
“haloo semuanya”,
“ haloooo” semua membalas sapaan Naya,
“ sini-sini duduk Naya”
“iya” Naya dan Lili kemudian duduk di bangku yang kosong
“wahhhh aku kira kamu tak akan datang Nay”
“kalau dia tak mau datang,,,, aku akan seret dia kesini”
“hahahhaha bisa aja kamu Lili”
Semuanya asik berbincang-bincang, tiba-tiba Wawan muncul
“ maaf saya terlambat”
“tidak apa-apa”
“sini Wan ada bangku kosong di dekat Naya”
Wawan kemudian mengiyakan dan duduk di dekat Naya, “ waahhhh kalau melihat pemandangan seperti ini terigat saat kita sekolah yahc”
“iya nihc saat di sekolah mereka selalu menjadi pusat perhatian”
“ si cantik dan si tampan,,,, benar-benar serasi”
“wan kamu sudah kembali apa kisah cinta kalian akan berlanjut”
“iya nihc kami penasaran apa kalian akan kembali lagi”
“iya aku sedang berusaha” jawab Wawan sambil memandagi Naya
“waaahhhhh jadi Wawan igin kembali ke Naya lagi”
“iya kalau Naya igin kembali kepadaku”
Naya yang sedari tadi sudah risi langsung berdiri, seketika suasana menjadi sunyi, semua mata tertuju ke Naya, sambil tersenyum Naya meminta pamit ke toilet,
“apa sih anak-anak sukanya membuat heboh”,,, Naya membasuh mukanya dia teringat dengan Lion bersama wanita lain. “ siapa sih wanita itu, bisa-bisanya dia masuk ke dalam mobil ka Lion dan Ka Lion tidak mengusirnya keluar”guman Naya, dia teringat perkataan Lili bahwa perempuan itu adalah pacar Lion. “ tidak,,,, tidak,,, tidak,,,,. Naya berusaha membuang pikirannya. Karna itu membuat dia merasa jengek apa lagi saat melihat Lion dengan wanita lain. membuat hatinya terasa sesak, Naya kembali membasuh mukanya agar pikiranya jerni kemudian dia keluar, Wawan sudah berada di depan pintu WC menunggu Naya keluar.
“Nay tunggu” Wawan meraih tangan Naya,
“lepasin Wan”
“Nay aku igin minta maaf”
“aku tak ada urusan dengan mu lagi”
“Nay aku tau aku salah,,,”
“sudah lahc Wan itu semua masa lalu”
“Nay aku tidak pernah melupakan mu,,, aku igin memperbaiki kesalahanku”
“tidak ada yang perlu di perbaiki lagi”
“Nay beri aku kesempatan satu kali lagi”
Naya menarik tanganya dan pergi mengambil tasnya, lalu meningalkan teman-temanya, semuanya heran mereka tidak tau apa yang sedang terjadi, Lili yang melihat sahabatnya pergi dia kemudian mengikutinya. “ Nay,,,,, Nay,,,, Nay,,,, kamu kenapa”
“aku tak apa-apa,,, aku hanya igin sendiri”
Naya memanggil taksi. Lili yang melihat sahabatnya hanya bisa membiarkan Naya pergi sendiri. Naya kemudian menelpon Lion karna Lili tau hanya Lion yang bisa menenagkan Naya.
Saat mendegar cerita Lili, Lion kemudian pergi mencari Naya, dia menelpon rumah tapi Naya belum pulang, Lion tak igin orang tuan nya kawatir sehingga dia tak membeitahu apa yang terjadi dengan Naya dia hanya pergi mencarinya sendiri.
“Nay kamu dimana??,,,, angkat telpon kakak jangan membuat kakak kawatir seperti ini,, aku mohon angkat telponya,,, kakak tidak mau kamu kenapa-kenapa, Lion merasa sangat kawatir sama Naya. Lion mencoba terus menghubungi Naya tapi Naya tak mengagkatnya membuatnya semakin kawatir.
Lion terigat saat adiknya putus dengan Wawan dia hanya menagis dan mengurung dirinya di dalam kamar.
*****