
Happy Reading
Shisan
.
.
.
Gia bersama Cecil putrinya duduk bersama menikmati suasana damai
Gia dengan telaten menyisir rambut Cecil dan memasangkan di kepala putrinya Mahkota bunga yang sangat cantik
Tawa Gadis kecil itu sangat merdu bagaikan lantunan melodi, membuat Istana Iblis menjadi tempat yang hidup
Gia yang selesai memainkan rambut putrinya, tersenyum bangga.
"Ara...araaa~~cecil ku sangat cantik. Mama memang memiliki Gen yang bagus ahh~"
Mendengar ucapan bangga Mamanya, Cecil hanya terkekeh, ia ingin sekali berkata pada ibunya.
'Gen Ayah yang meningkatkan Gen ibunya, padanya ah'
Gia berdiri dan menepuk debu di gaunnya, menarik tangan putrinya, mereka berdua berjalan masuk ke istana
Gia membiarkan putrinya untuk ikut bersama pelayan dan membawanya bermain dengan Putri Snowy dan Shu.
Sedangkan Ibu Muda kita ini, ia lansung berjalan kearah pohon Apel yang berbuah dan memiliki wangi enak
Gia meneguk ludahnya, dan matanya mulai berkilat lapar, Bersenandung entah lagu apa, Gia memetik buah apel merah yang matang dan kadang akan mengunyahnya dengan gembira
Gia melihat bahwa keranjang buahnya telah penuh, tersenyum bahagia, dan berjalan cepat kearah kamar
Kamar Gia bersama Sangye penuh dengan kelopak bunga, karna Gia yang suka aneh-aneh kelakuannya
Gia duduk di Sofa panjang dan menaruh keranjang buahnya di meja dekat Sofa
Menggunakan mantra air mencuci Buah apelnya
'Ckckck Sihir memang selalu memudahkan pekerjaan'
Gia mengunyah apelnya dengan sangat bahagia, seakan memakan apel adalah hadiah surga baginya
Gia sangat menyukai Buah Apel, bahkan Sangye harus menyuruh bawahannya mencari keseluruh dunia benih dan buah apel,dan hal itu menjadi kejadian paling langka, karna saat itu Gia dengan mengidam dan Ia hamil Cecil
Cecil ikut bawaan ibunya, dan memakan Apel adalah keseharusan baginya
Gia memakan apelnya dan mengambil Novel dari lemari dan duduk membaca sambil memakan apel
Melupakan suara berderit pintu yang dibuka, Gia tak sadar bahwa Sosok Sangye muncul dan melihat tingkah Gia yang asik dengan kegiatannya
Semenjak portal ke dunia asli gia terbuka, gadis itu akan membawa barang aneh dan bila sudah asik dengan dunianya, bahkan sosok tampan seperti dewa, Sangye, akan di lupakan alias di buang
Gia membaca Novel miliknya sambil membawa banyak emosi, yang akan gadis itu lampiaskan padanya
"Wuhuhuhu..... Kenapa dia menghianati perempuan itu, padahalkan ia sudah setia pada si pria"
Gia melempar apelnya dan mengenai Sangye
"hahahahah apaan ini, kenapa dia bodoh banget sih, perjuangin cinta bodohnya buat pria kagak peka ckckck"
Sekali lagi melempar apelnya ke Sangye
Entah kenapa Sangye selalu berfiikir, mengapa harus DIA yang kena?
"Akkhhhh..!!!! ********, Dasar Pria beku, tidak punya hati. Woiiii ini cewek udah berjuang demi lo, Shit!! "
Dan sekali lagi, Sangye kena buah Apel merah
'cukup'batin Sangye geram
Ia mendekat, dan dengan cepat mengambil Keranjang Apel dan novel aneh Gia
Gia terkejut, lalu mengangkat kepalanya menatap Suaminya bingung
"Sayang~~"ucapnya manja
Gia tau bahwa suaminya pasti dalam mode buruk karna garis hitam di wajahnya
Sangye menyipitkan matanya dan menatap Istrinya tajam
"RATU GIAOYANA!! KAU.PILIH.AKU.ATAU.DIA.NOVELMU!!"suara Sangye penuh tekanan
Gia dengan susah payah meneguk ludahnya, lalu mengambil pil dari kantongnya dan memakannya dengan cepat
Pil ini sama yang diberikan Airin pertama kali
Ia menelan pil itu dan sensasi panas membuat Gia mulai bergoyang
Menghadapi Gia yang mulai nakal, Sangye melupakan amarah dan KECEMBURUAN, nya pada Novel dan Appel Gia
Gia menyandarkan tubuhnya ke tubuh Sangye, tanganya dengan nakal mengelus leher dan wajah pria itu, membuat nafas Sangye manjadi berat
Sangye memeluku pinggang Gia dan mengecup bibirnya.
dan keduanya saling tersenyum bahagia.
Kehidupan Gia sangat damai dan keluarga hangat miliknya, Suami dan Putrinya.
SANGYE
Gia Oyana