
“tapi seharusnya Ayah bertanggung jawab bu” pak Zam memijat kepalanya yang terasa sakit.
Flashback on
Hari itu pak Zam sedang merayakan pembukaan cabang perusahaanya di Bandung tiba tiba dia mendapat telpon dari pembantunya mengatakan jika istrinya akan melahirkan sehingga pak Zam langsung meningalkan acaranya yang masi berlangsung dia mengendarai Mobilnya ke bandara,
Tiba tiba di tengah perjalanan ada seorang wanita yang berlari ke tengah jalan, tabrakan pun tibak bisa terhindarkan, wanita itu tergeletak di tanah dengan bercucuran darah,
pak Zam langsung berhenti dan panik, melihat wanita itu masi bernafas pak Zam langsung melarikanya kerumah sakit, sesampai di rumah sakit para perawat langsung mendorongnya ke ruang ICU.
Pak Zam mondar mandir di depan ICU menunggu para dokter keluar tapi dokter yang menagani wanita itu belum juga keluar, pak Zam semakin gelisa karna istrinya juga sedang berada di rumah sakit untuk melahirkan anak pertamanya yang dia tunggu sejak lama karna dia baru di karunia anak dalam penantian 10 tahun pernikahanya.
Beberapa menit kemudian pak Zam mendapat telpon mengatakan jika istrinya sudah melahirkan seorang putri, air mata pak Zam menetes mendegar kabar bahagia itu karna kini dia di percaya tuhan untuk merawat dan membesarkan seorang anak,
Dia ingin sekali berlari dan menemui istri dan putrinya tapi dia tidak bisa meningalkan wanita yang tadi dia tabrak tidak lama kemudian dokter keluar dari ruang oprasi.
“dok keadaan wanita itu bagaimana”
“apa anda suaminya “
“bukan dok,,,”
“dokter lakukan apa pun yang terbaik untuk wanita itu, masalah biaya biar saya yang urus”
“bapak tenag saja”
Saat wanita itu di bawa keruang perawatan pak Zam merasa sedikit legah, dan dia meminta agar wanita itu di beri ruang dan perawatan yang terbaik setelah itu Pak Zam berjalan ke bagian adminitrasi untuk membayar biaya rumah sakit dan memberikan kartu namanya.
Saat pak Zam tiba di Kuala Lumpur dia langsung ke rumah sakit menemui istrinya, Pak Zam melihat istrinya sedang mengendong Bayi di pangkuanya, mata pak Zam berkaca kaca melihat bayi kecil mungil itu, Dia merasa bersalah karna tidak bisa menemani istrinya saat mempertaruhkan nyawa nya untuk melahirkan buah hatinya.
“terima kasih sayang ” sambil mencium kening istrinya, keluarga pak Zam terasa sudah lengkap dengan kehadiran putri kecilnya.
Satu bulan kemudian pak Zam ke Bandung untuk mengecek kondisi wanita yang sudah dia tabrak, sebenarnya pak Zam selalu menanyakan kondisi wanita itu dan mendegar bahwa keadaan wanita itu semakin hari semakin membaik dan pak Zam ingin bertemu dengan keluarga wanita itu karna dari info yang dia dapat wanita itu memiliki seorang putra. Dia ingin meminta maaf secara langsung.
Saat pak Zam masuk keruangan di mana wanita itu di rawat dia tidak menemukanya sehingga dia bertanya di bagian informasi dan dia di beritahu bahwah dua hari yang lalu wanita itu mengalami drop dan meningal dunia.
Pak Zam kaget mendengar kenyataanya bahwa wanita itu meninggal dunia. Dia menanyakan alamat wanita itu agar dia bisa bertemu putra wanita itu. Tapi saat dia sampai di alamat yang dia dapat dia tidak menemukan apa apa hanya rumah kosong yang berantakan.
Flashback off
*****