I'M Not A Mafia

I'M Not A Mafia
Bab 22. Mengurungkan Niat



Drago melihat dari jauh, saat Calista hendak menaiki mobil bersama El. Dengan balutan dress merah panjang di bawah lutut, Calista terlihat cantik. Sangat serasi dengan El yang menggunakan pakaian kasual dipadukan dengan blezer warna merah.


"Apa masih ada yang tertinggal?" tanya El sambil membukakan pintu samping mobil untuk Calista.


Calista tersenyum sambil menggeleng pelan. "Terima kasih, Kak. Sepertinya tidak ada yang tertinggal," jawab Calista.


Elard mengamati lekat penampilan Calista yang sangat anggun. Dia mengamati saksama sepertinya ada yang kurang di gaun yang dikenakan perempuan itu.


"Pita gaunmu belum terikat dengan baik, Cali." El memegang lehernya, memberikan kode kepada Calista.


Calista tampak tertegun sebentar sebelum menaiki mobil, melihat penampilannya dari spion. Benar yang dikatakan Elard, pita gaun yang disangkutkan di lehernya tidak terikat dengan benar. Calista berusaha membenarkan sendiri. Namun, tangannya tak bisa.


Elard beritikad baik untuk membantu Calista. "Aku saja yang ikatkan, Cali."


Calista membalas tersenyum, lalu membalikkan badan membiarkan tangan El mengikat pita di lehernya dengan lembut. "Terima kasih, Kakak."


Meskipun lelaki, jari El terlihat luwes menautkan pita. Bahkan El merapihkan rambut Calista yang menurutnya lebih cocok digerai. "Gaun yang kamu kenakan terlalu terbuka dan membuat punggungmu terbuka lebar, Cali. Akan lebih cocok kalau rambutmu di gerai saja," ucap El memberi saran sambil membenahi rambut Calista.


"Benarkah?"


"Yah."


Calista menurut, dia pun akhirnya menggerai rambutnya. El bagi Calista sudah seperti managernya sendiri. Dia tahu selera El tentang penampilan memang sangat baik.


"Bagaimana dengan penampilanku sekarang?" tanya Calista.


"Sangat cantik."


"Terima kasih, Kakak. Besok aku ingin pergi ke salon. Apa akan lebih cantik kalau rambutku diwarnai coklat?" Calista kembali bertanya sebelum Elard menutupkan pintu mobil untuknya.


"Tentu saja, Drago pasti akan suka," jawab El kemudian, setelah dia sudah duduk di belakang kemudi.


Awalnya Drago ingin mendekati mereka sebelum mobil El melaju, ingin memberikan kado permintaan maaf untuk Calista. Namun, setelah dia melihat dan mendengar percakapan barusan, Drago langsung mengurungkan niatnya. Memutuskan untuk berbalik arah keluar dari halaman. Beruntung Calista dan El tak melihatnya.


Setelah berbalik arah dan keluar, Drago menemui Freya kembali di pertigaan jalan. Dia melihat Freya sedang sibuk memberi makan kucing jalanan. Rupanya setelah dia menurunkan Freya, gadis itu membeli makan kucing di minimarket dan membagikannya kepada kucing yang terlantar.


Walaupun dia aneh, dia adalah gadis yang penyayang terhadap kucing, batin Drago masih terus memperhatikannya.


"Ini untukmu," ucap Drago sambil menyodorkan kotak kalung kepada Freya.


Freya langsung tercengang, tangannya langsung berhenti memberi makan. "Untukku? Bukankah kalung ini untuk kekasihmu?"


"Ambil saja, sebelum aku berubah pikiran lagi. Anggap saja ini sebagai hadiah agar kamu bisa lebih rajin lagi bekerja di rumah Bibi Niki," balas Drago.


Freya masih mengamati benda berbentuk kotak tersebut. Rasanya tak pantas sekali dia menerimanya, apalagi pas mengetahui kalung itu berharga puluhan juta. "Tapi ...."


"Ambil saja, daripada aku membuangnya di tempat sampah, lalu kamu memungutnya lagi seperti boneka kucing tadi," ucap Drago menyindir.


"Terima kasih," ucap Freya malu-malu sambil meraih benda itu.


"Jual saja kalau kamu tak suka modelnya. Surat perhiasannya sudah aku taruh ada di dalam kotak," ucap Drago lagi, "ayo kita pulang sekarang."


***


Di tempat lain, di sebuah penjara. Terlihat lalu lalang narapidana yang sedang melakukan kegiatan piket bersih-bersih ruangan. Seorang petugas lapas memanggil seorang narapidana yang sudah ditahan hampir 20 tahun.


"Sony ada berita bahagia untukmu," ucap petugas lapas.


Narapidana yang dipanggil Sony tersebut langsung menghentikan aktivitas. Memberikan sapu yang tadi dia pakai kepada narapidana lain.


"Kabar gembira apa?" tanya Sony.


"Karena kamu sering berbuat baik di dalam lapas, kami memberikan apresiasi untuk kamu. Dua bulan lagi setelahnya kamu akan bebas." ucap petugas.