
Ibu Maryam kemudian berbalik melihat Naya, Naya langsung, senyum senyum ke ibu nya
“Naya sudah ingun keluar ko bu” sambil menunjuk nunjuk keluar dan mengaruk garuk kepalanya yang tidak gatal, dia kemudian berbalik dan menuju kamarnya.
Saat menuju kamarnya Naya senyum-senyum sendiri mengigat kejadian itu. Dia merasa malu dan kaget ketika ibunya langsung datang membuka pintu kamar Lion
“untung aja ibu nga sempat melihat aku dan ka Lion yang terlalu dekat seperti itu,,, jika dia melihat entah apa yang harus aku katakan pada ibu” guman Naya.
Tapi Naya merasa gelih dan merasa bersalah saat dia mendorong Lion sampai terjatuh. “ seandainya ibu nga datang”
Naya membayangkan kejadian itu membuat pipinya merona dan senyum-senyum sendiri.
“mba kenapa senyum-senyum sendiri”
Sontak membuat Naya kaget “ bibiiiiii” sambil mengatur nafasya,
“ bibi ngapain sihc bikin kaget aja”.
“ bibi hanya bertanya non dari tadi bibi perhatikan non senyum-senyum sendri kan bibi jadi penasaran”.
“nga ada apa-apa ko bi”
“betul ni non,,,bibi perhatikan kayaknya non sedang jatuh cinta”. Perkataan bibi Yanti langsung membuat muka Naya memerah
“apa sihc bi,,,, siapa juga yang jatuh cinta ”
"terus kenapa muka non memerah seperti itu"
"masa sihc bi"sambil memegang kedua pipinya
"iya non muka non itu kaya udang rebus"
"bibi ada ada aja,,, "
"non jatuh cinta sama siapa kasi tau bibi dong"
"bibi terlalu kepo"
"tidak baik terllu kepo jadi orang bi" sambil meningalkan bi Yanti
"apa sihc non bibi kan pegen tau juga" sambil cemberut karna majikanya tak memberinya jawaban
Saat bersamaan di kamar Lion
“ada apa ibu ke sini”
“ohhh iya hampir lupa,,,, ibu mau memberikan ini” ibu Maryam menyodorkan beberapa dokumen dari pak Zam untuk Lion yang harus Lion bawa untuk keperluan perusahaanya di bandung
“makasi bu”
“sama-sama nak…. Apa perlu ibu bantu untuk mengemaskan barang-barang kamu”
“tidak usah bu,,,, sebentar lagi selesai ko”
“baik lahc setelah itu kamu cepat istrahat”
“baik bu”
Sambil meningalkan kamar Lion “ehh jagan lupa kalau di sana adikmu merepotkan kamu,,,, langsung aja kamu suruh dia pulang”
“iya bu” sambil tersenyum.
saat ibu Maryam meningalkan ruangan Lion kembali merapikan pakainnaya.
****
Jangan lupa setelah membaca novel saya tekan tombol LIKE dan comment saran , pendapat maupun kritikan kalian, saya akan menerima semua saran, pendapat dan kritik dari kalian jika comment kalian sopan dan masi dalam batas wajar, itu akan saya jadikan sebagai nilai tambah untuk memperbaiki novel saya kedepannya.
klik dan follow profil manggatoon saya untuk melihat karya novel saya yang lainnya.
"Thanks" 😁😘