
“kakak sedang apa??”
“kakak lagi beres-beres buat keperluan di sana” sambil mengemas-gemas barangnya tampa melihat Naya
Naya merasa di abaikan dia pun mendekat “butuh bantuan Naya” sambil duduk di dekat barang-barang Lion.
“nga usah Naya lebih baik beresin pakiannya sendri” sambil mengusir Naya karna Lion tak bisa megemas barang-barangnya karna Naya selalu mengeluarkan barang-barang Lion saat dia memasukkan barang-barangnya, melihat kelakuan Naya Lion lansung menghentikan aktifitasnya dan mendekatkan dirinya ke Naya sehingga membuat Naya terbelalak
“kakak mau ngapain”
“menurit Naya kakaka mau ngapain” sambil meletakan kedua tanganya di samping kanang kiri Naya sehingga Naya tidak bisa bergerak membuat Naya salah tingkah.
“apa sihc kakak Naya mau keluar”Naya langsung berdiri ingin meningalkan Lion, dengan sigap Lion langsung mencegah Naya keluar sehingga kini posisi Naya tersandar di lemari dan kedua tangan Lion di samping kanan dan kiri kepala Naya. Kedua posisi mereka sangat dekat sehingga bisa mendegar nafas mereka.
“kakak Naya ingin keluar” mencoba untuk terlepas dari dekapan kakaknya.
“kamu harus bertanggung jawab karna mengganggu kakak mu ini” Lion mendekat kan kepalanya dengan perlahan sehingga membuat jantung Naya berdetak kencang.
Dia langsung menutup matanya siap menerima ciuman dari Lion.
Lion yang melihat Naya menurup matanya tertawa sehingga membuat Naya membuka matanya.
“apa sih ka” sambil memukul-mukul dada Lion dan kini pipi Naya meronah karna malu.
Sedangka ibu Maryam sama pak Zam asik berbincang bincang di ruang tengah, kemidian pak Zam berdiri
“ayah mau kemana ?” tanya ibu Maryam saat melihat suaminya berdiri
“ayah lupa kasi berkas buat Lion”
“biar ibu aja yang bawakan yah”
Ibu Maryam kemudian mengambil berkas yang berada di ruang kerja suaminya dan menuju kamar Lion, sedangkan pak Zam kembali menikmati secangkir teh nya.
Melihat Naya malu Lion merasa kegirangan “ sunggu menyengkan menggodanya” guman Lion. Melihat Naya menunduk karna malu Lion mengankat wajah Naya sehingga kini mereka bertatapan . Kini Lion kembali mendekatkan kepalanya bermaksud untuk mencium Naya,
tiba-tiba ada yang membuka pintu. Sonta Naya langsung mendorong Lion hingga terjatuh kelantai.
“nak kamu kenapa” ibu Maryam kaget melihat Lion terjatuh
“aku nga kenapa-kenapa ko bu”
Ibu Maryam melihat Naya “ kamu kenapa mendorong kakak’mu seperti itu” sambil membantu Lion berdiri
“ta ta tadi ka Lion hampir menginjak kecoak bu jadi Naya nga sengaja langsung mendorong kakak” dengan terbata bata
“apa itu butul Nak” sembari ingin megetahu kebenarannya
“ iya bu” Lion mencoba meyakinkan ibunya
“Naya kembali ke kamar dulu bu mau beres-beres” Naya mencoba mencari alasan dan kabur meningalkan ibunya dia tak ingin ibunya banya tanya karna dia takut nanti ibunya curiga.
Sambil mengakat kedua tangannya “Maaf” sambil berbisik dan melihat ke arah Lion. Lion yang melihat Naya tersenyum menandakan bahwa dia tidak apa-apa.
Jangan lupa setelah membaca novel saya tekan tombol LIKE dan comment saran , pendapat maupun kritikan kalian, saya akan menerima semua saran, pendapat dan kritik dari kalian jika comment kalian sopan dan masi dalam batas wajar, itu akan saya jadikan sebagai nilai tambah untuk memperbaiki novel saya kedepannya.
klik dan follow profil manggatoon saya untuk melihat karya novel saya yang lainnya.
"Thanks" 😁😘