
Alunan musik seruling masih berlanjut, bahkan Gia memberikan tambahan nada membuat nya terdengar menyentuh jiwa.
Kemampuan musik bisa dianggap menjadi Senjata juga, karna mampu mempengaruhi perasaan pendengarnya.
Menjauhkan seruling dari bibirnya, Gia terkekeh
"Bagaimana Jendral SanYe ?"
SanYe membuka matanya, Senyum tampan nya merekah, Gia berbalik dengan cepat, takut menerkam pemuda itu Pipinya memerah
"Indah"
Gia merasakan pipinya memanas, bagaikan ada asap mengembun dari kepalanya,
"Hahaha"tawanya canggung
Snowy berhenti tepat di Lubang dimensi, lalu banyak murid yang muncul secara perlahan, bahkan Hewan gaib yang datang langsung sadar, berbalik pergi
"Ehh dimana alunan musiknya"
"Sangat memukau"
"Menyentuh jiwaku"
"Dimana sang instrumentnya? "
Bisikan para siswa menjadi riuh, Gia turun dari Snowy, melangkah dengan mantap kearah para murid
"Waktu kita sudah habis, Kalian pastinya mendapatkan barang bagus. Ayo pulang"
Mereka semua mengangguk setuju, Gia berhenti saat merasakan tatapan tajam dari dua sisinya, Ia merinding, lalu berbalik
Di sebelah kanan ada Rong Yan, dan di sebelaj gadis yang menurut gia familiar, lalu menepuk dahinya mengingat, Gia mengingat bahwa gadis itu yang mau merebut Ruru-nya, Wei Ni
Kedua gadis itu menatap tajam Gia karna duduk dengan SanYe, jika gia mendengar pemikiran mereka, gadis itu pasti akan membusungkan dadanya sombong dan mengatakan 'Makanya Cantik dong'
Gia kembali berjalan, namun ia di hentikan oleh gerombolan orang orang aneh
Mereka memberikan banyak hadiah dan memperkenalkan diri keluarga mereka, Gia hanya tersenyum ramah, namun didalam ia mengeluh ' Lapar '
SanYe di dekat Snowy, mengerutkan alisnya merasa kesal, apalagi yang mengepung Gia adalah Pria.
Gia melambaikan tangannya, dan pergi.
Sampai Diluar, Gia berjalan lagi, namun tangannya di cekram oleh seseorang, berbalik
"SanYe, Hei tampan ada apa"Goda Gia
"Menjauh. Dari. Pria. Lain"tekan SanYe
Gia menatapnya aneh, seakan pria didepannya makan sesuatu yang salah
"kenapa? "
Wajah SanYe memerah, lalu menundukkan kepalanya malu
"aku tidak suka"
Mendengar kalimat itu Gia terbelalak, bahkan suara SanYe bisa terbilang keras karna semua mata menatap mereka, Rong Yan dan Wei Ni menatap Gia benci
"Kenapa tidak suka"goda Gia
Senyum manis gadis itu bagaikan musim semi, Bahkan angin mendukung momen itu, menerbangkan rambut dan pakaian mereka.
"aku... Aku... Aku... "gagap Sanye merasa sangat malu
"Aku, ada apa dengan mu? "
Gia tambah senang menggodannya
"Menyukaimu"menekan itu, Sanye berjalan pergi menaiki kuda merahnya, meninggalkan Gia yang memerah.
Ia merasa jantungnya berdetak cepat, ini pertama kalinya ia mendengar pengakuan langsung, biasanya dari Hp miliknya, Sekarang ia di tembak langsung, Gia membeku beberapa detik lalu kembali sadar.
Mengikuti rombongan kembali, Setelah mengantar merkeka dengan selamat, Gia meminta izin pergi ke hutan terlarang dulu, dengan alasan tugasnya.
Gia kembali ke hutan terlarang, Snowy melihat suasana diam Gia. merasa aneh, Biasanya gadis itu akan menggoda siapa pun bahkan Gia selalu tertawa manis tiap hari, baru kali ini ia diam, sunyi.
