
“Li aku harus bagaimana,,, aku tak mungkin membiarkan cinta ini tumbuh”
“Nay mungkin kamu menyalah artikan perasaanmu,,, mungkin itu bukan cinta tetapi perasaan sayang terhadap kakaknya”
“tidak mungkin, ini pertama kalinya aku merasakan hal seperti ini,,, jika ini bukan cinta,,, terus cinta itu bagaimana?”
“Nay dia itu kakak kandung kamu,,, mana mungkin kamu bisa besama”
“iya Li aku tau, tapi aku tidak bisa membohongi perasaanku sendiri,”
“tapi suatu saat nanti ka Lion akan menikah dan memiliki keluarga sendiri”
“apa kami tidak bisa bersama sampai tua sebagai saudara tampa harus ada yang menikah”
“Nay apa kamu gila”
“iya Li aku emeng sudah gila”
Kini air mata Naya mengalir dia tidak bisa membayangkan jika suatu saat nant kakaknya akan menikah dan memiliki keluarga sendiri, melihat Naya menagis Lili langsung memeluk Naya dan menenagkanya.
“Kenapa kamu mengalami penderitaan ini” lirih Lili sembari mengelus-gelus kepala Naya dia merasa kasihan dengan sahabatnya karna baru pertama kali dia jatuh cinta tapi malah langsung patah hati. Naya semakin terisak di pelulan Lili
Hatinya seakan hancur mengigat cintanya yang langsung kandas sebelum dia maju.
*****
Saat Lion sampai dirumah dia melihat ayah dan ibunya asik berbincang-bincang di ruang tegah sambil menikmati teh dia melihat sekeliling tapi tak melihat Naya,
“ayah,, ibu” sambil duduk di dekat ibunya
“kenapa malam betul baru pulang sayang”
“tadi ada kerjaan yang tidak bisa Lion tingalkan bu,,,”
“nak ayah Rina mempertanyakan,,, kapan kamu akan meresmikan hubungan kalian ”
“nak urusan kantor biar ayah yang taganin dulu”
“tapi yah aku ingin menyelesaikan proyek yang Lion sedang kerjakan terlebih dahulu”
“tidak baik nak kamu tunda-tunda pertunagan’mu”
“iya bu aku akan segerah selesaikan pekerjaan Lion”
“baik lahc nak, sebaiknya kamu bersihkan dulu diri kamu”
“baik bu” sambil berdiri
“ow iya bu Naya di mana ?”
“adik kamu bermalam di rumah Lili sayang”
“oww,,, kalau begitu Lion masuk kamar dulu, bu ,, yah”
“iya sayang” sahut ayah dan ibu Naya
Lion masuk kamar dan merebahkan badanya “apa Naya masi marah sama aku” Lion merai telponnya dia ingin menelpon Naya tapi dia mengurungkan niatnya. Lion mengigat tentang perkataan ayahnya tentang perjodohannya dengan Rina.
“apa yang harus aku katakan pada ayah jika aku menolak perjodohan ini, pasti dia akan bertanya alasannya, kenapa aku membatalkannya dan mana mungikin aku mengatakan jika aku ingin menbatlkan perjodohan ini karna aku mencintai Naya,
jika itu yang aku katakan Naya pasti akan menjauhiku,,,, tidak,,,, tidak,,,tidak,, aku tak ingin Naya menjauhiku dan membenciku, aku tak sanggup jika itu terjadi. lebih baik aku seperti ini terus dan bersama Naya selamanya aku akan menjaga dia terus karna aku sangat mencintai dia”
Lion menghembuskan nafsnya yang begitu berat dia merasa ingin hidup terus bersama dengan Naya walaupun hanya sebagai kakak beradik asalkan dia bisa melindungi dan selalu berada di sisi Naya selamanya.
Lion beranjak dari tempat tidurnya dia masuk ke dalam kamar mandi dan menyiram kepalanya yang begitu berat, serasa ingin menyegarkan kepalanya.
*****