I'M In Love With My Brother

I'M In Love With My Brother
Bagai Tersambar Petir



“apa kalian pernah pacaran sebelumnya” Tanya Rina karna penasaran


“iya kami pernah pacaran saat kami SMA”


“oww yahc jadi kalian CLBK” mendengar perkataan Wawan Rina sangat senang, karna dengan adanya Wawan di samping Naya, tidak akan ada yang mengaggu hubungannya dengan Lion, sedangkan Wawan tersipu malu


“ aku akan selalu dukung kalian ,,, kalian itu sunggu serasi” lanjut Rina


“terima kasih”


“Nay dengar tu perkatan Wawan dia ingin kembali lagi padamu,,,” Naya hanya terdiam dia tak ingin meladeni omongan Rina karna saat ini hatinya risih melihat Lion dan Rina.


“oww yahc apa kalian pacaran” tanya Wawan seketika Naya langsung memandagi Lion


“ kami tidak pacaran tapi sebentar lagi kami akan tunagan,,, iya kan sayang”


“waaaahhhh jadi kalian sudah akan tunagan ,,,, selamat yahc” Rina tersenyum sedangkan Lion hanya terdiam dia hanya memandagi Naya yang sedang berada di depannya.


Seperti petir dan gledek yang menyambar di siang bolong, “tunangan” ruangan seakan menjadi kosong dan gelap, suara-suara yang bergemang di telingaku,, kata tunangan mengelilingi kepalaku, Naya mencoba berdiri dan saat itu pijatannya tak seimbang.


Saat Naya hampir jatuh Lion langsung menagkap Naya “nay kamu kenapa”, tapi tidak ada respon dari Naya,


saat pijatanya seimbang dan kesadaranya kembali Naya kemudian berlari keluar dan menghentikan taksi. Dia tak memperdulikan Lion yang memanggilnya. Dia masuk dalam taksi, Lion berlari kemobilnya tampa mempedulikan Rina yang memanggilnya, yang ada dalam kepalanya hanya Naya yang sedang menagis keluar meningalkannya, dia kemudian mengejar taksi yang membawa Naya.


Saat di dalam mobil tagisan Naya pecah hatinya bagaikan tersayat-sayar oleh silet, dia tak menyangka akan sesakit ini hatinya,


mengetahu kakaknya bertunangan dengan orang lain, walaupun itu wajar tapi dia tak bisa membohongi hatinya yang begitu sakit.


Dia belum bisa menerima Lion bersama dengan wanita lain., walupun dia tak mungkin bisa menikah dengan Lion tapi dia ingin tetap bersama dengan Lion walaupun sebagai kakak adik.


Dengan jalanan yang sepi Lion langsung menyalip taksi dan tiba-tiba berhenti di depanya sehingga sopir taksi menghentikan mobilnya dengan mendadak. Lion langsung turun dan menarik Naya keluar. Lion langsung memberi uang kepada sopir taksi dan taksi pun beralu pergi.


Mata Naya kini sembab karna menagis dari tadi di dalam mobil. Melihat adiknya menagis Lion merasa cemas. “ Nay kamu kenapa”. Naya tetap diam dan menghiraukan kaknya, Lion memeluk Naya tapi Naya mendorongnya. “Nay coba katakana kepada kakak kenapa kamu seperti ini”,,,,,


“kenapa kakak tidak memberitahuku bahwa kakak akan tunagan”


“kakak minta maaf,,, kakak belum sempat memberitahukanmu, lagian kakak belum menerimah pertunagan ini”


Mendengar kata belum membuat hati Naya semakin sakit


“belum,,, berarti kakak ingin menerima pertunagan itu”


“bukan begitu Nay”


“sudah lahc,,,, kakak tidak pernah peduli dengan perasaan ku”


“Nay kakak minta maaf,,,, jagan marah lagi sama kakak”


Dengan sagat emosi “ kak tau hati ini sangat sakit saat tau kalau kakak akan bertunangan aku tau aku tidak boleh meraskan ini tapi aku tidak bisa membohangi perasaan ku sendiri, bahwa aku jatuh cinta sama kakak”


Jangan lupa setelah membaca novel saya tekan tombol LIKE dan comment saran , pendapat maupun kritikan kalian, saya akan menerima semua saran, pendapat dan kritik dari kalian jika comment kalian sopan dan masi dalam batas wajar, itu akan saya jadikan sebagai nilai tambah untuk memperbaiki novel saya kedepannya.


klik dan follow profil manggatoon saya untuk melihat karya novel saya yang lainnya.


"Thanks" 😁😘