
Akademi Xuan
Semua murid disini memiliki potensi dan bakat yang sangat hebat, Bahkan Akar Spritual mereka rata-rata hijau dan biru.
Dan bela diri mereka sebagai pembudidaya rata-rata tingkat 5 -8.
Mereka sudah mendengar dari dekan bahwa Peri yang melegenda akan datang berkunjung, Etentitas Peri sudah menjadi sangat hebat dimata siapapun.
Mereka semua berkerumun di tengah Akademi yang luas, berbaris rapi, dekan secara pribadi akan menyiapkan upacara penyambutan bagi Sang peri.
Murid di Akademi adalah Orang-orang berbakat dari semua kalangan, bahkan RongYan ada disana, Menjadi Gadis no. 1 berbakat disini.
Kecantikan rongyan sudah terkenal.
Kereta Gia akhirnya sampai ke depan gerbang Akademi Xuan, tapi gadis itu terlelap.
Panatua yang bersamanya mengetuk pintu, dan perlahan membukannya, semua mata bergesekan melihat kedalan kereta.
Gaun Merah muda menutupi tubuh gadis itu, rambut gelombang tipisnya berserakan, Matanyanterpejam, Posisi tidur Gia menyamping ke arah pintu, Tangannya menjadi bantal
"Uhuk... Yang Mulia Peri.. "panggil Panatua. Pose gadis itu sangat memikat.
Umur Gia sekitar 15-16 tahun. mendengar seruan seseorang, Gia perlahan membuka matanya, Mata Berair dan berkabut gadis itu sangat lucu, seperti kucing yang baru bangun.
Gia mengerjap -ngejapkan matanya, memfokuskan pandangannya, Gia sudah sadar, Ia perlahan Turun dari kereta.
Mata semua murid berkobar melihat kecantikan Sang Peri yang membuat semua wanita seperti semut, Bahkan Rongyan yang sudah bertemu berkecil hati.
Panatua mengarahkan Gia kearah Dekan di depan.
Gia mengikuti, Tiap langkah membawa suara lonceng kecil di pergelangan tangan dan Kaki Gia.
Suara Gemercik itu seperti alunan musik membuat orang berdebar bahagia.
Dekan memberi Hormat, Gia menganggukkan kepalanya,
Berdiri di hadapan ribuan orang, Gia tidak gugup.
"Halo Semuanya, Saya disini atas undangan dekan, Nama Saya Giaoyana, Peri Alam, saya merasa terhomat membantu murid murid disini belajar sihir, saya juga bisa membantu Dalam Arena Perang. Kalau dekan tidak bermasalah? "gia mengalihkan pandangannya ke dekan
Dekan buru-buru menganggukkan kepalanya cepat.
Semua murid berseru bahagia dan bersemangat
"Saya Akan mengajar Sihir pada Pagi Hari, Sore saya akan mengajar Senjata, Dan Malam...... "Gia meenggantung Ucapannya membuat semua orang berdebar.
"Saya Tidur"ujar nya acuh.
Senyum nakal terpasang di wajah manisnya, membuat semua pria tanpa sadar mimisan
"Hei kalian berdarah! "teriak seorang perempuan
Semua pria langsung mengelap hidung mereka.
Dekan mengarah Gia kearah Pavilium untuknya. Dan ada Kolan Teratai disana.
Banyak murid yang ingin berkomunikasi dengan Gia, tapi dekan mengusir mereka.
Gia memasuki kamarnya, dan langsung membuang dirinya kekasur, menikmati tidurnya kembali.
Namun Siapa yang tau bahwa berita dirinya menjadi pengajar di Sini sudah sampai kepada Jendral Sanye dan beberapa petinggi lainnya.
Siapa yang tau apa yang akan di alami kedepannya Gia?
Tbc

Gia dibangunkan oleh ketukan pintu di luar, Membuka matanya Malas, Rambut berantakan, Gia dengan malas berjalan membuka pintu.
Sebelum membuka pintu,Gia berhenti terlebih dahulu
"Siapa? "teriaknya
"Yang Mulia Sarapaan anda sudah disini"suara Dekan membuat Gia dengan semangat membuka pintu
Dekan melihat pintu terbuka, siap memberi hormat, tapi tubuhnya membeku bersama beberapa murid
Gadis didepannya memili rambut acak acakan, tapi terlihat manis, lalu mata malasnya seperti kucing, membuat semua orang hampir meleleh
Gia memperhatikan itu, matanya menjadi dingin dan acuh
Murid yang membawa makanan terkejut, dan dengan cepat mendorong makanan di kereta.
