
“Kakakkkkkkk”….
Naya berlari saat melihat Lion kakaknya, dia tak memepedulikan ibunya saat menyuruh dia berhati-hati, dia tetap berlari menuruni anak tangga, Naya langsung memeluk Lion.
“ pelukan buat ayah mana ?” canda ayahnya saat melihat Naya memeluk Lion dan tak mempedulikanya.
“buat apa aku peluk ayah….. ayah melarang aku untuk ikut kak Lion ke Bandung ” sambil menunjukkan wajah cemberut.
“kalau Ayah megajak kamu…. kamu akan membuat kakak kamu kerepotan”
“aku tak pernah membuat kakak kerepotan kan” Naya mencoba mencari pembelaan sama kakaknya, tapi pak Zam membuat Naya semakin jegkel.“bagaimana tidak merepotkan setiap kakak kamu melangka kamu selalu ikut”. Naya semakin menunjukkan wajah cemberutnya, Lion yang selalu memanjakan adiknya berusaha membuat adiknya tersenyum kembali.
“ adik kecilku ini tidak pernah membuat kakanya kerepotan ko”. Mendegar ucapan kakanya Naya tersenyum lebar. “ tukan ayah,,, kak Lion sendiri megatakan kalau aku tak merepotan ,,, bilang aja kalau ayah igin memisahakan aku sama kak Lion karna aku lebih sayang kakak dari pada ayah”.
“tapi kak Lion lebih sayang ayah dari pada Naya” ,,,,,,
“ tidakkkkk,,, kak lebih sayang Naya dari pada ayah”
“kak lebih sayang ayah dari pada Naya,,,, iya kan Lion” Lion dan ibu Maryam hanya tersenyum melihat tingkah ayah dan anak itu.
“kakak lebih sayang Naya iyakan,,,,,iyakan ,,,,,iyakan,,,,” Naya terus menggoyangkan legan Lion sambil meregek.
“ iya kakak lebih sayang sama adik kecilku ini” Lion berusaha menyenagkan adiknya sambil megelus-elus kepalanya, agar adiknya tidak meregek lagi.
“yeeeeee,,, kakak lebih sayang Naya…” melihat tingkah Naya mereka pun tertawa. Canda tawa mereka pecah di ruang tamu malam itu, ibu Maryam merasa bersyukur karna memiliki keluarga yang bahagia dia selalu berharap agar suwasana seperti ini tidak akan pernah hilang dalam keluarga mereka.
*****
Naya segaja bagun pagi-pagi agar bisa sarapan bersama Lion karna sudah lama mereka tak sarapan bersama, tapi pas sampai di meja makan dia tak melihat Lion.
“ kakakmu sudah pergi kekantor”
“kenapa pagi sekali”
“ada urusan penting sehingga dia harus segera berada di kantor” kata ayah Naya
Naya kemudian pergi meningalkan meja makan dengan wajah yang kesal.
“ sayang ayo sarapan dulu” teriak ibu Maryam. tapi Naya tak mempedulikan teriakan ibunya dia tetap pergi dan masuk dalam kamar
“yah anak kita itu kenapa?” tanya ibu maryam ke suaminya
“ibu kaya tidak tau aja sama anak kita pasti dia ingin sarapan dengan kakaknya”
“huuuffff anak kita kapan sihc bisa dewasa yah”
Pak Zam hanya mengakat bahunya dan melanjutkan makannya begitu juga dengan ibu Maryam.
Naya langsung masuk kamar dan membating pintu.
“apa sih kak Lion baru aja datang malah dia cepat sekali ke kantor aku kan pegen makan bareng sama dia” Naya merasa jengkel karna dia tak menemui kakaknya saat bangun pagi. Dia memukul-mukul boneka pemberian kakanya saat ulan tahun ke 20 nya.
Sejak dulu Naya sagat di manja sama kakaknya, Lion selalu menuruti kemauan Naya dan Lion selalu melindungi Naya saat dia di usilin di sekolah, dan saat sakit pun Naya hanya igin di rawat oleh Lion, Naya sangat menyayagi Lion begitupun dengan Lion dia juga sangat menyayagi Naya dia akan melakukan apapun untuk Naya dia tak mempedulikan dirinya sendiri dan selalu melindungi Naya. Banyak laki-laki yang takut mendekati Naya karna mereka takut berhadapan dengan Lion.
******