bisa terjadi mengingat Drago adalah lelaki.
"Apa kamu menolaknya?" tanya Drago ketika tak ada respon dari Freya.
"Tentu saja, Tidak! Asal Anda mau membayar kerja lemburku!" seru Freya kelepasan bicara.
Ah! Kenapa aku berkata seperti itu? Bahkan aku belum mengetahui apa yang dimaksud kerja lembur baginya? Kenapa aku bodoh sekali mengatakan hal itu? batin Freya.
Ingin terkekeh mendengar ucapan Freya, Drago lalu mendekatinya, "Apa kamu sudah siap bekerja lembur kali ini?"
Drago mendekati Freya yang semakin memundurkan langkah, sambil menutup dadanya dengan kedua telapak tangannya. Freya sangat takut lelaki di depannya berbuat macam-macam.
"Ma-maksud Anda bekerja lembur?" tanya Freya gugup.
"Bukankah kamu ingin tahu apa hukuman dariku?" Drago semakin memajukan wajahnya.
Seketika, Freya menutup matanya seraya menggigit bibir bawahnya. Entahlah dorongan dari mana tiba-tiba saja Freya mulai merasa ada sesuatu yang akan dilakukan Drago kepadanya.
Tak! Drago menjentikkan jarinya cukup keras.
"Apa kamu pikir aku akan menciummu?" Drago menatap mata Freya yang bulat.
Seketika, dengan napas lega Freya membuka matanya perlahan. Melihat seksama wajah Drago yang hanya berjarak beberapa senti. Malu sudah pasti, kenapa juga ia harus menutup matanya barusan, pikirannya terlalu buruk menilai Drago.
"Hukumanmu yang pertama adalah merubah suasana kamarku." Drago terkekeh melihat ekspresi wajah Freya.