
Pagi hari
Lion mencari-cari keberadaan Naya tapi dia tak muncul, “apa dia masi marah padaku” guman Lion, dia sengaja lambat-lambat berangkat ke kantor karna ingin terlebih dahulu bertemu dengan Naya tapi Naya tak kunjung keluar dari kamarnya,
Lion berjalan menuju kamar Naya, saat ingin memgetuk pintu Naya Lion merasa ragu-ragu hingga beberapa kali Lion mondar mandir di depan pintu Naya, dan akhirya dia ke kantor tampa mengetuk pintu Naya.
Sedangkan Naya yang berada di dalam kamar ingin keluar tapi pas dia memegang gaggang pintunya dia mengurungkan niatnya, karna dia masi tidak tau harus bersikap bagaimana dengan kakaknya.
Naya kembali melempar dirinya di atas tempat tidurnya, dia melihat tagannya dan memegagnya yang tidak sakit lagi, “ kenapa kakak marah yahc,,,, ini pertama kalinya kakak marah seperti itu” guman Naya “ seharusnya kan aku yang marah”
Naya merasa prustasi dia ingin menceritakan masalahnya tapi dia tak tau harus bercerita dengan siapa. Dia ingin menceritakan kepada sahabatnya tapi permasalahnya tidak semudah itu.
Naya semakin prustasi, dia merai tasnya dan keluar , Naya meminta izin kepada ibunya untuk bermalam di rumah Lili, dan ibunya membiarkan Naya untuk bermalam di rumah Lili
“tok,,,,tok,,,tok” mendengar kamarnya di ketuk Lili beranjak dari tempat tidur.
“Li aku bermalam di sini yahc”
Lili merasa senang mendengar Naya mau bermalam, dia menyuru Naya masuk, melihat Naya yang hanya melamun dari tadi membuat Lili penasaran.
“Nay kamu kenapa,,, dari tadi aku melihat kamu tidak semangat”
“aku tidak apa-apa ko"
“Nay jangan membohongiku,,, kita itu sudah berteman sejek SD dan aku tau betul jika kamu ada masalah”
Naya hanya terdiam, memikirkan baik-baik yang akan dia katakan kepada Lili. Lili yang melihat Naya membiarkan Naya untuk berpikir dia tak ingin memaksakan sahabatnya itu untuk berbicara jika dia belum siap.
“Li” dengan suarah lirih, Naya kembali mengambil nafas, Lili memandangi sahabatnya dengan wajah serius untuk menerima curhatan sahabatnya.
Membuat Lili seketika tertawa “ hahhahahahaha”
“Li aku serius”
Lili mencoba menahan tawanya “iya,,,iya ,,iya kenapa kamu megatakan dirimu gila ?”
“ sepertinya aku jatuh cinta “
“ haaa jatuh cinta??” Lili seresa tidak percaya dengan apa yang barusan dia dengar, ini pertama kalinya Naya mengatakan dia jatuh cinta, setelah Naya putus dengan Wawan Naya tidak pernah dekat dengan laki-laki manapun.
“iya Li aku sedang jatuh cinta”
“selamat yahc sayang akhirnya kamu menemukan orang yang kamu cintai,,,, kamu jatuh cinta sama siapa” Lili merasa penasaran siapa orang yang telah berhasil merebut hati Naya.
Naya terdiam dan menghembuskan nafasnya “aku jatuh cinta sama kak Lion” dengan suara lirih tapi Lili bisa mendengar dengan jelas kata Lion, sontak membuat Lili kaget dengan ucapan sahabatnya.
“apa saya tidak salah dengar kamu mengatakan tadi kak Lion”
Naya hanya mengagguk, sambil menundukkan kepalanya
“kenapa bisa dia kan kakak kamu”
“aku juga tidak mengerti tapi saat aku bersamanya aku merasa nyaman, dan jantungku berdetak kencang, aku selalu ingin melihatnya, dan walaupun aku bersamanya aku masi merindukanya aku ingin memeluknya dengan erat agar kerinduanku hilang. dan aku cemburu jika dia dekat dengan wanita lain”
"gila,, gila,,, kayaknya kamu emeng sudah gila” Lili mengeleng-gelengkan kepalanya serasa masi tak percaya dengan kata-kata yang keluar dari mulut sahabatnya.