
“pagi mam, pagi pap, pagi kak”
“pagi sayang” jawab ayah Naya
“pagi-pagi begini anak mami sudah rapi begini,,,,, mau kemana nak ?”
“ aku mau keluar sama Lili mam”
“ kamu duduk makan dulu sayang”
“nga usah mam,, Naya mau makan sama Lili”
“ya udah hati-hati yahc sayang”
“iya mam,, aku pamit dulu yahc mam , pap" sambil mencium mama dan papanya
"iya sayang"
Lion yang melihat Naya mau berangkat segera memberhentikan sarapanya “ tunggu biar kakak yang antar”
“tidak usah kak aku bisa sendiri “ Naya berusaha menolak tawaran kakaknya tapi Lion tak menghiraukan Naya
“mam pap aku berangkat dulu” pamit Lion
“baik sayang”
Lion mengambil tasnya dan jalan lebih dulu, Naya yang berlari-lari mengikuti langkan Lion “ kakak lebih baik langsung ke kantor saja”. Lion tak menjawab Naya, dia langsung membuka pintu mobil dan menyuruh Naya masuk. Lion mengenakan sabuk pegaman buat Naya sehingga membuat Naya membantu.
“kamu mau kemana??”
Naya Seketika tersadar “ ehhhh,,,, aku,, aku mau ke Blue Café ”
“iya kami sudah janjian buat bertemu jam 08.00”
“okey,,, kamu harus hati-hati di sana yahc adek kecilku”, sambil mengelus-elus rambut Naya, Naya merasa jengkel karna dia di perlakukan seperti anak kecil.
“apa sih kak aku bukan anak kecil lagi”, sambil menepis tangan Lion, Lion seketika kaget ini baru pertama kali Naya menepis taganya “kak baru tau kalau ade kecilku ini sudah dewasa”, “ apasihhh??” Naya menagkis kembali tangan Lion dan semakin cemberut. “ iya,,, iya sekaran Naya sudah dewasa,,, jagan cemberut lagi dong,,, nanti kak nagis kalau di cuekin sama adik kesayangan kak” Lion berusaha membuat adiknya tersenyum kembali tapi Naya membuang muka tak mempedulikan kakaknya sambil menyilamkan kedua tagannya dan melihat keluar jendela.
Lion merasa heran ini baru pertama kalinya Naya seperti ini, “mungkin dia sedang datang bulan” pikir Lion, dia terdian tak ingin membuat adiknya semakin jengkel.
Sesampai di Blue Café . Lili sudah berada di depan Café menunggu Naya, Naya kemudian keluar tampa berkata sekata pun sama kakaknya, Lion ikut turun.
“ hubungi kakak yahc kalau mau pulang” Naya tetap tak mempedulikan kakaknya. Lili melihat Naya yang tak merespon Lion langsung memberinya jawaban “ iya kak nanti kami hubungi”. “oky jaga baik-baik Naya yahc”. “ oky ka”. Lion tersenyum dan berbalik ke mobilnya saat sampai di depan mobilnya Rina tiba-tiba muncul,
“kak Lion sedang apa di sini?”
“aku sedang mengantar Naya” Lion hanya menjawab seadanya dan masuk ke dalam mobil, Rina langsung mengikuti Lion masuk ke dalam mobil dan mengenakan sabuk pengaman.
“kamu sedang ngapain?”
“aku akan ikut ka Lion ke kantor”
“turun” teriak Lion
“tidak mau,,,, nanti apa kata orang jika aku turun”
Lion menatap Rina dengan tajam dia merasa sangat jengkel dengan sikap Rina, Lion langsung melajukan mobilnya, sedangkan Rina merasa puas.
Lili yang melihat Lion dengan wanita membuatnya penasaran, “ Nay siapa wanita yang bersama ka Lion”
Naya tak merespon pertanyaan Lili “waaa wanita itu sangat beruntung yahc bisa bersama ka Lion,,, ehhh jangan-jangan wanita itu pacarnya ka Lion yahc” mendegar ucapan sahabatnya Naya tampa sadar meninggikan suaranya “TIDAK MUNGKIN” membuat Lili kaget. Seketika Naya sadar “ sebaiknya kita masuk” Naya mencoba mencari cara agar temanya tak bertanya dengan sikapnya.