
Saat bagun Naya mengigat kejadian semalam dia masi merasaka pelukan hagat dari kakaknya, dia tersenyum-senyum sendiri “ rasa kagen ini muncul kembali padahal baru semalam aku tak bersama tapi aku sudah sangat merindukanya dan ingin melihatnya”guman Naya, dia kemudian berlari keluar dari kamarnya dia ingin menemui orang yang sangat dia cintai. Saat keluar dia mencari sosok laki-laki yang ingin dia temui tapi tak menemukanya,
Saat di ruang tengah Naya hanya melihat ibunya sedang duduk santai sendiri
“pagi bu” sambil duduk di dekat ibunya
“pagi sayang”
“bu kakak di mana ?”
“kalau jam segini kakak mu kan sudah berangkat kerja sayang”
Naya langsung melirik jam dinding yang menempel di ruang tengah ternyata sudah pukul 09.00. seketika waja Naya lemas karna tidak melihat kakaknya.
“kenapa kamu cari kakak kamu?”
“emmmm” Naya bingung apa yang harus dia katakan kepada ibunya “ mana mungkin aku mengatakan kalau aku merindukan kakak” guman Naya.
Mendegar pintu bel berbunyi Naya langsung berdiri ingin membuka pintu
“biar ibu yang membukanya,,”
“pagi bu”
“iya pagi mba….. mau ambilkan berkasnya bapak yahc ”
“iya bu”
“ohhh iya suami saya tadi sudah menelpon dia lupa membawa berkasnya,,,, tunggu aku amblkan”
Ibu Maryam masuk dan mengambil berkas yang berada di atas meja
“siapa bu”
“itu sekertasis ayah”
“ngapain sekertaris ayah pagi pagi ke sini”
Seketika Naya punya ide untuk bertemu dengan Lion.
“Biar Naya yang membawakan berkas ayah bu” Naya langsung mengambil berkas yang ibu Maryam pegang
“sekertaris ayahmu sudah datang untung mengambil berkasnya”
“suruh ajah dia pulang bu,,, bilangin aku yang akan membawakan buat ayah”
Naya meningalkan ibunya yang masi berbicara “ ada apa dengan anak itu,, ini baru pertama kalinya dia ingin membawakan berkas ayahnya,,, padahal jika di suru dia selalu menolaknya.,,,, kapan sih kamu dewasa” ibunya hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah anaknya yang tak mau mendengar.
Ibu Maryam keluar untuk memberitahu bahwa anaknya yang akan membawakan berkasnya, sehingga sekertaris pak Zam kembali kekantor.
*****
“pagi yah”
“pagi sayang,, tumben kamu yang bawakan berkas ayah,,, ada apa?”
“Naya hanya ingin melihat ayah“
Setelah memberikan berkasnya kepada ayahnya Naya kemudian keluar, “bukanya dia ingin melihat ayahnya malah dia langsung pergi,,,,, huuuufffff anak zaman sekarang.”
pak Zam hanya mengeleng-gelengkan kepalanya melihat anaknya berlalu pergi.
Naya sengaja kekantor tampa memberitahu Lion terlebih dahulu, saat Naya masuk ke dalam ruangan Lion dia melihat Rina memeluk Lion, membuat hati Naya sakit, dia kemudian berlari pergi, Rina tersenyum licik saat dia melihat Naya berlari,
Lion yang melihat Naya langsung mengejarnya tampa mempedulikan pangilan Rina, Lion tetap berlari dan mengejar Naya dan meraih tanganya, “ Lepasin” Naya berusaha melepaskan tangannya tapi Lion makin mengencangkan gengamanya membuat pergelangan tangan Naya sakit,
Jangan lupa setelah membaca novel saya tekan tombol LIKE dan comment saran , pendapat maupun kritikan kalian, saya akan menerima semua saran, pendapat dan kritik dari kalian jika comment kalian sopan dan masi dalam batas wajar, itu akan saya jadikan sebagai nilai tambah untuk memperbaiki novel saya kedepannya.
klik dan follow profil manggatoon saya untuk melihat karya novel saya yang lainnya.
"Thanks" 😁😘