"Grroooowllllll"suara Snowy membuat Gia melihat kebawah
"Oh kenapa? "
"Growwwwllllll(kenapa kau jadi pendiam) "
"Bukan apa-apa "
"Growwllllll(apa kau memikirkan pengakuan pria itu)
Gia menghembuskan nafas lelah, matanya sendu
"Kau tau, aku tidak tau soal perasaan ku dengannya... Aku..... Hanya merasa dia baik, kalau soal suka, aku tak tau, aku juga takut menyakiti perasaannya ahh"
"Grrooowlllll(Begitu.Kau harus membicarakannya dengan Airin, ia teman baik diajak bicara) "
Gia menganggukkan kepalanya setuju,lalu ia berkata
Gia"aku ingin tau kenapa kau tiba-tiba muncul di dekat pagoda? "
Snowy"Grwooolll(Ada energi jahat yang hampir kau sentuh benarkan? Itu berbahaya bagi Energi murni ilahi mu, Kau akan menjadi Gila dan haus darah bila kau menyentuhnya"
Gia memucat, ia bersyukur bahwa SanYe menghentikannya waktu itu.
Perjalanan Gia dan Snowy cukup cepat karna Snowy berlari dengan kekuatan spritualnya
Saat mereka sudah memasuki Hutan terlarang, Gia turun dan berjalan kearah pohon kehidupan,disana sudah Ada Airin dengan rambut kuningnya dan gaun hijaunya duduk
"Gia"
" Airin "
Seru mereka bersamaan, Gia duduk di samping Airin
" Rin bagaimana bila aku jatuh cinta dengan seseorang? "
Airin langsung membeku, Ia melihat Gia
"Gia Tidak ada larangan untuk kau jatuh cinta pada pria manapun, Namun kau harus ingat Tugas dan Identitasmu sangat Berbeda, Dan juga Bila ada orang yang mengincar dan mengiginkan Mutiara Peri-mu itu sangat berbahaya,Jatuh Cinta,Kau harus Siap Sakit dan Terluka, Gia"muka Airin pucat saat memikirkan Gia akan terluka karna rasa suka nya itu
"Mutiara Peri ku? Dimana itu? "Seru Gia penasaran
Airin mengelus surai Gia"Itu di keningmu, Mutiara itu adalah kehidupanmu, Siapapun yang mendapatkannya akan mengambil kekuatan inti mu dan Kau akan..."
Gia " akan apa? "
"Akan Mati, tubuhmu akak secara perlahan menghilang saar itu"
Wajah Gia pucat pasi, Ia menyentuh keningnya ,Tubuhnya bergetar
"Jaga dirimu Gia"saran Airin.
Gia kembali ke rumah pohon miliknya, Hari sudah malam, gelap menghiasi hutan, Namun ribuan kunang-kunang datang dan mengelilingi Gia. Gia melihat langit gelap penuh bintang.
Tiba-tiba muncul wajah Tampan SanYe disanan, Gia langsung duduk
Kerajaan Utara Rong
Kediaman Jendral
SanYe duduk di depan meja menikmati tehnya, mata gelap nya menatap langit gelap diluar.
