I'M In Love With My Brother

I'M In Love With My Brother
Detak Jantung



Saat Lion pulang dia melihat Naya duduk di taman seorang diri,


“apa yang di lakukan oleh adek kecilku malam-malam begini seorang diri” seketika Naya menoleh dan melihat Lion, Naya yang merasa masih jengkel kepada kakaknya, tak mempedulikanya dia malah membuang mukanya.


“ada apa ko kakaknya tidak di sambut” Naya tetap membuang mukanya “ kalau Naya tak mau melihat kakanya lagi mendingan kak pergi ke Bandung lagi” Lion berdiri dan pura-pura igin meningalkan Naya,


Naya meraih tangan Lion, “ jangan pergi ” mendegar ucapan Naya, Lion tersenyum dia kembali duduk di bangku“ iya kak tidak akan pergi”.


“janji yahc kak tidak akan pernah tingalin Naya lagi”


“iya kak janji”


“jagan cemberut lagi dong nanti cantiknya hilang”


“ahhhh kakakkkkkkk” sambil memukul-mukul Lion, Lion meraih tangan Naya dan memeluknya. Naya merasa jantungnya berdetak kencang, takut Lion mendegar detakan jantungnya dia langsung berdiri. “ ayo kita masuk”. Naya salah tingkah dan wajahnya memerah.


“Naya wajah kamu kenapa memerah seperti itu” Naya langsung memegang kedua pipinya,


“aaaaaku nga kenapa-kenapa ko kak” saat Lion mau menyentuh pipi Naya. Dia langsung menghindar karna debar jantungnya semakin kencang, “aku masuk dulu kak,,, udarahnya sangat dingin” Naya berlari masuk “Nay tunggu kakak” teriak Lion tapi Naya tak menghiraukan teriakan kakaknya. Naya langsung masuk ke kamar dan mengunci pintunya,


“kenapa dengan anak itu apa dia sedang sakit” guman Lion sambil berjalan masuk.


Naya langsung merebahkan badanya dan memegang jantungnya. duk,,, duk,,, duk “Kenapa dengan jantung ku ini kenapa bisa berdebar sekencang ini, apa jagan-jagan aku terkena penyakit jantung. Naya memegang jantungnya ini pertama kalinya detak jantungnya berdetak begitu kencang, “ apa aku harus ke dokter..”batin Naya


Trilingggggggg “siapa yang menelpon di tengah malam Naya mencari-cari asal bunyi HP nya.


“halloo”


“iya Lili ada apa ??”


“ apa besok kamu mau pergi ke reunian SMA kita”


“Reunian kok aku baru tau”


“astagaaa Nayyyy dari tadi kami asik ngobrol di grub,,, tapi kamu tidak pernah muncul”


“maaf aku tadi tidak sempat membuka HP ku”


“yaudah besok anak-anak janjian mau ketemu di blue Café ,,,, kamu harus datang yahc”


“mmmm gimana yahc aku rasanya males pergi"


"kenapa?"


“pokoknya besok kamu harus datang,, ada yang ingin bertemu dengan mu"


"siapa?" Naya merasa penasaran


"Wawan "


“ Wawan Hardianto ??" ingin memperjelas


"iya Wawan Hardianto mantan kamu"


" bukannya dia ada di Amerika ” serasa bingung


“ kemarin dia pulang dan ingin sekali bertemu dengan kamu”


“aku tak igin bertemu dia lagi”


"kenapa bukanya dulu kamu ingin bertemu dengannya"


"iya karna aku ingin meminta penjelsanya kenapa dia selingkuh tapi malah dia pergi tampa memberitahukanku"


" makanya kamu bertemu besok dengannya dan meminta penjelasanya"


"aku sudah malas bertemu denganya,, dan itu sudah masa lalu,, aku tak butuh penjelasannya lagi"


“oky,,,oky,,, kamu temani aku yah”


“kamu pergi aja sendiri”


“masa teman baikmu,,, kamu suruh pergi sendiri,,, kamu tega” Lili mencoba membujuk Naya dengan sedikit merajuk agar dia igin pergi menemaninya.


“baik lahc aku akan temani kamu”


“beneran yahc”


“iya”


“okey sampai jumpa besok”


“oky”


sebenarnya Naya tak ingin pergi apa lagi Wawan akan datang membuat Naya semakin tidak ingin menghadiri Reunian kampusnya tapi karna Lili memaksanya terpaksa dia harus datang,