I AM A FAIRY

I AM A FAIRY
23



Rombongan kedua kelompok Gia dan Rongyan berjalan bersama ke arah Hutan gelap Kota Lanyara


Kota lanyara sangat luas bahkan lebih luas dari kerajaan, tapi yang paling memegang aspek kota ini adalah Hutan Gelap mereka yang menyimpan banyak misteri


Gia menaiki Snowy, dan Airin menaiki Ruru, sedangakan kembar Song menaiki Kuda mereka masing-masing


Sedangkan kelompok Rong yan menggunakan pedang mereka untuk terbang, tapi mereka tidak berani meninggalkan Kelompok gia saat melihat kemampuan Gadis itu


Gia dan Airin masih menggunakan Tudung mereka, Sedangkan Snowy berubah menjadi hewan


Banyak mata yang menatap Snowy dan ruru iri, mereka cemburu melihat bahwa gadis yang masih kecil bahkan bisa mengontrak hewan tingkat atas


Apalagi Rong yang kehilangan kepercayaan dirinya


Menebalkan wajahnya, ia terbang mensejajarkan dirinya pada Gia


"Anda sangat hebat yah hahaha"tawanya berusaha ramah


Di balik kata-kata Ronyan, gadis itu seakan belum pernah melihat Gia membawa Snowy, padalah Snowy adalah Hewan penjaganya itu sendiri


Senyum muncul dibibir Gia, lalu menggunakan salah satu lengannya dan menyanggah kepalanya


"Oh. Saya kira anda sudah tau bila serigala salju ini memang hewan kontrak saya"


Wajah Rongyan kaku, beberapa gadis dan pemuda melihat Kearah Rongyan bingung, mereka masing ingat saat Rongyan mengatakan bahwa Gadis itu hanya orang asing baginya, tapi melihat cara gadis bertudung itu bicara seakan mereka sudah beberapa kali bertemu


Rongyan memaksakan senyumnya, lalu berbalik pergi, Gia tersenyum dingin dan kembali memfokuskan pandangannya kedepan


Matanya sangat baik dalam gelap, sehingga ia bisa melihat dengan jelas tanpa lentera


"Berhenti"ujarnya tiba tiba


Semua orang menatap gia bingung


Gia menunjuk kedepan, "Ada sesuatu didepan, dan jumlahnya banyak, jangan bergerak tiba-tiba " setelah mengatakan itu Gia mengambil Panahnya, diikuti oleh airin


Airin mendekat, "menurut mu berapa persen kita bisa mengalahkannya"


Gia tersenyum cerah, "Kalau aku disini, 100% dong"


Gia menatap anak bangsawan di sekitarnya, dan membacakan mantra, Sebuah Pelindung transparan terbentuk di sekeliling mereka


"Ehh perisai? "


"ini kuat kah? "


"apa musuh kita sangat kuat"


Gia menarik busurnya, Matanya fokus pada target di depannya, Lalu ia menembaknya dengan cepat


"ARRRRGGGGHHHHHHHH"teriakan raksasa bergema di depan mereka, semua anak muda bergetar takut


Gia mengangguk-nganggukkan kepalanya tanda bahwa ia hebat


"Bagaimana Ibu Airin? Apa tembakan ku hebat? "ujarnya meminta di puji


Airin tersenyum melihat sikap Gia, lalu mengibas-gibaskan tangannya


Rongyan lalu melihat cahaya putih dengan gesit kearah mereka, tapi benda itu berbenturan dengan pelindung Gia


Mereka spontan mundur, Benda itu adalah pisau kecil yang terbang lurus kearah Rongyan, jantungnya berdebar kuat


Lalu teriakan melengking dari gelap semakin dekat kearah mereka,Semua orang mengambil senjata mereka waspada


Gia menggunakan jarinya menulis mantra di depannya dan mengibaskan tangannya, Lalu Bola Api dengan jumlah banyak terbang ke depan, Dengan adanya cahaya mereka semua bisa melihat makhluk kecil hijau yang terbakar oleh api gia, mereka semua mengigil, saat Goblin itu mengeluarkan Air liurnya menatap Gia dan kelompoknya


Gia menarik tali busurnya dan menembakannya, "apa yang kalian tunggu, Serang mereka"


Semua orang langsung merapalkan mantra dan pertarungan terjadi


Sebagai Petarung Jarak Jauh, Gia dan Airin memanah dengan gesit dan tepat sasaran


Gia asik dengan pertarungannya dan melindungi anak -anak lainnya


Rongyan menyerang dengan membabi buta bahkan hampir mengenai timnya, Dan pedangnya menabrak pohon dan tertancap


"Akkhhh lepas-lepaskan aku... Akkhhh jangan.... Tidak... Jangan... Tolong"teriakan histeris Rongyan membuat Gia dan yang lainnya melihat kearahnya


