I'M In Love With My Brother

I'M In Love With My Brother
Pertemuan



Warning (18+)


“bukan Ayah yang membunuh ibu kandung Lion tapi ayah kandung Lion lahc yang telah membunuh ibu kandung Lion “


“maksud kamu nak ” seakan ingin memperjelas maksud dari Lion karna setaunya dialah yang telah menabrak wanita itu.


Lion menceritakan semua kejadian waktu dia di pukul oleh ayahnya dan kabur bersama ibunya setelah itu ibunya tertabrak mobil dan di rawat dirumah sakit kemudian ayahnya datang dan membunuh ibunya. Lion juga menceritakan alasan dia pergi dan kenapa dia baru datang karna dia tidak sengaja membunuh ayahnya, sehingga dia harus di penjara selama satu tahun.


setelah mendegar cerita Lion ada sedikit kelegahan di hati pak Zam “Ayah tetap salah nak,,,, Ayah Minta maaf"


“ Lion malah sangat bersyukur karna kalau tidak ada Ayah Lion tidak tau bagaimana hidup Lion” Lion mengigat waktu ibunya sudah meninggal dia harus hidup sendiri di jalanan sebelum pak Zam mengakatnya sebagai anak dan hidupnya lebih baik.


Lion dan pak Zam saling berpelukan dan meneteskan airmata, Lion sangat bersyukur memiliki Ayah seperti pak Zam yang tidak pernah dia datkan dari ayah kandungnya, Karna pak Zam tidak pernah membeda bedakan Naya dengan Lion sehingga perhatian dan kasi sayangnya di bagi rata untuk kedua anaknya begitu pula dengan ibu Maryam sehingga Lion bisa merasakan keluarga yang lengkap dan kasih sayang yang utuh.


ibu Maryam meneteskan airmatanya melihat pemandagan di depanya dia merasa legah karna kesalah pahaman yang terjadi di antara mereka sudah selesai.


Lion menunggu kehadiran Naya tapi dari tadi batang hidung Naya tidak muncul sama sekali.


“apa Naya lagi keluar bu” Tanya Lion karna dari tadi Naya tidak menampakkan batang hidungnya.


“sudah satu tahun Naya tidak pernah pulang sayang” jawab ibu Maryam sambil menundukan wajahnya


“apa Naya sudah menikah bu,,,,apa dia ikut bersama suamunya " kata suami begitu berat keluar dari mulut Lion dia tidak akan bisa menerima kenyataan jika Naya benar benar sudah menikah.


"tidak sayang Naya belum menikah"


seketika membuat hati Lion legah mendegar bahwa Naya belum menikah "terus kenapa dia tidak pulang bu"


“dia mencari kamu selama beberapa bulan di sini nak tapi dia tidak menemukan mu jadi dia pergi dari rumah,,,dia tidak pernah pulang karna dia sangat marah sama Ayah,,ibu sudah membujuk dia beberapa kali tapi dia tidak mau pulang sebelum bertemu denganmu nak ”


mendegar ucapan ibunya Lion seakan tidak percaya adik kecilnya sungguh nekat seperti itu, “Naya sekarang di mana bu”


“dia di Bandung sayang,,,ibu mohon ajak adik kamu pulang sayang” sambil memegang tagan Lion.


"iya bu aku akan membawa Naya pulang"


awalnya Lion mengira bahwa dia tidak memiliki kesempatan lagi karna sudah lebih satu tahun mereka tak pernah saling memberi kabar sehingga dia mengira Naya sudah melupakanya dan tidak mencintainya lagi tapi mendegar ucapan ibunya Lion yakin bahwa Naya masi menunggunya.


Lion kemudian bersimpuh di kaki ayahnya “Ayah Lion mohon restui kami”


“Ayah akan restui kamu asalkan kamu bawa adik kamu pulang “ sambil membantu Lion kembali duduk di sampingnya.


“iya yah Lion janji”


“ini alamat Naya di sana sayang”


“terima kasih bu,,, ayah”


“iya sayang”


Lion memeluk ibu dan ayahnya kemudian pergi ke Bandung menyusul Naya padahal sudah tegah malam tapi Lion tetap pergi untuk menemui Naya dia sudah tidak sabar untuk menemui wanita yang dia cintai.