Bayangan Gia muncul disana,SanYe menggelengkan kepalanya, Shu muncul di depan pria itu
"Tuan Racun pada Tubuh anda kami sudah tau penawarnya selain Spider Lili merah "seru Shu
Riak di mata SanYe muncul
"Apa itu? "
"Uhuk... Yaitu Mutiara Peri"
Mendengar itu, jantung SanYe berdebar cepat, matanya menjadi lebih dingin
Shu menganggukkan kepalanya Yakin, Lalu melihat Tuannya, Tuannya terkenal kejam dan Kuat, tapi dalam tubuhnya mengalir racun dingin dan panas, selalu mengancam nyawanya. Racun ini entah datang dari mana
"Yakin Tuan, Saya sudah mencari semua informasi ini. Tuan bukankah benda itu bisa mudah anda dapatkan dari Peri Gioyana? Bukankah kalian dekat"
SanYe diam
"Apa resikonya "
"Hamba..... Tidak tau, Tuan, informasi hanya mengatakan Mutiara Peri mengandung Kemurnian Dunia yang mampu mengobati segala racun"seru Shu
SanYe sekali lagi Diam, Entah kenapa Mutiara ini membuatnya merasakan firasat buruk, Apalagi Gia, gadis itu, apa ia secara sukarela memberikan bendanya
"Tuan, Mutiara ini sepertinya telah memancing semua kekuatan lain kemari"
SanYe langsung berdiri
"Siapakan pasukan merah, Lindungi Hutan terlarang"
Shu langsung hilang, Pasukan Merah adalah pasukan yang SanYe bentuk sendiri, Mereka semua memiliki kekuatan tempur terbaik dan kuat dalam semua aspek,karna SanYe sudah melatihnya sendiri. Mengerahkan Pasukan Merah berarti keadaan ini sangat penting dan darurat
Sanye memejamkan matanya, Raut kekhawatiran bisa terlihat di wajahnya, Lalu rasa sakit langsung menyerangnya, dadanya berdenyut sakit
SanYe jatuh kebawah, Wajahnya mengerut, mata nya berubah -rubah dari biru ke ungu, dan begitu terus, sampai pernafasan San Ye sudah membaik, matanya kembali menjadi biru
##############
Namun di Buku Sejarah dan Informasi, tidak ada yang tau bila Mengambil Mutiara itu akan menyebabkan bencana di seluruh Dunia.
Makanya sejak Gia datang, Airin sudah memperkuat pertahanan Wilayah mereka, Bahkan hewan gaib semuanya berjaga, mengawasi orang asing yang akan datang
Gia memeluk Kelinci merah mudanya, Gaun Merahmudanya bergoyang terbawa angin
Matanya Menyipit saat mendengar bahwa ia menjadi Incaran semua orang, Namun ia memikirkan SanYe, apa pria itu juga mengiginkannya.
"Peperangan akan segera dimulai"ujarnya
Gia pergi menemui Airin
"Apa aku bisa membuat ilusi? "
"Ilusi, buat apa? "
"Pertahanan"
Airin memberikannya izin, Gia langsung merapalkan mantranya, Matanya yang Coklat, nerubah menjadi Hijau terang, Semua Energi Qi datang mengelilinginya
Seluruh Pusaran Qi langsung menyebar ke suluruh Wilayah, Membuka matanya Gia langsung menutup mulutnya dan jatuh
"Uhuk.... Uhuk..... Uhukkk"Gia memuntahkan banyak Darah, Menggunakan Energi yang banyak menguras Jiwanya
Airin membantu nya memulihkan jiwanya, Mata Gia kembali Seperti Semula.
"Rin Apa Hewan spritual yang paling kuat? "tanya Gia
"Naga, Sebagai kekuatan terbesar di rantai Klan hewan"
"Apa aku bisa.... "
"Tidak"bantah Rin "Kau akan menguras seluruh kekuatan Ilahi dan Jiwa mu, nyawamu bisa dalam bahaya"tegur Rin
Gia diam, tapi ia memikirkan hal itu bila tidak ada jalan lain melindungi hutan, Rin, dan semua hewan disini, ia akan melakukan Upaya terakhir itu.
Tbc
Sebuah Undangan dari Kerajaan Alam Atas datang pagi ini
Airin, Gia dan Snowy duduk sambil berhadap-hadapan, mereka. Mendiskusikan hal ini, Alasan. undangan untuk semua penjuru di Alam bawah sampai tengah
Dunia ini memiliki 3 alam, Alam Bawah khusus para iblis, Alam tengah khusus para pembudidaya, dan Alam Atas Para Dewa atau bisa di bilang orang yang memiliki tingkatan paling tinggi
"Apa maksud undangan ini? Hanya perayaan ulang tahun putra Kaisar langit saja harus mengundang semua petinggi "keluh Gia
Entah kenapa perasaan kurang nyaman ia rasakan, Walau Alam atas adalah yang paling kuat, Identitas Gia tetap lah harus di hormati.
