I'M In Love With My Brother

I'M In Love With My Brother
Harus Bagaimana



Saat di perjalanan Naya dan Lion tidak ada yang berbicara, Lion hanya melirik Naya beberapa kali dan melihat Naya memegang tangannya, membuat Lion merasa bersalah, apa lagi ada bekas tagan Lion melingkar di tangan Naya. “ kenapa aku tidak bisa mengendalikan emosiku” guman Lion dia merasa kesal dengan dirinya sendiri karna perbuatanya telah menyakiti Naya.


Sesampai di rumah Naya tak mempedulikan pagilan orang tuannya dia hanya langung ke kamarnya dan menutup pintunya, Naya merebahkan badannya dia melihat pergelangan tangannya yang berbekas, “kenapa kak Lion yang marah,,,,, seharusnya aku yang marah” Naya merasa kesal dengan kakaknya yang menarinya dengan paksa sehingga membuat tangannya sakit,


Naya kembali mengigat kejadian di restoran dan dia merasa prustasi “kenapa aku merasakan cemburu dan kenapa cinta ini semakin hari semakin tumbuh, apa yang salah pada diriku, cinta ini tidak mungkin aku katakan karna cinta yang aku rasak ini adalah cinta terlaran dia adalah kakak kandungku mana mungkin kami akan bisa bersama dan pasti tidak akan ada yang merestui hubungan ini. Apa yang harus aku lakukan aku tak bisa membuat cinta ini tidak tumbuh, aku harus mengubur perasaan ini. Naya menagis sejadi-jadinya di dalam kamarnya dia tidak tau harus bagaimana dengan persaan yang tumbuh dalam hatinya.


“Lion ada apa dengan adik’mu”


“ dia mungkin hanya kelelahan mam”


“ Lion ada yang harus ayah bicarakan padamu,,, ikut ayah keruangan”


“iya yah” Lion mengikuti ayahnya dari belakang, begitu juga dengan Ibu Maryam.


pak Zam mengambil sebuah foto dan memberikan pada Lion. Lion mengambilnya dan tersenyum melihat fotonya saat dia berusia 10 tahun


“iya nak saat itu ibu sangat bahagia” sambil memandangi foto yang di pegang Lion


“iya saat kamu datang kekeluarga kami,,, kami sangat bahagia,,, kami selalu mengaggapmu sebagai putra kami” tutur Pak Zam


“saat itu aku sangat berterima kasih kepada ayah dan ibu,,, karna merawatku dan membesarkanku”


“ayah yang harus berterimah kasih kepadamu karna kamu yang menyelamatkan satu-satunya putri kami, seandainya kamu tidak menyelamatkan putri kami, mungkin dia sudah tidak ada di dunia ini”


Saat itu pak Zam sangat berterima kasih kepada Lion seorang anak pemulung yang telah menyelamatkan anaknya, Lion yang sedang memulung tiba-tiba melihat seorang anak berumur 2 tahun berjalan kejalan raya seorang diri, dan saat itu Lion melihat mobi laju kearah anak itu, Lion tak mempedulikan kesalamatnya sendiri dia langsung berlari dan mendorong anak itu, sehingga dia yang tertabrak, membuat Lion harus dirawat di rumah sakit selama 6 bulan, karna mengetahui bahwa Lion adalah anak yatim piatu saat itulah Lion diangkat menjadi anak angkat oleh keluarga Zam,


meraka memberi Lion perhatian dan kasi sayang seperti anak mereka sendiri, dia tak membeda-bedakan perhatian mereka dan menyekolahkan Lion keperguruan tinggi. Dan pak Zam memperkenalkan ke semua orang Lion sebagai putra sulungnya. sehingga semua orang tidak mengetahui bahwa Lion ternyata adalah anak angkat.


Lion yang tak pernah kekurangan kasih sayang sagat menghorati pak Zam dia selalu bekerja keras di perusahaan agar dia bisa balas budi kepada keluarga pak Zam.