Sesampai di Bandung Lion mendatangi kontrakan Naya tapi tidak ada orang, kemudian dia pergi ke café Naya tapi café nya sudah tutup. Lion menghubungi Naya tapi nomornya tidak aktif.


Lion berkeliling mencari Naya dan mendatangi taman bermain tapi sudah tutup


“Nay kamu di mana sayang” guman Lion, dia terus berusaha menghubungi Naya tapi nomor Naya tetap tidak aktif.


Naya duduk di tempat biasa sambil mengenag Lion, dia mengambil Hp nya untuk mengetahui pukul berapa sekarang tapi ternyata HP nya lobet.


Dia kembali memasukan ke dalam tasnya dan berdiri, Naya mendegar suara memangilnya “apa sekarang aku berhalusinasi karna sangat merindukan Ka Lion”


“kamu tidak berhalusinasi sayang” Naya langsung berbalik ke sumber suara itu


“kakak Lion” seakan tak percaya


“iya sayang ini kakak” Naya langsung memeluk Lion sambil menagis, Lion pun membalasnya


“Naya tidak sedang bermimpikan”


“maafkan kakak sayang karna baru pulang “


“kakak jagan penah tingalin Naya lagi”


“iya sayang kakak akan selalu bersama Naya sampai maut memisahkan kita”


“kakak janji”


“iya sayang kakak janji”


Lion mencium bibir Naya kemudian memeluk orang yang sagat dia rindukan itu, Lion melepaskan pelukannya kemudian dia tiba tiba jongkok di hadapan Naya sambil megeluarkan cincin yang sudah dia siapkan satu tahun yang lalu karna dia berencana melamar Naya setelah urusanya selesai tapi ternyata dia harus di penjara sehingga dia tidak bisa cepat pulang.


"will you marry me"


Naya langsung menutup mulutnya dan mengeluarkan air mata seakan tidak percaya, penantianya selama ini tidak sia sia, Karna tidak ada jawaban dari Naya Lion kembali mengulagi perkataanya


"will you marry me"


langsung di jawab oleh Naya "yes, I do" sambil mengaguk aggukan kepalanya.


Lion tersenyum dan memasangkan cincin di jari Naya dan mencium tagan dan kening Naya, kemudian mereka saling berpelukan.


Lion menatap mata orang yang sangat dia cintai itu sehingga tatapan mereka saling bertemu, Lion perlahan lahan memejamkan matanya dan mendekatkan wajahnya ke Naya, Naya juga memejamkan matanya sehingga bibir mereka kembali menyatu Dan mereka kembali berciuman, Naya sengaja membuka mulutnya, Lion tidak menyia yiakan kesempatan itu untuk menyapu seluruh isi mulut Naya, mereka saling mengisap lida dan memainkanya. Mereka saling menikmati ciuman mereka yang cukup lama itu.


setelah ciuman yang cukup lama itu Lion memeluk Naya dari belakang sambil menghadap ke pantai, agin malam di pantai itu seakan tak membuat mereka kediginan


“ayo kita pulang besok sayang”


“aku tidak mau,,,aku mau bersama kakak” tolak Naya


“bagaimana kita bisa menikah kalau kita tidak pulang sayang”


“tapi ayah tidak merestui kita” Naya merasa takut jika ayahnya akan mengusir Lion lagi dan harus berpisah lagi.


“Ayah sudah merestui kita sayang”


“kakak tidak bohong kan”


Lion membalikan tubuh Naya, sehingga mereka berhadapan, Lion menatap mata Naya dengan tatapan yang serius untuk menunjukan bahwa dia tidak sedang berbohong “mana mungkin aku berbohong sayang,,, aku datang kemari setelah mendapat restu mereka dan mereka meminta kakak untuk membawa kamu pulang ”


mendengar ucapan Lion Naya kembali memeluk Lion dia sangat bahagia mendegar bahwa ayahnya telah merestui hubungan mereka,