
Gia kembali menutup matanya, dan semua orang akhirnya kembali fokus, mereka dengan tertib berbaris memasuki Array Sihir.
Kewaspadaan mereka di tingkatkan, Gia membuka sebelah matanya, Ia memiliki sebuah firasat aneh.
Di Jalan Ke Makam Kuno
Rombongan Beberapa kerajaan juga datang ingin mendapatkan berkah dari Makam Kuno, beberapa Prajurit serta kereta bergerak ke arah makam kuno
Ada juga SanYe dengan Kuda merahnya, Pakaian Hitam dan Topeng peraknya membuatnya terlihat misterius, Di sampingnya ada Gerbong kereta.
Jendela kereta terbuka, menampilkan seorang gadis dengan kulit putih dan mata bundarnya,
Bukan hanya identitasnya seorang Putri, Ia juga Menurut rumor adalah kekasih kecil Jendral SanYe
Mata Wei Ni berbinar saat ia akhirnya bisa bersama SanYe, Ia harus memohon dengan keras pada Ayahandanya agar bisa ikut
Wei Ni sama dengan Rong Yan, menyukai SanYe, tapi tak bisa mengajukan lamaran, dan juga Wei Ni adalah Gadis yang terkenal manja dan sombong.
"Kakak SanYe, Wei Ni sangat bahagia"ujarnya,tapi diabaikan
SanYe yang fokus pada perjalanan, dan pikirannya berada di Gadis itu, Gia, bukan hanya namanya yang Aneh, sikap nya yang tak tau malu
SanYe entah kenapa merindukan gadis itu, Ia hanya berencana pergi sendri ke Makam kuno, tapi Wei Ni merengek ingin ikut,SanYe masih akan bersikap baik padanya, karna mengingat Bahwa mereka dulu teman kecil
Ia tak bodoh melihat perasaan gadis itu, tapi hatinya masih tak bergeming saat Wei Ni menyatakan perasaanya
Wei Ni cemberut saat melihat pria itu mengabaikannya.
Perjalanan memakan banyak waktu
################
Makam Kuno
Gia merenganggkan otot tubuhnya, Mata Nya melihat sekeliling, Ia akhirnya berjalan memasuki Lubang Dimensi.
Membuka matanya, Gia melihat sekeliling, banyak Pohon besar dan bekas reruntuhan.
Mengayungkan tangannya, Gelombang Bunga membentuk banyak sekali bentUk orang, Lalu Kelopak bunga itu semua bercahaya, cahaya itu memudar dan memperlihatkan 'Gia'yang lainnya
"Menyebar"
Lalu semua kembaran Gia menghilang, Gadis itu kembali melanjutkan perjalanannya, entah kenapa ia merasa ada yang memanggilnya.
Snowy berjaga di luar, lalu ia melihat banyak gerbong kereta datang, Menggeram, ia memasang sikap waspada
"Wahhh lihat ada serigala salju tingkat 9"
"sepertinya dia memiliki pemilik"
"Apa ia berjaga disitu"
Sampai SanYe mendekat dan melihat Snowy, gelombang kaget membuatnya tersentak, Kalau snowy ada disini, itu artinya Gia juga ada disini
Melihat sekeliling pada orang orang itu, ia bisa melihat niat keserakahan
"Jangan berani menganggu Serigala itu, Ia Milik Peri Alam"
Mereka semua terkejut saat mendengar Serigala itu adalah Milik Sang Peri legendaris
Wei Ni juga menginginkan serigala itu, Ia hampir menyuruh bawahannya, namun terkejut saat mendengar dari SanYe bahwa Hewan itu milik Seorang yang kuat.
Ia harus menahan api kecemburuannya, Apa hebatnya Peri itu, apa ia sangat cantik, pikir Wei Ni.
Snowy membiarkan mereka masuk, dan tersisa sanye
"Dimana Gia"
Snowy mendengus dan mengarahkan tangannya kearah lubang dimensi
Melihat itu, SanYe menganggukkan kepalanya dan berjalan masuk.
Tbc
Vt jgn plit 🐼
Gia menyipitkan matanya, di depannya sebuah pagoda kuno berdiri, suasana suram menyebar dari Pagoda tua itu.
Gia merinding, Namun salahkan karna sifat penasarannya ia melangkah masuk
Pintu pagoda terbuka sendiri, Gia menhirup nafas banyak-banyak ia lalu mengambil Busurnya, Lalu Muncul sebuah tas panah.
Gia berjalan secara perlahan dan waspada, Ia melihat sekelilingnya, Gelap, Lalu muncul ide di kepalanya
Memfokuskan pikirannya pada tangan kanannya, cahaya kecil, lalu lama kelamaan besar, menyinari seluruh ruangan.