Disana ia di kepung oleh Goblin, dan ada yang merobek pakaiannya, memperlihat kan kulit beningnya membuat Goblin itu tertawa senang


Ronguan menangis histeris, hampir saja ia dilecehkan, kesuciannya hampir di rebut oleh makhluk hina itu


Gia melompat turun dan terbang kearah Rongyan, tubuh gadis itu mengigil takut, Gia menarik Jubahnya dan menutupi tubuh Rongyan


Rongyan mengangkat kepalanya menatap Gia kaget,"Terima .....Kasih"


"Mm"


Gia menciptkan Pelindung di sekitar Rongyan, lalu berbalik pergi, kedatangan Gia membuat semua orang membeku, Rambut panjang bergelombang bersinar, mata Coklat yang cerah menenangkan, Simbol bunga di keningnya membuat Tim Rongnyan dengan cepat menunduk Hormat


"KAMI MEMBERI SALAM PADA YANG MULIA PERI!!!"ujar mereka semangat, Gia menganggukkan kepalanya, lalu mengalihkan pandangannya pada Para Goblin yang juga membeku, tapi mata mereka penuh dengan Nafsu


Mulut Gia berkedut, Lalu menciptkan Mantra sekali lagi, lalu aliran listrik menghantam para goblin


"RASAKAN INI DASAR MESUM!!! "


Para goblin yang terkena menjadi Abu, melihatbahwa mereka menang, Semua orang bersorak


Airin melangkah kearahnya dan menepuk pundak Gia


Gia menatapnya, "Bagaimana? "


Airin lalu memberikan jempolnya, "Kau Keren"


Keduanya tertawa senang, apalagi Airin, ia bingung kenapa Gia memberikan ide seperti itu


Ia berkata padanya(Airin)bahwa ia akan tampil keren nantinya


GIa berjalan kearah Kembar Song, lalu tersenyum senang"Kalian sudah kuat yah"


Mereka bertiga tersenyum bahagia, lalu mengarahkan semua orang keluar dari Hutan,Kembar Song yang membantu Tim Rongnyan dan Rongyan kembali ke penginapan, sedangkan Airin dan Gia tinggal


Gia berjalan kearah lebih dalam, lalu disana ia melihat jasad yang cukup besar, Goblin


Airin melihat itu, lalu menatap Gia, "Kau menembak tadi lebih dulu, agar Goblin ini tidak memimpin Goblin kecilnya? Kau pintar "


Gia mengedipkan matanya yang cerah, lalu mengambil pedang Rongyan dan menebas kepala Goblin besar itu


"Aku tidak melihat gadis yang di tankap oleh mereka lebih dalam"ujar Airin


"Mereka sudah di makam, Goblin akan menculik mereka, lalu menodai mereka sampai mereka sekarat, lalu memakan mereka"ujar Gia lalu membungkus Kepala Goblin itu menggunakan Jubah Song Lan yang ia minta tadi


"Snowy! "


Snowy berjalan kearah mereka, diikuti Ruru


"Bawa kepala Goblin ini ke arah Walikota Lanyara lalu katakan perkuat keamanan"


Snowy menganggukkan kepalanya dan mengambil benda itu dan berbalik berlari


Gia tidak naik ke Ruru, ia menggunakan sihirnya dan membuat kelopak bunga terbang kearahnya, membuat alas dibawahnya, Gadis itu terbang


Airin mengikut di belakang, Ruru berlari dan naik, terbang mengikut Gia


Pertermpuran hari ini membuat remaja-remaja itu syok, dan mereka menjadi penggemar berat Gia,tapi karna keadaan mereka lelah, mereka di mintaki Istirahat total


Di lain sisi, Kelompok Sanye dan Yumo baru sampai ke gerbang perbatasan


Komandan Penjaga Gerabng Melihat nya langsung memberi hormat dan mempersilahkan keduanya masuk


Kedua kelompok berpisah, San Ye mencari penginapan dekat, Suasana di jalan kota sepi karna hari sudah gelap


Shu melangkah kedepan dan memerintahkan pasukan mereka untuk istirahat


"Jendral kita juga harus istirahat, Kami sudah menemukan penginapan untuk anda"


San Ye mengangguk dan mengikuti arah Shu,Saat Sanye turun dari kudanya, ia melangkah masuk ke dalam, tapi tubuhnya membeku saat melihat seorang gadis sedang tertawa dengan Dua pria


Senyum manis dan ceria gadis itu membuat Sanye berdebar tapi matanya menyipit saat melihat bahwa senyum itu untuk Orang lain, Bahkan Ketiga nya saling merangkul bahu dengan gadis itu di tengah


Sanye mendidih, hatinya terasa panas, ia melangkah dengan marah ke arah ketiga nya dan dengan kuat menarik tangan gadis itu membuatnya menubruk dadanya keras


"Akhhhh... ******** mana yang menarik ku"


Gadis itu mengangkat kepalanya dan ia terkejut


"Kau..? "