
Hati -Hati Virus Corona!!!!
Jangan Lupa Cuci Tangan 😇
Beberapa bulan ini terjadi sebuah peristiwa aneh, dimana gadis gadis hilang di culik, kejadiannya selalu di alami oleh murid yang belajar dan juga beberapa petualang wanita
Banyak saksi yang mengatakan mereka melihat sosok kerdil, dengan teliga runcing, hidung runcing, kulit hijau berlendir menjijikkan, dan mata kuning seperti kodok menculik seorang wanita
Pertama kali mendengar berita itu, Gia memikirkan mahluk gaib di dunianya
'Tuyul ' dan 'Kolor Ijo'dan pikirannya mulai aneh saat ia memikirkan bahwa kedua makhluk halus itu menghasilkan keturunan seperti yang di beritakan sekarang
Gia sudah mulai di datangi surat-surat dari berbagai kerajaan, maupun kota dan desa untuk membasmi 'Tuyul ijo'itu.
Beberapa pengantar pesan dari berbagai perwakilan berdiri di depan perbatasan hutan meminta audiens dengan Gia, tapi di tolak dengan alasan istirahat
Tidak ada yang bisa memaksakan kehendak Peri. Karna itu bukan tugasnya juga
Gia duduk bersila sambil membaca sebuah laporan di depannya, Lalu menggunakan batu sihir yang menyimpan gambar, Batu ini bisa menyimpan gambar dengan menyalurkan Qi didalamnnya
Beruntung saat Makhluk itu sedang beraksi salah satu pemuda berhasil membunuhnya dan mengambil gambarnya
Mengibaskan salah satu lengannya, Sebuah cahaya putih muncul dari batu, lalu samar-samar Gambar Makhluk hijau terbaring dengan darah di tubuhnya
"jelas bukan tuyul ahhh, tuyul kan botak terus pakai popok"
"Lalu makhluk ini hanya menculik Wanita, dan akan membunuh bila itu pria?aneh"
Gia menyipitkan Matanya, memperhatikan gambar itu, Lalu Airin muncul dari pohon besar
"Iuuuukkkk makhluk mesum itu muncul lagi" muka Airin jijik saat melihat gambar itu, bahkan hampir muntah
"Kau tau ini? Mesum memang makhluk apa ini"
Airin mengambil Batu roh itu "Ini disebut Goblin, Mahkluk yang sangat kejam membunuh, mereka tidak bodoh dan tidak pintar juga, Tapi..... Mereka akan menculik semua wanita dan melecehlkan mereka"ujarnya
Mata Gia melebar
'bukankah Goblin itu mirip film drakor yah, yang tampan itu sih,lah kok ini jelek, menjijikkan, dan juga mesum'
"Goblin di kenal sebagai Mahkluk hitam yang jahat, mereka ganas, Sejak Raja Iblis menghilang, Mereka membuat Kompeni dan semakin besar bahkan ada Raja Goblin nya"
"Lalu bagaimana membunuh mereka"
"Gunankan senjata lah, dan sihir, mereka mudah di bunuh, hanya saja cara mereka melawan sangat ganas, jadi ekstra waspada, apalagi untul wanita mereka akan lebih gesit"
Gia, "menjijikkan"
Gia akhirnya menyampaikan pada para pengantar pesan, bahwa ia akan memerintahkan Hewan Spritualnya untuk memusnahkan para Goblin
Goblin ini hidup di gua, dan Waktu mereka aktif adalah Sore - Malam, sedangkan Pagi mereka tidur
Gia juga mengirim undangan pada kembar Song, Song Lan dan Song Yu, bakat mereka menarik bagi Gia
Beberapa hari kemudian, Kembar akhirnya sampai, Gia menyambut mereka secara langsung, keduanya sangat gembira saat menerima undangan, keluarga mereka bangga pada mereka
"Silahkan duduk"
Kembar melihat Elf untuk pertama kalinya takjub dan bersemangat, apalagi Elf dianggao mahkluk tertinggi Kelasnya
"Kenalkan Ini, Airin Klan Elf, Penjaga Wilayah Terlarang dan Waliku"
Airin menganggukkan kepalanya
"Ini si kembar, Song Lan dan Song Yu"
Keduanya mengangguk bersamaan
" Alasan di balik aku mengundang kalian adalah karna Kejadian yang marak sekarang, Para Gadis yang di culik Goblin"
"Goblin? "
"Em. Makhluk hijau kerdil itu"
Gia mengambil batu roh dan menyalurkan Qi nya
" Aku akan menjadikan kalian Bawahan ku, Dan memperkuat kalian, Bakat kalian sangat bagus "
"Terima Kasih"
"Terima Kasih"
Jantung Kembar Song berdebar kuat saat mengetahui mereka terpilih sebagai bawahan peri yang melegenda
"Airin akan membantu kalian dalam Latihan Pertarungan, karna aku harus pergi kebeberapa tempat mengecek keadaan"
Mereka hanya mengangguk, akhirnya Gia meninggalkan keduanya dengan Airin
Gia Lalu berjalan ke arah Sungai, Merapalkan Mantra Sihirnya, Gia menatap Sungai yang berubah menjadi cermin air
Sosok seorang Pria yang sedang menghunuskan pedangnya dengan sangat kejam
Pria itu San Ye, Walau Gia tidak menghubunginya lagi, Tapi Gadis itu akan selalu memperhatikan nya lewat Cermin Air
Ia akan memperhatikan kondisi pria itu, Melihat bahwa Pria itu, sehat, Gia tersenyum bahagia, lalu mengibaskan tangannya membuat cermin air jatuh.
Tapi San Ye tidak menyerah untuk meminta maaf dan me dapatkan hati Gia kembali
Bayangkan saja, Gia beberapa hari yang lalu akan keluar untuk ke beberapaWilayah lainnya, Di luar Hutan, Beberapa Pria dengan Pakaian dan warna yang sama, Berbaris rapi menunggunya diluar
Shu sebagai Komandan dan tangan kanan San Ye, datang dan memberi tahunya bahwa Jendral memerintahkan mereka menjaga keamanannya
Gia menatap semua pria yang berdiri gagah di depannya dengan memakai Cadar, Merasa aneh, lalu ia bertanya pada Shu kenapa mereka memakai cadar
"Jendral Memerintahkan kami memakainya karna Takut bila Yang Mulia Peri jatuh hati pada salah satu dari pasukan merah, maka Jendral akan membinasakan kami bila itu terjadi, jadi dengan tegas kami semua memakai Cadar, karna Semua Pria di pasukan bisa di bilang Tampan"
Giq, "......"apa sifatnya cuci matanya memang parah?
Gia hanya bisa pasrah di buntuti, bahkan ia sempat dengan nakal meminta salah satu pria membuka cadarnya, dan mereka dengan cepat menghilang di hadapannya, seakqn Gia itu Predator Pria
"Halo Aku cuma cuci mata, heiii, KEMBALI KALIAN"Gia menepuk kepalanya melihat hal itu
Mengingat semua kejadian dan Tingkah laku San Ye yang menjaga nya secara overprotektif, Gia merasa kesal bukannya merasa senang