I'M In Love With My Brother

I'M In Love With My Brother
Di kantor



“Pagi pak,,,,,”


Semua karyawan menyapa Lion,


“pagi”


Karyawan-karyawan perempuan berkerumun karna ingin melihat Lion.


“wahhh pak Lion semakin cakep aja”


“iyah mataku tak berhenti memandangnya”


“aku juga, ini yang membuatku betah berada di kantor”


"semoga pak Lion tidak di kasi pinda ke Bandung lagi"


"iya,,, aku tak bisa bekerja jika tak melihatnya"


"hahhahaha tapi setiap hari kamu datang bekerja"


"itu kan karna aku membutuhkan pekerjaan ini" seru Ririn


"hahahha kalu begitu kenapa kamu tidak ikut juga ke bandung saat pak Lion pergi"


" seandainya pak Lion megijinkan aku ikut,,, dan menjadikan aku sebagai sekertarisnya. aku tak akan berpikir panjang aku pasti akan langsung ikut" sambil tersenyum-senyum membayangkan dia berada di dekat pak Lion setiap hari.


Seketika hayalan mereka buyar saat Rena melintas di depan mereka


“uhhh perempuan ular itu datang lagi” seru Ririn saat melihat Rina masuk ke dalam ruangan Lion.


Lion adalah laki-laki pintar dan tegas walaupun dia berhati dingin tapi banyak wanita yang igin mendekatinya karna wajah tampanya, tubuh atletis, dan mata birunya yang tajam seperti burung elang, membuat semua wanita terpana saat memandaginya. Termasuk Rina anak salah satu teman bisnis ayah Naya,,,, sejak dulu dia mengejar Lion tapi Lion tak pernah memperdulikanya.


“Lion,,,,, kapan kamu datang ?” Rina menerobos masuk ke dalam ruangan Lion,


“kemari” jawab Lion engang berbicara panjang lebar.


“kenapa tidak memberitahuku?” tapi Lion tak meresponya Lion hanya sibuk dengan pekerjaannya yang ada di atas mejanya. Rina yang tidak di pedulikan semakin mendekat.


“apa yang kamu kerjakan?” saat melihat Lion tengah sibuk dengan beberapa lembar kertas di atas mejanya.


“aku sedang sibuk jadi aku minta kamu keluar dari sini” dengan nada yang sedikit kesal.


“aku ke sini karna merindukan mu” sambil melanglahkan kakinya mencoba untuk lebih dekat lagi dengan Lion


“tok….tok…tok…” terdengar ketukan dari luar, seketika membiat langkah kaki Rina terhenti “siapa sihc mengaggu saja” guman Rina


“ masuk” . teryata sekertaris Lion yang datang , dia membawa beberapa berkas di tanganya, Rina melihat Siska dengan tatapan yang penuh kekesalan. Siska langsung memalingkan mukanya tak ingin beradu pandang dengan Rina.


“baiklah,,,, apa ruangan rapatnya sudah beres”


“sudah pak”


“kalau begitu sebaiknya kita adakan rapatnya sekarang” Lion mengambil alasan untuk rapat karna dia tak ingin lama-lama berada di dekat Rina, walau sebenarnya jadwal rapatnya masi ada sekitar 30 menit lagi


“baik pak,,,”


Lion kemudian keluar ruangan di ikut Siska sekertarisnya, “Lioooo, kamu sengaja meninggalkan ku” geram Rina dalam hatinya, dia mengepal tangannya. Dia merasa jengkel karna di tingalkan begitu saja oleh Lion dia marah-marah sendiri di dalam ruangan. Karyawan yang melihatnya tertawa kecil, mereka sangat puas dengan sikap bosnya itu, karna tak ada yang menyukai Rina di dalam kantor itu karna Rina mengambil kesempatan mendekati Lion karna ayah Rina salah satu investor terbesar.


Hihihihihihihi“ kasian baget sih jelas-jelas dia tidak di sukai masi aja nempel-nempel”


“iya sok kecentilan ,,,,,, cantik juga nga tuhc”


“iya dia benar-benar tidak cocok dengan bos kita yang tampan itu”


“benar baget itu”


“dia lebih cocok ,,, denganku??”


“hahhahahhaha,,,, iya cocok sebagai pembantunya”


“hahahhaha tidak apa-apa jadi pembantu asalkan aku bisa melihatnya setiap hari”


“hahhahah kamu tu ada-ada saja”


“liat tu Rina melihat ke sini sepertinya dia mendengarkan kita”


“biarin aja,,, yang kita bicarakan kan faktanya” dengan nada yang nyarin seakan akan sengaja agat Rina mendengarnya. Ririn dan Nita adalah tukan gosip di kantornya,


Rina yang mendengar di gosipkan oleh karyawan-karyawan menatap tajam kepada sekumpulan perempuan-perempuan yang membicarakannya dia merasa jengkel dia pegen melabrak semua perempuan-perempuan itu dan memasukkan cabe kemulutnya agar semuanya diam, “tunggu aja aku menjadi nyonya Lion aku akan memberi mereka pelajaran dan memecat mereka semua”. Rina merasa geram dan meningalkan ruangan dan sengaja menyenggol Ririn hingga terjatuh.


“maaf aku tak sengaja” sambil tersenyum licik


“apa katamu tidak sengaja. Jelas-jelas kamu sengaja melabrakku” Ririn yang tak terima langsung marah-marah


“sudah-sudah ini adalah kantor kalian tidak boleh berkelahi”


“tapi dia duluan”


“apa katamu” bentak Rina


“kalau kalian masi mau berkelahi aku akan pangilkan security”


Ririn tersenyum licik sedangan Rina pergi meningalkan kantor dengan kesal.