I AM A FAIRY

I AM A FAIRY
19



Gia kembali ke hutan, Ia langsung mengambil Panahnya dan menembak semua Target dengan kuat, cepat dan kejam


Gia melompat, membuat Gaunya berkibar, lalu memutar tubuhnya, menarik Tali busur dan menargetkannya ke arah Buah di pohon, dan menembaknya


Buah itu jatuh di tangan Gia, memakannya, Gia lalu duduk di batu besar, keringat membasahi keningnya, matanya masih dingin


Snowy dan Airin muncul di belakang Gia, lalu melihat jejak latihan Gia yang cukup berbeda kali ini, duduk berdampingan


"Apa Kau keluar? " Airin bersuara duluan


Gia mengangguk


"Ke rumah ******** itu ehh" Snowy menatap Gia aneh


Sekali lagi mengangguk


"Kenapa kau menyembuhkannya? "


Gia berhenti mengunyah makanannya, dan mengangkat kepalanya melihat bintang di langit


"Hati ku menyuruhku"


Mereka berdua mendesah, Gia memang akan memandang San Ye benci dan Kecewa, tapi Hati Gadis itu masih Menempel pada Pria itu


Airin tidak habis pikir, kenapa banyak di luar sana gadis yang rela berkorban dan sakit, hanya untuk seorang pria


Jangan salahkan Airin yang tak paham


Karna Elf tidak pernah memiliki 'Perasaan'untuk lawan jenisnya, Mereka seakan makhluk tanpa emosi yang melibatkan romantisme


Snowy juga tak tau soal itu, karna Serigala hanya Dia sendiri di Klannya Yang betina dan Terkuat


"Gia... Apa kau benar-benar menyukai pria itu"


"Aku Tidak tau"


Mode Hening mulai


Gia menghembuskan nafas beberapa kali, lalu tersenyum nakal


"Ihsshhhh Cinta adalah Racun Dan Obat Di Dunia ini"


Keduanya menatap Gia


##############


Kediamn Jendral


San Ye duduk di pinggir kasur, sambil menatap Liontin di tanganya, Ia bisa merasakan perasaan hangat dari Liontin itu


Darah


Itulah yang selalu ia lihat di mimpinya juga, Di mimpinya Ia juga berdiri di atas tumpukan mayat dan bermandikan darah


Tapi Penampilan nya di mimpinya berbeda, dari Aura, Kekuatan, bahkan warna rambutnya Perak


San Ye melihat Cermin di sampingnya, Mata Biru-Violetnya tidak berubah lagi sejak Gia pergi tadi


Mengingat Cara gadis itu menatapnya, San Ye merasakan Sakit yang membuatnya sesak


Dulu ia tidak akan menghiraukan perasaan dan pikiran orang lain, termasuk semua Gadis yang menyukainya


Tapi Sejak Ia bertemu Gia, Gadis aneh itu, dengan sifat Nakal dan Genitnya, San Ye merasakan Perasaan Berdebar dan hangat darinya


Mencari artinya debarannya, ia mengetahui bahwa ia 'Jatuh Cinta ' Dengan gadis itu


Tapi ia Mengecewakannya.......


Melukainya dengan tangannya sendiri, melihat tatapan kekecewaan dan sakit dari mata indah gadis itu, San Ye detik itu juga Hancur


Ia merasa menjadi Pria paling Bodoh di dunia.


Ia ta bahwa ia menyukai Gia, karna gadis itu tampil dengan caranya sendiri, ia murni dan halus,membuatnya ingin menyembunyikannya


Dulu gadis itu mengajaknya Tidur bersama, Ia merasa Kaku dan Lebih berdebar, wajahnya terasa panas, tapi ia memegang Harga dirinya


Didalam hatinya ia ingin melamar gadis itu, menjadikannya Istrinya Yang Paling Berharga dalam Hidupnya, dan hanya satu-satunya


Tapi


Ia Hampir membunuhnya karna kebodohannya.


San Ye memegang erat-erat liontin itu, lalu memakainya di lehernya.


San Ye berdiri dan berjalan keluar,Di luar Shu sudah menunggunya


"Lapor Tuan, Kami menemukan ada jejak-jejak,Orang asing di sekitar wilayah terlarang"


Mata San Ye menyipit berbahaya


"Bersihkan Mereka"


Shu menganggukkan kepalanya, dan melompat pergi, San Ye melihat bintang di langit, ia ingin sekali menyampaikan pada Gadis-Nya, Bahwa Ia, Pria malang ini


Jatuh Cinta Padamu Giaoyana