Gia membenamkan wajahnya di kedua tangannya, Ia terlalu lelah saat ini, beberapa minggu ini Airin dan Snowy melatihnya, dan ia tak bisa pergi melihat cuci mata Pria tampan, uhhhhh
Belum ada pergerakan dari musuh, Tapi kewaspadaan mereka tetap
"Menurut ku alam bawah tidak akan datang, Karna Raja Iblis menghilang"ujar Airin
"Hah menghilang? Apa ia dicuri? tampan kah? "seru gia
"Menghilang, sudah beberapa abad kejadian itu, Saat perang antar Dewa dan iblis, Raja iblis menghilang, tidak ada yang tau dimana ia"
Gia menyanggah kepalanya
"Lalu bagaimana penampilannya? "
Airin menutup matanya, dan mulai mengingat
"aku cuma pernah melihat nya sekali saat membantu Manusia dari bencana perang, Ia memiliki rambut hitam tinta panjang, lalu matanya memiliki warna berbeda"
"Berbeda?"
Airin mengangguk
"Iya berbeda, sebelah kanan Biru langit yang sangat indah, sedangkan sebelah Kiri Ungu, Tanda Klan langka kuno"
Gia mengusap dagunya
"Biru? Bukankah mata si Tampan juga biru? di balik topengnya,aku sekilas melihatnya, apa jangan-jangan.... "
Airin menggelengkan kepalanya
"Jendral SanYe mungkin karna Gen orang tuanya, tapi siapa yang tau, Lalu latar belakang Jendral sangatlah misterius"
"Misterius? Kenapa? "
"menurut rumor, Jendral San Ye di temukan terluka di gunung bersalju oleh Putri Wei Ni, Karna putri Wei Ni adalah Keponakan Kaisar Rong, ia sempat tinggal disini, dan Juga Karna Jendral SanYe sangat kuat dan hebat, Kaisar memberikannya dekrit menjadi pelindung negara"
Gia terkejut saat mendengar itu
"Lalu.... Apa hu-hubungan, emm Putri Wei Ni dengan SanYe bagus? "
"Menurut Rumor mereka baik, bahkan San Ye akan menemani kemana pun si Putri pergi"
Gia menundukkan kepalanya, entah kenapa ia merasa sesak.
"Jadi bagaimana soal undangan ini? Kau bisa menolak "
Gia langsung menjawab"Terima,bukankah alam atas banyak keindahannya."
Airin dan Snowy hanya menatap Gia aneh
"Acaranya akan dimulai minggu depan, kau bisa bersantai dan mengurus tugas mu dulu, Kau bisa menggunakan sihir teleportasi untuk kesana nantinya"
Akhirnya rapat berakhir, Gia pergi kedekat pohon kehidupan, Pohon ini sangat besar dan warnanya suka berubah ubah,Suara langkah kaki mendekat, Gia berbalik
"Ruru kau disini"seru Gia senang dan memeluk leher Ruru
Menciptakan Buah, ia menyerahkan pada ruru
"Ruru apa kau mau jalan-jalan bersamaku minggu depan kealam atas? Disana banyak yang Tampan loh"
Ruru memekik tanda setuju,Lalu mereka berdua mengobrol banyak hal.
Gia tertawa bahagia, Lalu memandang langit biru, Mata menerawang masa depannya.
Merasakan perubahan hati nya, Gia mengambil Serulingnya, warnanya Putih Giok dengan ukiran di permukaan seruling, Gantungan Bunga di Pasang di seruling
Memainkan nadanya, Gia memejamkan matanya, Ruru di sampingnya terbuai dengan alunan musik menggoyangkan kepalanya.
Semua Makhluk Spritual yang mendengar Alunan Seruling, Mulai melangkah mendekat, Sampai Gia berada di tengah-tengahnya
Cahaya mengelilingi sekitaran Gia, Bunga-bunga bermekaran, Rambut terbawa angin
Simbol di keningnya bercahaya