
hari ini Naya sengaja ketempat Lili karna dia belum sempat bertemu saat kejadian kemarin.
“tok,,tok,,,,tok” mendengar suara pintu di ketuk Lili beranjak keluar membukakan pintu.
“Naya” sembari memeluknya, Naya pun membalas pelukan Lili
“kamu tidak apa-apakan kan”
“aku baik-baik saja ko”
“ayo masuk,, banyak yang ingin aku tanyakan padamu” mereka kemudian masuk
“apa yang terjadi antara kamu dengan wawan” Lili penasaran tentang kejadian kemarin
“tidak ada yang terjadi ko”
“terus kenapa kamu meninggalkan kami”
“apa yang harus aku katakan, mana mungin aku mengatakan bahwa kemarin aku pergi bukan karna Wawan tetapi karna aku kepikirin ka Lion,, tapi jika aku katakan nanti Lili mengaggap aku gila”
Lili yang melihat sahabatya termenung langsung menepuk bahu Naya “Nay kamu kenapa???” sontak Naya kaget “ehhhh aku nga kenapa-kenapa”
“terus kenapa kamu melamun”
“siapa juga yang melamun” celutek Naya
“kamu lahc,,, aku bertanya malah kamu melamun”
Naya mengaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal sambil tersenyum “ kemarin aku hanya tak ingin melihat Wawan” Naya berbohong karna tak punya alasan lain.
“apa kamu membenci Wawan”
“tidak aku sudah memafkanya”
“terus kenapa kemarin kamu pergi ”
“aku hanya tak suka dengan omongan teman-teman”
“apa kamu sudah tak mencintai Wawan” tanya Lili karna penasaran
“semenjak dia meningalkan ku, perasaan suka ku terhadapnya sudah aku hapus”
“tapi” Naya langsung memotong omongan sahabatnya karna tak ingin membahas Wawan itu membuatnya kehilangan mood “ sudah lahc,,,, mendingan kita tidak bahas itu,” melihat sahabatnya yang kehilangan mood Lili tak melanjutkan omongannya. Walaupun dia sangat penasaran, Mereka pun asik berbincang-bincang sambil tertawa.
“ehh mba Naya,,, ko baru kelihatan lagi mba?” sapa sekertaris Lion
“iya mba Siska,,,,, akhir-akhir ini banyak urusan"
“mau ketemu pak Lion yahc mba”
“iya mba dia ada di mana??”
“dia ada di dalam mba”
“oww iya mba,,, terimakasi”
“iya mba”
Toktoktok
“masuk,,,”
Lion sibuk tak memperhatikan siapa yang masuk dia hanya fokus dengan pekerjaannya
“adeknya datang ko tidak di hiraukan” Lion langsung mengakat kepalanya saat dia melihat Naya dia langsung menghentikan pekerjaanya dan mendatangi Naya
“Naya kenapa kamu kesini?”
“apa aku tidak boleh datang”
“boleh lahc adeku sayang”
“apa kakak sibuk”
“kakak punya pekerjaan sedikit yang harus kakak selesaikan”
“kalau begitu aku pulang aja dulu”
“jangan,,,, Naya duduk dan tunggu kak dulu baru kita pergi makan”
“baik lahc”
Naya duduk sedangkan Lion kembali kemejanya dan melanjutkan pekerjaannya yang belum selesai, Naya yang memperhatikan kakaknya yang sedang bekerja, dengan tatapan penuh cinta, Naya semakin kagum dan terpesona melihat kakaknya serius dalam bekerja, lembar demi lembaran kertas di buka dengan begituh indah.
Setalah pekerjaanya selesai Lion mengajak Naya untuk keluar makan bersama, perhatian yang di tunjukan kepeda Naya membuat semua karyawanya iri karna Lion tak pernah bersikap hangat kepada orang lain. Sikap Lion yang dingin dan cuek akan berubah menjadi sosok laki-laki yang hangat dan penuh perhatian saat bersama dengan Naya. Semua karyawan akan salah sangka dan mengirah bahwa mereka adalah sepasangan kekasih yang begitu bahagia jika karyawanya tidak menegetahui jika mereka saudara.