Gia membiarkan murid itu masuk, Dan menyiapkan makanan.
Setelah beberapa saat, murid itu keluar, Gia menganggukkan kepalanya pada Dekan, dan menutup pintu.
Gia Langsung berubah cerah, dan dengan cepat duduk menyatap makanan nya dengan bahagia.
"Uhhhh Enakk..... "serunya
Gia makan, sampai dengan hidangan terakhir, Setelah kenyang, Gia merenggangkan ototnya dan mulai berjalan ke kamar mandi dan melayani dirinya sendiri.
Airin mengajarkannya semua aturan etikat untuk Dia.
Setelah berpakaian, Gia memandang dirinya di cermin sihir, Rambut Nya di biarkan tergerai, namun tertata rapi, Ada sedikit aksesoris yang ia pakai, Tanda Bunga Di keningnya ia biarkan terlihat,
Tanda Bunga ini sudah ada sejak Gia datang ke dunia ini, Tapi ia selalu menutupinya dengan Poni miliknya.
Gia mengenakan Gaun putih dengan Kain pinggang dan selendang bewarna Hijau muda,Ia memasang Aksesoris jepit rambut bewarna hijau.
Melihat penampilannya Gia tersenyum bangga.
Ia membuka pintunya, diluar dekan berdiri seorang diri, dan ia terkejut saat Gia keluar, Penampilannya sangat berbeda saat ia bangun, Aura kuat disekeliling gadis itu membuat nya tidak bisa di dekati, Wajahnya yang indah tidak memiliki senyum, namun kecantikannya tetap menyebar
"Halo Dekan"salam gia
Dekan buru buru membungkuk
"Salam Peri Giaoyana "
Kedua orang itu berjalan ke arah tempat pelatihan yang sudah disiapkan dekan, Gia mengikuti langkah dekan, Dekan dengan serius membagikan informasi akademi ini
Dan menjelas kan setiap tempat di sekolah ini.
Gia menganggukkan kepalanya Paham
"Seperti nya saya akan mengajar disini dengan tenang"
Dekan dan Gia sampai di lapangan, Disana sudah terdiri beberapa Pria dan Wanita, mereka berbaris rapi, sikap dan bawaan mereka membuat Gia mengangguk puas.
Mata semua murid berbinar bahagia, saat melihat Dekan, ahhh tepatnya gadis di samping belakang dekan yang sangat indah.
Gia menelusuri semua murid, Aura mereka memang cukup bagus, Gia berdiri didepan mereka semua,
"Hari Ini kita akan belajar Sihir, Namu pertama-tama aku akan memberikan contohnya"
Gia merapalkan mantra miliknya
"හරෝෛටිචඅදේඏ"bahasa andu radul menurut Gia, namun ia memahami bahasa ini.
Sebuah Pola sihir terbentuk di samping Gia, Lalu sesosokSerigala Putih muncul
Grrooowlllll
Mengaum, Snowy berdiri dengan gagahnya disana
"Wahhhhhhhh HEBAT"mereka semua kompak berseru.
Mereka sebenarnya disini memiliki Qi yang tipis, Namun MANA sihir mereka cukup bagus, namun sekolah tidak memiliki Guru khusus sihir, makanya mereka terbaikan, dan memaksa diri belajar menggunakan Aliran Qi.
Tapi sejak Peri alam, Gia, muncul mereka akhirnya memiliki harapan besar untuk sihir mereka.
Mulai pagi hingga siang, Gia mengajar mereka cara mengatur jumlah Mana, dan jenis sihir, Dan Gia melihat bahwa Pengguna Sihir disinj adalah Sihir Alam, namun cuma individual saja, beda dengan Gia yang Memiliki semua unsur alam, Dan juga Summoners makanya ia bisa memanggil hewan spritual
Gia lalu memberikan sihir masing-masing alam, dari Membentuk, melindungi dan menyerang.
Gia kelelahan, Namun anak -anak itu masih semangat, Tapi mereka mengerti dan dengan Taat pergi.
Gia akan kembali ke kamarnya untuk tidur sekarang, Snowy mengikuti Gia.
Sampai di Kamar, Gia berhenti, berbalik menatap snowy
"Snowy kamu Jaga pintu, Paham! "
Snowy hanya mengendus dan Gia bersenandung masuk dan berbaring tidur
Tbc