Lalu ia berjalan lagi, seluruh ruangan kosong, ia lalu naik ke lantai selanjutnya, semakin naik, semakin besar tekanannya.
Membuat Gia susah bernafas, wajahnya memerah, Namun Cahaya merah di lantai ke 7 membuatnya memaksakan dirinya.
Menopang tubuhnya dengan bantuan busurnya, Gia menaiki anak tangga ke lantai ke 7
Sampai disana, Gia menyipitkan matanya, Energi bewarna merah berada ditengah-tengah ruangan, Gia merasakan tekanan lebih besar dari sana
"Apa Ini? "
Gia tanpa sadar mengulurkan tangannya kearah Bola Energi itu
Di Depan Lubang Dimensi
Ggrrrooowwwwlllllllllll
Teriakan Snowy Bergema, dan langsung masuk ke lubang dimensi
Saat ia sudah ada di makam kuno, Ia langsung berlari mengikuti aroma Gia, Wajah Snowy Tersirat Kekhawatiran
Gia hampir saja akan menyentuh bola itu, saat tangan besar seorang pria menahannya
"Eh"
Gia langsung berbalik ke belakang
"Kau? Kenapa kau disini? "tanya Gia
Pria itu langsung memeluk pinggang Gia, dan melompat dari jendela.
"WAHHHHH!!! PRIA GILA KAU "teriak Gia
Gadis itu mencekram erat pakaian pria itu
Hap
Saat ia sudah merasaakan dataran lagi, Gia menghembuskan nafas lega
Lalu berbalik menatap Pria gila itu
"Kau mentang-mentang kau tampan Hah kau ingin membawaku mati, kau ********"teriak gia marah
Pria itu, SanYe, hanya menatap Gia saja, tapi cengkraman di pinggang gadis itu membuat gia kaget
"Kau lepaskan aku!dengar yah aku tidak ingin di sentuh, kecuali suamiku"
"Kalau begitu Kita Menikah"jawab SanYe
Gia membeku, Ia terkejut dengan ucapan Pria gila ini
Rncana gilanya pun muncul
"heh tampan, Tidur dengan ku Yuk" Mulai lah sifat tidak malunya Gia datang lagi
Tapi pria itu acuh
Dan menatapnya aneh, 'apa pria ini benar-benar papan cuci, melamar kok kagak ada romantisme nya'
Kesal karna Ajakan Nakalnya cuma di beri tampang datar,
Gia lalu mendorong pria itu, Lalu menunjukknya
"Kau ********, Apa kau tidak punya romantisme Dasar PAPAN CUCI"
Kesal, Gia menginjak kaki Sanye, Lalu berbalik pergi, baru saja beberapa langkah, ia di terkam sosok putih
Grrooowwlllll
"Snowy? Kenapa. Kau masuk"Snowy masih diatas Gia, menatap gadis itu baik-baik, lalu menghebuskan nafas lega.
Grroooowwllllll
"Apa kau menyentuh suatu benda? "
Lain Jawabnya
"YAYAYA aku tau kau lapar ,sama"
Snowy mendengar itu hanya bisa menggelengkan kepalanya, Gia dan sifat makannya.
Tapi melihat bahwa gadis itu baik-baik saja, Snowy menggeser tubuhnya membiarkan Gia berdiri.
"Oh SanYe, kenapa. Kau disini"
"Ada. Urusan"
Gia menganggukkan kepalanya paham, lalu menaiki Snowy
"Kalau begitu, mau ikut? "ajaknya
Gia santai saja, lalu SanYe menatapnya ragu, batuk, SanYe perlahan naik ke atas Snowy
Snowy langsung berlari pergi
Sedangkan pagoda itu, langsung menghilang dari tempatnya.
Gia dan SanYe duduk di punggung Snowy, Suasana keduanya damai dan tenang, Sampai angin membawa daun yang bewarna warni terbang, Semua daun berguguran, Gia merentangkan tangannya dan menangkap daun yang gugur itu.
Mata gadis itu tenang tanpa riak, SanYe merasa Gia seakan melihat sesuatu di balik daun itu, tapi ia tak tau apa
Sampai Gia mengambil serulingnya, Meniup serulingnya,alunan melodi lembut dan indah mengisi suasana keduanya
SanYe memejamkan matanya tanpa sadar, menimati alunan musik ini, Gia yang meniup serulingnya terlihat sangat indah, apalagi dengan mata nya yang cerah itu, Alunan melodi itu terdengar di seluruh makam Kuno, Semua Siswa tanpa sadar berjalan kearah sumber suara, Bahkan Hewan Gaib disini juga melangkah kesana.
Snowy mengibaskan ekornya menikmati alunan musik, Bahkan ia sadar Gia sangat pandai dalam Seruling.

(Musik The Untamed_Wei Wuxian)😘
Fans brat thor ahhhhhh