
Saat itu Wawan adalah murid baru di dalam kelas Naya, banyak wanita yang berkumpul karna mengetahui ada murid baru yang tampan di kelas Naya, Naya melihat Wawan masuk di dalam kelas dan kembali menatap keluar jendela seperti tak menghiraukan teriakan wanita-wanita yang lain saat melihat Wawan, saat Wawan memperkenalkan diri matanya tertuju kepada wanita cantik yang sedang duduk di dekat jendela yang sedang melihat keluar jendel entah apa yang dia pikirkan. Setelah selesai berbicara dia duduk di bangku yang kosong,
Selang beberapa hari kini Wawan menjadi idola di sekolah karna selain tanpan dia juga sangat pandai dalam bermain basket. Banyak wanita yang berkumpul di lapangan saat Wawan bermain basket.
“Nay ayoo kita ke lapangan basket Wawan sedang main” ajak Lili
“kamu aja yang pergi”
“ayolah temani aku” sambil menarik-narik tangan Naya
“okey,,, oky tapi lepasin dulu”
Tampa mempedukikan Naya yang menyuruhnya untuk melepaskan tangannya, Lili langsung menarik tagan Naya untuk menonton permainan Wawan, saat bermain basket bola nya mengelinding ke arah Naya, Naya langsung memungutnya dan Wawan berlari menuju ke arah Naya, Naya pun memberikan bolanya ke Wawan, Wawan pun berterimah kasih dan tersenyum saat mengambil bolanya dan pergi meningalkan Naya. Melihat Wawan tersenyum malah Lili yang kegirangan.
“Nay kayaknya Wawan menyukaimu tu”
“ah kamu tu ada-ada aja”
“ beneran,,, saat Wawan memandangimu seperti ada love-love yang terbang di sekelilingnya ”
“kamu tuh asal cetok aja di situ” geram Naya sembari meningalkan Lili
“Nay tunggu” Lili berlari mengejar Naya.
Setiap Wawan bermain basket Lili selalu mengajak Naya untuk melihat Wawan bermain, sehingga Naya terbiasa melihat Wawan bermain,
Saat melihat Naya selalu melihat permainanya Wawan tersenyum, dia juga sering curi-curi pandang ke Naya.
Walaupun Wawan kesulitan untuk mengajak Naya berbicara karna Naya tergolong wanita yang pendiam dan tidak suka bergaul, tapi karna ada Lili sehingga mempermudahnya untuk mendekati Naya.
Lili mengetahui bahwa Wawan menyukai Naya sehingga dia selalu sengaja pergi meningalkan Naya berduaan dengan Wawan dengan berbagai alasan, sehingga Wawan dan Naya bisa berduaan dan semakin dekat.
Saat itu Wawan dan Naya semakin dekat mereka sering belajar bertiga dan jalan-jalan.
suatu hari Wawan sengaja merencanakan untuk mengatakan cinta kepada Naya, jika dia menang dalam pertandingan basket melawan sekolah lain sehingga dia berusaha keras untuk memenagkan pertandingannya, dan saat dia menag dia sudah mengatur semuanya bersama Lili dan teman-teman yang lainya untuk memberikan kejutan kepada Naya
Saat Wawan menang, semua orang bersorak gembira, dan Naya berdiri untuk keluar karna pertandingannya sudah selesai, tapi Lili menghentikanya.
“ada apa sihc Li,, aku mau keluar”
“tunggu dulu Nay”
“tapi orang-orang sudah pada keluar karna pertandinganya sudah selesai jadi sebaiknya kita juga keluar”
“iya aku tau tapi aku ingin bertemu Wawan dulu jadi temani aku yahc”
“baiklah aku tunggu kamu di sini” Naya kembali duduk dengan kesal
“terima kasi sayang” sambil memeluk Naya
“sudah cepat pergi” celotek Naya sambil mendorong-dorong Lili agar cepat pergi
Lili pun pergi menemui Wawan dan saat itu tinggal dia bertiga di dalam ruangan. Karna semua orang sudah pada pergi dan Lili sengaja menahan Naya agar tidak meningalkan ruangan