
Gia kembali ke hutan, Ia langsung mengambil Panahnya dan menembak semua Target dengan kuat, cepat dan kejam
Gia melompat, membuat Gaunya berkibar, lalu memutar tubuhnya, menarik Tali busur dan menargetkannya ke arah Buah di pohon, dan menembaknya
Buah itu jatuh di tangan Gia, memakannya, Gia lalu duduk di batu besar, keringat membasahi keningnya, matanya masih dingin
Snowy dan Airin muncul di belakang Gia, lalu melihat jejak latihan Gia yang cukup berbeda kali ini, duduk berdampingan
"Apa Kau keluar? " Airin bersuara duluan
Gia mengangguk
"Ke rumah ******** itu ehh" Snowy menatap Gia aneh
Sekali lagi mengangguk
"Kenapa kau menyembuhkannya? "
Gia berhenti mengunyah makanannya, dan mengangkat kepalanya melihat bintang di langit
"Hati ku menyuruhku"
Mereka berdua mendesah, Gia memang akan memandang San Ye benci dan Kecewa, tapi Hati Gadis itu masih Menempel pada Pria itu
Airin tidak habis pikir, kenapa banyak di luar sana gadis yang rela berkorban dan sakit, hanya untuk seorang pria
Jangan salahkan Airin yang tak paham
Karna Elf tidak pernah memiliki 'Perasaan'untuk lawan jenisnya, Mereka seakan makhluk tanpa emosi yang melibatkan romantisme
Snowy juga tak tau soal itu, karna Serigala hanya Dia sendiri di Klannya Yang betina dan Terkuat
"Gia... Apa kau benar-benar menyukai pria itu"
"Aku Tidak tau"
Mode Hening mulai
Gia menghembuskan nafas beberapa kali, lalu tersenyum nakal
"Ihsshhhh Cinta adalah Racun Dan Obat Di Dunia ini"
Keduanya menatap Gia
##############
Kediamn Jendral
San Ye duduk di pinggir kasur, sambil menatap Liontin di tanganya, Ia bisa merasakan perasaan hangat dari Liontin itu
Darah
Itulah yang selalu ia lihat di mimpinya juga, Di mimpinya Ia juga berdiri di atas tumpukan mayat dan bermandikan darah
Tapi Penampilan nya di mimpinya berbeda, dari Aura, Kekuatan, bahkan warna rambutnya Perak
San Ye melihat Cermin di sampingnya, Mata Biru-Violetnya tidak berubah lagi sejak Gia pergi tadi
Mengingat Cara gadis itu menatapnya, San Ye merasakan Sakit yang membuatnya sesak
Dulu ia tidak akan menghiraukan perasaan dan pikiran orang lain, termasuk semua Gadis yang menyukainya
Tapi Sejak Ia bertemu Gia, Gadis aneh itu, dengan sifat Nakal dan Genitnya, San Ye merasakan Perasaan Berdebar dan hangat darinya
Mencari artinya debarannya, ia mengetahui bahwa ia 'Jatuh Cinta ' Dengan gadis itu
Tapi ia Mengecewakannya.......
Melukainya dengan tangannya sendiri, melihat tatapan kekecewaan dan sakit dari mata indah gadis itu, San Ye detik itu juga Hancur
Ia merasa menjadi Pria paling Bodoh di dunia.
Ia ta bahwa ia menyukai Gia, karna gadis itu tampil dengan caranya sendiri, ia murni dan halus,membuatnya ingin menyembunyikannya
Dulu gadis itu mengajaknya Tidur bersama, Ia merasa Kaku dan Lebih berdebar, wajahnya terasa panas, tapi ia memegang Harga dirinya
Didalam hatinya ia ingin melamar gadis itu, menjadikannya Istrinya Yang Paling Berharga dalam Hidupnya, dan hanya satu-satunya
Tapi
Ia Hampir membunuhnya karna kebodohannya.
San Ye memegang erat-erat liontin itu, lalu memakainya di lehernya.
San Ye berdiri dan berjalan keluar,Di luar Shu sudah menunggunya
"Lapor Tuan, Kami menemukan ada jejak-jejak,Orang asing di sekitar wilayah terlarang"
Mata San Ye menyipit berbahaya
"Bersihkan Mereka"
Shu menganggukkan kepalanya, dan melompat pergi, San Ye melihat bintang di langit, ia ingin sekali menyampaikan pada Gadis-Nya, Bahwa Ia, Pria malang ini
Jatuh Cinta Padamu Giaoyana