I AM A FAIRY

I AM A FAIRY
S.2.2



Like Yahh


.


.


.


.


"BAWA PUTRI CECIL SEKARANG!!"


Gia berteriak dengan sangat keras,suaranya bergema di seisi Kastil.


Tidak lama Airin datang ,di belakang sudah diikuti oleh Cecil dan Zaya .


"Ma.." panggil Cecil pelan .


Gia menyipitkan matanya tajam,Dan langsung duduk di atas Singgasana Ratu


"Kau kehilangan Permatamu hmm.." ucap Gia dengan nada dingin


Airin hanya memijat alisnya tidak tau harus apa


"Kita hanya bisa pergi ke Dimensi berbeda dan menemukan permata itu "


Gia ," WHAT THE HELL!! "


"Tidak ada cara lain,Kau paling tau pentingnya Permata bagi Dirimu dan Cecil ,benar .." jelas Airin


"Aku akan mencari Lokasi Permata ,Aku akan bertemu dengan Sangye jadi Ia sebagai Ayah bisa membantu Putrinya " seru Gia dan berdiri langsung keluar dari Aula


Cecil yang di tinggal hanya menundukkan kepalanya


"Aku akan mencari Permata ku "


Zaya menepuk pundak temannya itu mencoba menyemangati Gadis itu.


"Mari Kembali dulu.Kamu harus bersiap "


"Emm."


.


.


Malam hari..


Ruang Kerja Sangye,Di dalam ruangan sudah ada Sangye ,Gia,Airin ,dan Cecil.


Semuanya berkumpul,Suasana diruangan hening,atau bisa di bilang Airini yang mengeluarkan Aura yang berbahaya .


Sangye hanya duduk dengan kursinya,sambil sekali-kali meminum tehnya.


Gia dan Cecil di buat mati rasa ,karna mereka berdua adalah Murid Airin ,jadi jika Elf itu marah,mereka langsung gemetar.


"Sudahlah."ucap Airin,lalu berbalik memandang Sangye," Apa kau sudah menemukan letak permata Putrimu ?"


Sangye meletakkan cangkir tehnya ,dan mengangguk,tapi keningnya berkerut sedikit


"Dapat.Namun Letak Tepat dimana Permata itu tepat nya dimana tidak diketahui "


"Kita harus bagaimana?"tanya Gia.


"Kita akan membawa Cecil dan Aku kesana,Mencari Permata nya ,Sangye Jelaskan Lokasi tempat itu " Jelas Airin.


"Apa aku tidak ikut saja?" tanya Gia khawatir .


Airin menggeleng kan kepalanya tegas menolak .


"Kita tak bisa mengambil resiko,Keseimbangan Alam akan terganggu jika Peri tidak ada di tempat "


"Aku Paham."


"Tenanglah ,Percayalah pada Putri kita"


"Baik."


Keduanya bermesraan seakan tidak ada Airin dan Cecil di tempat yang menonton.


"Hentikan,apa.kalian suka sekali mengumbar kemesraan kalian!!"seru Airin kesal.


"Heheh..Kakak Airin,makanya jangan Sendiri terus,sana cari pasangan " balas Gia mengejek


"G.I.A.O.Y.A.N.A."ucap Airin penuh penekanan


"Ampunnnn..." Gia langsung memohon meminta belas kasih Airin .


"Hmpt..Sangye jelaskan !!" perintahnya


"Uhuk..Lokasinya adalah Bumi,Dunia Istriku ." Ucap Sangye, " Gia sudah memberitahu Ibunya bahwa Cecil akan datang jadi semua akan baik-baik saja ,dan Lokasinya kalian akan terkirim bisa saja tidak tepat karna Lubang dimensi yang sedikit terganggu" lanjut Sangye


"Apakah disana hanya manusia biasa saja?"


Tiba-tiba bertanya begitu,Gia dan Cecil menatap Airin bingung


"Seperti Dunia ini,Aku menemukan Energi Makhluk Immortal disana ,jadi aku yakin bahwa Mahkluk seperti Vampire ,Duyung,Setan ,Malaikat...dan Elf ."


Mendengar itu,Airin hanya mengangguk paham.


"Jadi Siapkan saja Semua keperluan kita,Besok kita akan pergi " seru Cecil dengan tegas


"Em."


.


.


Pagi Hari..


Cecil beserta Airin sudah berdiri di depan Gerbang dimensi.


Cecil mengenakan Hanfu bewarna Merah Muda dengan Pakaian luar Putih ,Rambut di ikat rapi,dan Bunga yang di Pasangkan di rambutnya.


Airin mengenakan Pakaian Hanfu Hijau ,namun memperlihatkan belahan paha kanannya dan Pakaiannya sampai selutut.


"Cecil Sayang ..Dengarkan Kata Bibi Airin Oke,Jangan membuat ulah lagi !" ujar Gia


"Baik Ma .Jaga diri Mama dan Papa yah!!" balas Cecil dengan memeluk mamanya Erat.


"Em.Hajar jika ada Pria yang menganggumu" seru Sangye.


"Siap Laksanakan Pak!"


Sangye mengeluarkan cahaya merah dari balik tangannya dan Sebuah Pedang dengan bilah Merah gelap langsung muncul di tangannya


"Ini adalah Pedang Leluhur,sekarang Jadi milikmu"


"Wahhhh....Sangat indah,terima kasih papa!!"


"Jaga dirimu sayang"


Cecil dan Airin melambaikan tangan ke arah Pasangan suami istri itu untuk terakhir kalinya sampai mereka memasuki Gerbang Dimensi.


SSSRRIIIINNNGG


keduanya langsung menghilang .


.


.


.


.