I'M In Love With My Brother

I'M In Love With My Brother
Perusak Suwasana



sesampai di restoran Naya dan Lion asik berbincang bincang, perhatian kecil yang di berikan Lion membuat Naya semakin menyukainya saat itu Naya merasa ingin orang di depannya bukan saudara kandungnya melainkan orang lain sehingga dia bisa bebas mencintainya.


Saat Lion dan Naya asik makan dan berbincang bersama saat itu juga Rina datang dan menggagu mereka dia langsung duduk di dekat Lion. Rina mengikuti Lion saat dia igin pergi ke kantor menemui Lion dia melihatnya dengan Naya pergi sehingga dia mengikutinya sampai kerestoran.


Rina sengaja menempel-nempel kepada Lion, walaupun Lion tidak memperdulikan Rina tapi dia tak habis akal untuk membuat Lion memperhatikannya, dia pura pura ingin ke toilet dan saat melangkah dia sengajah menjatuhkan dirinya, sehingga Lion menolongnya untuk duduk kembali ke kursi, Rina sengaja merintih ke sakitan agar Lion memperhatikanya membuat Naya cemburu. Naya langsung berdiri dan meninggalkan Lion dan Rina.


“Nay tunggu?” Lion memanggil adiknya yang langsung pergi begitu saja, Rina yang melihat Lion mengejar Naya membuatnya sangat jengkel dan dia sangat tidak menyukai Naya karna Lion hanya bersikap hangat kepada Naya sedangkan dia selalu di cuekin oleh Lion, “ seandainya kamu bukan adik Lion pasti sudah aku hancurkan kamu”. Guman Rina sambil berdiri dan mengikuti Lion


Sebelum Lion menghampiri Naya, Wawan terlebih dahulu mendatangi Naya, karna dia mendengar nama Naya di sebut di langsung berbalik dan melihat Naya berjalan keluar.


Wawan meraih tangan Naya karna dari tadi dia memanggil-manggilnya tapi Naya tak mendengarnya “ Nay kamu kenapa?”.


Seketika Naya terhenti dan berbalik “Wawan” begitu jelas terlihat dari mata Naya yang memendung air matanya.,


“kamu kenapa??” taya Wawan sekali lagi “aku tidak apa-apa?”. Lion yang melihat Wawan memegang tangan Naya membuatnya marah.


Melihat Naya yang tak ingin pulang dengan Lion Wawan meraih tangan Naya “ayo Nay biar aku yang antar kamu pulang”, Lion juga langsung menarik tangan Naya.


Rina yang melihat suwasana itu langsung menempel kepada Lion “kamu antar aku pulang aja yah” sembari menarik-narik legan Lion agar dia melepaskan tagan Naya,


Naya yang melihat itu membuatnya semakin geram dan ingin cepat meningalkan tempat itu dia tak ingin melihat wanita itu di dekat Lion, “ sakit ” serasa tangannya sakit di tarik oleh dua orang. Wawan langsung melepaskan genggamannya melihat Naya merintih kesakitan, dia langsung mendekat dan meminta maaf sambil melihat tangan Naya yang dia tarik, tak terima Lion malah mengencangkan gengamannya dan menarik Naya ke mobil.


“ lepasin ka,, sakit ” Lion tak peduli dengan pemberontak dan rintihan Naya dia tetap menarik Naya masuk ke dalam mobil.


Rina dan Wawan hanya bisa melihat Lion membawa Naya, ingin sekali rasanya Wawan menghajar Lion dan mengambil Naya tapi dia tak bisa berbuat apa-apa, karna dia tau bahwa dia tak akan bisa menang melawan Lion.


Dan Wawan tau bahwa jika dia menghajar Lion pasti Naya tak akan pernah memafkanya karna Naya lebih peduli dengan Lion di bandingkan dengan apa-pun.