I'M In Love With My Brother

I'M In Love With My Brother
Perjodohan



“nak kamu kenal pak Agus?”


“iya yah dia adalah investor terbesar di perusahaan kita”


“kamu kenal Rina anak mereka?” tanya ibu Maryam sambil mengelus-gelus tangan Lion


“iya Bu” Lion merasa herang kenapa tiba-tiba ayah dan ibunya menanyakan tentang Rina


“hari ini pak Agus menemui ayah dan dia igin kamu dan Rina bertunagan,,,”


Duk seketika Lion tak bisa berkata apa-apa dia membisu dan mematung, semuanya jadi hening hari yang paling Lion takutkan terjadi, seakan dia tak bisa mencerna dan mendengar perkataan orang tuanya,


“ dan ayah pikir kamu sudah dewasa dan kelak akan menjadi penerus di perusahaan,”


“iya nak sebaiknya kamu menikah agar ada yang mengurusimu” lanjut ibu Maryam


“ayah serahkan semuanya padamu” sambil menepuk bahu Lion


“kamu pikir baik-baik nak perkataan ayah mu” sambil mengelus-elus kedua tangan anaknya, serasa berat menerima kenyataan bahwa anaknya sudah dewas dan akan menikah.


Seketika Lion tersadar “iya ayah ,,, iya bu ”


Lion kemudian berlalu meningalkan ruangan dengan wajah yang lesuh dia masuk kedalam kamarnya dan menghempas dirinya di kursi sambil bersandar dia menatap lagit-lagit dan menghembuskan nafanya yang begitu berat. Dia igin menolak pertunagan itu tapi dia tak igin membuat ayah dan ibunya kecewa. Lion tak bisa mencintai Rina karna hatinya sudah di tempati oleh wanita lain sejak dulu.


(Beberapa hari yang lalu)


Saat Rina melihat ayahnya duduk sambil menikmati secangkir teh dan membaca korang


“ayah”


“iya sayang”


“ayah lagi ngapain”


“ayah lagi baca korang sayang”


“ayah” sambil bermanja-manaja kepada ayahnya


Sambil meletakkan korang yang pak Agus pegang “pasti anak ayah ini pengen sesuatu”


“mau apa sayang, mau uang belanja? Barapa ??,,, ayah akan kasi berapa pun yang kamu minta”


“bukan itu ayah”


“terus apa sayang”


“ayah Rina ingin menikah” tersipu malu


“Menikah,,, waahh ayah sangat senag mendengarnya,,, kamu mau menikah sama siapa sayang”


Sambil menundukkan kepalanya dan berbicara gugup,,, “aku mau menikah sama Lion yah”


“Lion anakx pak Zam” seakan tak percaya


“iya yah”


“tidak, ayah tak mengijinkan kamu menikah dengan dia, walaupun ayah sangat menyukai dia karna dia sangat bisa di andalkan untuk mengurus bisnis”


“kenapa yah” dengan nada keras


“perbedaan usia kalin sangat jauh sayang”


“tapi Rina sangat mencintai ka Lion yah”


“tapi nak”


Rina langsung memotong pembicaraan ayahnya “pokoknya Rina tidak mau menikah jika bukan sama ka Lion,,, Biarin aja Rina jadi perawan tua” sambil cemberut


“Hufff,,,, iya,,, iya ayah akan berbicara sama pak Zam”


“yeeee benaran yahc yah” sambil memeluk ayahnya


“iya sayang” sambil mengelus-gelus kepala anaknya.


Pak Agus sangat menyayangi Rina, semenjak kematian ibu Rina pak Agus lah yang merawat Rina sendirian dan dia selalu menurutin kemauan Rina sehingga Rina sangat manja.


*****